
21+
Maudy terduduk ditepi ranjang menunggu Ken yang sedang menggunakan kamar mandinya, sejujurnya ia sendiri merasa tidak nyaman karna sudah membawa masuk seorang pria yang sudah beristri masuk kedalam kamarnya.
Mata Maudy membulat sempurna begitu pria jangkung itu keluar, dan hanya menutupi tubuh bagian bawahnya dengan handuk. Sesaat Maudy terpaku melihat dada telanjang Ken, dan teringat jika dirinya perna memeluk dan menyentuh tubuh kekar itu meskipun hanya semalam.
Namun cukup membuahkan hasil, karna sentuhan Ken yang memabukan, ia berhasil terlena dan menyerahkan dirinya begitu saja pada Ken.
“Kenapa liatin gue kaya gitu? Nafsu lo?” celetuk Ken dengan senyum miring menyeringhai.
Maudy tersentak, seketika lamunannya kabur dan berkata, “Se-sembarangan lo.”
Ken mendekati gadis itu, ia duduk tepat disebelah Maudy dengan amat santai.
“Ken pake baju lo.” Tegas Maudy.
Gadis itu merasa semakin tidak nyaman, saat Ken mendekat tanpa mengenakan pakaian. Hal ini pernah terjadi beberapa tahun yang lalu.
“Masih kaku ajah lo, badan gue masih basah.”
Ken melirik kesetiap sudut kamar, mencari sesuatu untuk bisa menjawab rasa penasarannya terhadap suami Maudy yang entah siapa. Naasnya disana tida ada apapun, hanya terdapat foto Maudy dan Kenia yang terpajang diatas nakas. Pria jangkung itu meraihnya, dan memandang wajah Kenia dan Maudy.
“Anak lo cantik ya.”
“I-iyaa.”
“Tapi dia gak mirip sama lo.” Celetuk Kn.
Deg…
__ADS_1
Pria tersebut selalu sukses membuat Maudy jantungan. Setelah ini pasti Ken akan bertanya tentang sesuatu yang sangat sulit untu Maudy jawab.
“Ma-masa sih? Dia cantik, kaya gue kan.”
Tubuh Maudy bergetar, wajahnya memucat, suhu ruangan yang dingin saja tidak berhasil menahan keringat yang menetes didahinya. Bagaimana tidak? Ken terus menatapnya dengan intens, Maudy hanya takut jika insting kelelakian Ken diuji, dan kejadian beberapa waktu lalu terulang kembali.
“Iya, lo cantik.”
Ken mengelus wajah Maudy perlahan, pemuda itu bahkan menyisipkan rambut Maudy yang menutupi wajahnya.
“Ken, pake baju lo.”
“Lo takut sama gue?” Ken membaringkan tubuhnya begitu saja, dengan tangan yang menopang kepala.
“Lo ngapain?” ucap Maudy seraya terkejut.
“Tidurlah, kan tadi lo sendiri yang ngijinin gue.”
Maudy beranjak, akan tetapi tangan gadis tersebut langsung Ken tahan hingga ia berhasil terjatuh diatas tubuh Ken.
“Ken jangan gini, lo udah punya istri." Tegas Maudy.
Ken tidak menggubrisnya, pria jangkung itu langsung merubah posisi tubuhnya hingga Maudy yang sekarang telah berada dibawah tubuh Ken dengan raut wajah yang.
“Gimana pun gue cowok pertama yang udah tidur sama lo, dan lo gak mungkin lupa soal itukan?” tegas Ken
“Gu… gue gak lupa tapi… tapi…”
Cup…
__ADS_1
Ken merengkuh bibir Maudy dengan penuh kelembutan, sesuatu yang sebenarnya Maudy rindukan, akan tetapi wanita itu cukup tahu diri, ia mendorong tubuh Ken seolah menolak apa yang akan dilakukan pemuda tersebut.
“Ken. Inget Nesa.” Tegas Maudy sambil terus mencoba melepaskan tubuhnya dari Ken.
Seolah sudah dikuasai oleh nafsu, ken tidak menggubris ucapan Maudy, ia terus menjamah tubuh gadis itu bahkan tidak memberikan kesempatan untuk Maudy bicara, oleh Ken yang terus membungkam mulutnya dengan ciuman.
Gigitan Lumattan Ken berikan, diarea dada yang sudah terbuka, hal itu terjadi karna Ken menarik dress rumahan yang Maudy kenakan, sentuhan Ken benar-benar membuat akses jaaln pikiran Maudy terblokir, ia sendiri larut dalam sentuhan tersebut hingga sepintas ingatannya kembali, bahwa pria yang sedang berada di atasnya tersebut sudah beristri.
“Ken!” Gadis itu memekik dengan mata yang menggenang, ia bahkan terus memukul tubuh Ken dengan kasar, hingga membuat Ken berhasil menghentikan aksinya.
“Ma… maaf, gue… gue Cuma kangen sama lo.”
Deg…
Pernyataan Ken berhasil membuat batin Maudy tergores, entah apa yang ada dalam pikiran seorang Ken saat itu.
“Lo udah punya istri, gak seharusnya lo giniin gue, gimana kalo Nesa tau? Jangan lo pikir gue gak punya suami, lo bisa seenaknya sama gue.” Tegas Maudy dengan air mata yang mengalir deras, tubuh gadis itu bergetar, meskipun saat itu ia juga sangat merindukan sentuhan dari seorang laki-laki.
"Maaf, gue... gue salah. maafin gue."
Maudy merapatka tubuhnya, ia menutup dadanya yang sudah setengah telanjang dengan selimut.
Dengan penuh rasa penyesalan, Ken terus memohon maaf, dan menenangkan Maudy, ia bahkan kembali mendekap tubuh itu, hingga bisa sangat jelas terasa tubuh Maudy yang bergetar ketakutan, karna kecerobohan seorang Ken.
"Gu... gue keluar, maafin gue, gue tidur diluar. lotenang yaa." ucap Ken dengan gugup.
Pria jangkung itu langsung mengenakan kembali pakaiannya dan segera berlalu dari hadapan Maudy.
"Apa yang lo pikirin Ken? apa dimata lo gue cuma cewe rendahan? udah cukup gue pernah salah karna pernah nyerahin diri gue sama lo secara cuma-cuma." Gumam Maudy lirih sambil memperhatikan pria jangkung itu keluar dari kamarnya.
__ADS_1
LIKE KOMENYA, YANG BANYAKKKK, VOTEEE