Bad Brother

Bad Brother
Chapter 8


__ADS_3

Maudy Aliant


Sore itu aku sudah ada janji dengan selin di sebuah Caffe kecil di ujung kota, tempat favorit kami berdua, aku datang sedikit terlambat karna ada kelas di campus, yaa aku memang tertinggal selama satu semester oleh selin, jadi dia lebih dulu menyelesaikan studynya dari pada aku. Bukan karna jarak umur di antara kami berbeda, namun karna kemalasanku akhirnya aku tertinggal jauh oleh selin. aku Maudy Aliant seorang anak pengusaha 21 tahun, anggap saja author ceroboh ini melupakanku jadi dia memperkenalkan diriku di episode yg lumayan jauh.



Aku melangkahkan kakiku masuk kedalam caffe kecil yg saat itu cukup ramai, mata ku melirik ke kiri dan kenakan mencari seseorang yg bernama selin.


"Maudyyy" Teriak Selin melambaikan tangannya memanggil maudy


Maudy langsung menghampirinya ia sedikit menenangkan hembusan nafasnya yg saat itu sudah tidak beraturan.


"Okeee gue telat, rektor tua bangka itu, nahan gue lagi selama beberapa waktu, cuma karna aku telat masuk kelasnya." Maudy menyerobot minuman yg lebih dulu selin pesan


Gadis cantik itu hanya menggelengkan kepalanya, setiap kali ia bertemu dengan maudy pasti hal yg dibicarakannya adalah masalah dengan rektornya tidak ada yg lain, Maudy sosok wanita arogant sedikit ceroboh dan tidak suka berbasa basi, tidak percaya dengan pemuda tampan, namun mempunyai selera pria yg harus terbilang sempurna menurutnya.


"Gak mau tau, pokonya pesenin lagi, enak ajah gue udh ngantri lama-lama, lu serobit gitu ajah." Ujar selin sambil memainkan ponselnya


"Hmmm,"


Maudy kembali terbangun dari duduknya, ia melirik ke arah kasir untuk memesan sesuatu di sana, seperti biasa gadis itu ceroboh, ia selalu memetingkan dirinya sendiri tanpa melihat orang lain yg sudah mengantri.


"Maaf tuan aku akan memesan makanan" Celetuk Maudy sedikit menggeser pemuda tampan di hadapannya


"Lo pikir gue disini lagi ngantri sembako" Celetuk pemuda yg merasa kesal terhadap prilaku maudy.


"Lohh ko lo sewot" Tegas Maudy dengan kesal hingga membuat seisi caffe memperhatikannya dengan pemuda tersebut.


Selin yg merasa hal ini sudah biasa di lakukan maudy. ia menghela nafasnya melirik ke arah keributan tersebut, Suara keributan itu semakin memanas hingga ia menghampiri mereka untuk menenangkan pertengkaran tersebut.

__ADS_1


"Maudy, udh cukup, lo kebiasaan ah," Ucap Selin yg menengkan maudy


Selin mencoba berbicara pada pemuda yg bertengkar dengan sahabatnya untuk meminta maaf atas kekacauan yg terjadi.


"Selinnnn," Uxap pemuda tersebut.


belum sempat selin mengatakan sesuatu dari mulutnya namun pemuda itu langsung menyebutkan namanya.


"Tunggu, tunggu? kamu kenal sama aku?"


"Lo selin kan? Adik Juno? Juno Fernando??"


"Yaaa" Balas selin dengan sedikit menganggukan kepanya karna merasa heran dengan sikap pemuda yg tidak ia kenal.


Pemuda itu langsung menjabatkan tangan gadis itu, lalu memperkenalkan dirinya.


Maudy memasang wajah yg sedikit jiji terhadap sikap Ken yg saat itu langsung memperkenalkan dirinya di hadapan selin, ia berpikir jika ken hanyalah memanfaatkan juno untuk menggoda Selin. Selin melebarkan senyumnya, ia membalas dengan baik sikap ken padanya.


"Modusss" celetuk maudy senada kesal


"Eeuuuu maafkan Maudy, dia baru saja kembali dari kampusnya dia sangat lapar itu sebabnya dia tidak sabaran" Ucap Selin melebarkan senyumnya pada ken.


Namun maudy masih saja melipat tangannya dengan arogant, Selin pun menawarkan tawaran untuk ken bergabung bersamanya dan maudy


"Yaudah kalo gitu gabung ajah, biar makin akrab" Ujar selin memiringkan senyumnya pada ken


"Whatttt" teriak Maudy yg terkejut


"Enggak, ini gak beber, sel lo apa apaan sih?" tegas maudy yg menolak ken untuk bergabung bersamanya.

__ADS_1


Namun saat itu ken mengiyakan ajakan selin dan akhirnya mereka terduduk di satu meja yg sama dengan suasana hati maudy yg masih kesal, selin terdiam sejenak dengan kecanggunganya.


Namun ken berhasil memecahkan suasana hening tersebut dengan membahas dirinya dan juga juno pada selin


"Juno sering menceritakan segalanya padaku, ibumu kau dan ayahnya, semua aku tahu"


"Wahh sepertinya pertemanan kalian cukup baik" Ujar selin membalasnya dengan senyum manis di bibirnya.


Maudy yg merasa dirinya hanya kacang sebagai pelengkap obrolan pun merasa kesal, ia bahkan memotong daging stik dengan penuh emosi dan rasa kesalnya, hingga suara suara khas dari piring dan pisau yg saling bergesekan terdengan cukup nyaring di telinga Selin dan juga ken.


"Nona sebaiknya jangan pernah meluapkan emosimu pada makanan" Celetuk ken pada Maudy


Maudy menatap tajam wajah ken, ia mengeratkan giginya memandang pemuda berahang tegas tersebut dengan tatapan yg menakutkan.


"Mengerikan" Ujar ken sedikit mengankat alisnya membalas tatapan tajam maudy.


"Ehemm sepertinya suasana sudah tidak kondusif, Nona selin aku harus pergi, terima kasih sudah mengijinkan ku untuk bergabung" Ucap Ken dengan senyum tipisnya, Ia melirik ke arah maudy yg saat itu masih memandangnya dengan raut wajah kesal.


"Hati hati lo bisa cepet terkena penuaan, kalo lo marah-marah terus." Celetuk ken memiringkan senyumnya dan langsung pergi meninggalkan dua gadis cantik tersebut.


Maudy semakin kesal hingga ia melempar garpu di tangannya


"Dasar cowo gila,"


"Bodohhhhh lo, gak waras."


Teriakan maudy dengan kesal hingga seluruh pengunjung caffe memperhatikannya, Selin hanya menghela nafas dan menundukan kepalanya merasa malu karna seluruh pengunjung caffe sedang memperhatikannya dengan maudy. hal ini biasa terjadi, dan sudah todak aneh, namun sesekali selin merasa malu dengan sikap arogant maudy, meskipun ia adalah sahabatnya.


NEXT GUYSSS, LIKE DAN KOMEN JUGA VOTENYA YAAA😘❤️💋😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2