
Hello guys, aku mau promo karya baruku nihh judulnya "Psikopat Cantik" Yu dibacaa!! Bergenre horor misteri romance. mengandung banyak unsur adegan dewasa, kekerasan sadis yess... jadi yang masih dibawah umur diharap tidak membaca! karna penulis tidak bertanggung jawab atas hal tersebut.
Scane part Prolog Psikopat Cantik.
"Aku percaya jika kau tidak gila."
Deg...
Kali pertama seseorang berkata demikian kepadaku, setelah bersusah payah aku mejelaskannya pada polisi dan lainnya.
"Tapi sebelum itu kau harus menurutiku."
Aku mengerutkan dahiku menatapnya tajam, "Atas dasar apa aku haras menurut padamu."
Lagi-lagi ia memancarkan senyum menariknya padaku, "Karna sejauh ini hanya aku yang bisa membantumu."
Aku tersenyum kecut padanya seolah meragukan.
"Aku bisa membantumu terbebas dari segala tuntutan, asal kau mengatakan segalanya tentang apa maksud dan tujuanmu membunuh korban-korbanmu tersebut." ucapnya.
***
Hotel Red Scotta, 20 September 2019.
__ADS_1
Aku melangkahkan kakiku berjalan dengan penuh kehati-hatian menemui para tamu yang sudah dengan sengaja aku undang.
"Ariyana..."
Lirikan mataku teralihkan pada segerombolan wanita yang tidak lain adalah teman-temanku, aku memancarkan senyum cantikku kemudian menghampiri mereka dengan langkah sedikit cepat, "Kalian sudah datang." sapaku kemudian memeluknya satu persatu.
"Ini malam terakhirmu sebagai seorang gadis, tentu saja aku ingin ikut merayakannya denganmu." celetuk salah satu temanku.
Aku terkekeh mendengar ucapannya, memang. tujuh tahun menjalin hubungan aku sukses menjaga hal yang paling berharga dalam diriku sampai pada akhirnya aku dan kekasihku Exel memutuskan untuk menikah.
"Dimana Sharon?" tanyaku saat menyadari jika anggota gengku ini kekurangan personil.
Sarah, Janne, dan Ruby hanya saling menatap saat aku menanyakan hal tersebut, kemudian Ruby menjawab, "Mungkin saja dia di toilet."
"Entah, aku belum melihatnya. tunggu sebentar aku akan mencarinya." sahutku sambil berlalu.
Yaa.. aku memang belum melihat Exel seharian ini, akhir-akhir ini ia memang sering menghilang entah apa yang ia lalukan. sesuatu hal yang pasti, ia tidak mungkin sibuk dengan pekerjaan karna statusnya adalah pengangguran.
"Kau melihat Exel?" tanyaku pada salah satu temannya.
"Aku melihatnya di lorong lantai dua."
Dahiku mengerut, aku berpikir keras. apa yang ia lakukan dilantai dua sana, setahuku aku tidak memesan kamar dan hanya menyewa aula gedung hotel ini saja.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama, aku langsung menyusulnya karna tamu undangan terus saja menanyakan dimana calon suamiku tersebut.
"Ahhhh... aku sudah tidak tahan, ayo lanjutkan didalam saja."
Aku mengenal suara ini, ini adalah suara Sharon. salah satu sahabat baikku.
"Kau tahu, semua uang ada pada Riayana."
Wajahku memanas, aku meremas gaun indahku dengan kuat mencoba memberanikan diri untuk dapat mendengar dan melihat hal lebih dari sesuatu yang mengejutkanku barusan.
"Ahhh... Exel cepat sedikit, nanti ada yang melihat."
Aku terkejut. rasanya seluruh tubuhku hancur berkeping-keping, saat mata kepalaku sendiri melihat calon suamiku sedang bercinta dengan wanita lain dihari pernikahanku!
**JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR LIKE DAN FAVORITNYA GENGS.
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR LIKE DAN FAVORITNYA GENGS.
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR LIKE DAN FAVORITNYA GENGS.
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR LIKE DAN FAVORITNYA GENGS.
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR LIKE DAN FAVORITNYA GENGS.
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR LIKE DAN FAVORITNYA GENGS**.