
KECEPATAN UP TERGANTUNG ANTUSIASME KALIAN, LIKE KOMEN DAN BANTU VOTENYA YANG BANYAK DONG...
***
Nesa dan Ken sudah berada bersama Selin dan Juno, mereka sedang menunggu kedatangan Maudy saat itu, Kelvin terus saja berada dalam pangkuan Ken, pemuda kecil itu bahkan sudah sangat akrab dengan Ken, karna seringnya Ken berkunjung.
"Mamy aku sudah lapar." ucap Kelvin dengan sangat menggemaskan
"Sabar sedikit boy, nanti bakalan ada gadis kecil cantik, selera kamu." ucap Selin.
Kelvin memang terbilang anak yang aktif, usianya yang masih terbilang mini, ia sudah mempunyai selera gadis diatas rata-rata.
Tok.. Tok.. terdengar suara ketukan pintu, Selin pun beranjak dan membawa Kelvin melangkah bersamanya menuju pintu utama, wanita cantik itu sangat yakin, jika yang datang kali ini adalah Maudy.
"Hey, akhirnya lo dateng juga."
Kedua wanita tersebut saling memeluk dan menempelkan wajahnya.
"Mamy aku takut." Ucap Kenia
Bagaimana tidak, Kelvin dengan begitu agresif mengikuti apa yang dilakukan sang Mama, pada Kenia, ia memeluk paksa gadis kecil itu dan mencium pipinya.
"Kelvin, kamu ngapain?" ucap Selin
"Aku ngikutin apa yang Mamy lakuin."
Maudy terkekeh, sedangkan Selin menghela nafasnya dan menggelengkan kepalanya.
"Dia anak lo Sel?"
"Iya, nakalnya minta ampun."
"Sama dong kaya bapaknya." celetuk Maudy.
Kelvin sampai membuat tubuh Kenia bergetar, gadis kecil itu terus mencengkram ujung dres yang Maudy kenakan, bersembunyi di belakang sang Mama.
"Udah ayo masuk,"
Selin menarik tangan Maudy, sedangkan Kelvin terus memperhatikan Kenia, yang merasa dirinya telah terintimidasi oleh pemuda cilik tersebut.
"Yang lain udah pada nunggu lo."
"Siapa?"
"Ken, Nesa sama Juno."
Maudy terkejut, Selin bahkan tidak mengatakan jika Ken dan Nesa ikut serta dalam makan malam ini.
__ADS_1
"Ken?"
"Iya tuh mereka."
Maudy menelan salivanya, begitu melihat Ken Nesa dan Juno sudah terduduk disana, menunggu kedatangannya.
"Gue malu Sel."
"Yaellah ayo, santai ajah."
Selin menarik tangan Maudy dan membawanya mendekat pada beberapa orang yang sudah menunggu tersebut.
"Maudy, apa kabar lo? baru keliatan kemana ajah."
Terlihat jelas kegugupan Maudy, ia melirik ke arah Ken dan Nesa yang saat itu tersenyum menatapnya.
"Mamy tolong Kenia."
Gadis kecil itu menangis menghampiri Maudy, Kelvin terus saja mengganggunya, dengan tingkah nakalnya sampai membuat Kenia ketakutan.
"Kenia kenapa nangis?"
"Kenia takut, dia narik-narik tangan Kenia."
Kenia menunjuk ke arah Kelvin yang saat itu sudah membawa mobil-mobilan besarnya, tujuannya hanya ingin mengajak Kenia bermain, akan tetapi keagresifannya membuat Kenia ketakutan.
"Kelvin kamu masih kecil, udah jago bikin anak gadis takut, ajar-ajaran siapa?" Ucap Ken
Anak itu benar-benar sangat menggemaskan, ia bahkan sukses membuat semua orang terkekeh.
"Ayo Kenia duduk sama Mamy." ucap Maudy
Gadis kecil itu sampai terisak, entah apa yang dilakukan oleh Kelvin sampai membuatnya menangis tersedu-sedu. Maudy menghapus air mata Kenia dengan penuh kelembutan.
"Suami lo gak di ajak Dy?" ucap Ken
Maudy melirik ke arah Ken, pertanyaannya benar-benar sangat membuat Maudy kebingungan.
"Ah Suami?"
"Mamy suami itu apa?" ucap Kenia dengan snagat menggemaskan
"Suami itu Papa kamu sayang." ucap Selin
"Tapi Mamy bilang Kenia gak punya Papa."
Pernyataan gadis kecil itu sukses membuat semua orang terdiam menatap kearahnya.
__ADS_1
"Itu gue, gue udah pisah," ucap Maudy, gadis itu benar-benar di buat gugup oleh pertanyaan Ken, dan pernyataan Kenia, bagaimana tidak ucapan bapak dan Anak itu benar-benar membuatnya tidak berkutik.
"Udah yu mulai ajah sekarang," tegas Maudy
"Kenapa harus ada Ken sih, gimana perasaan Kenia kalo tau ayah kandungnya sekarang ada di depan matanya." Gumam Maudy dalam batinnya
Kelvin menghampiri sang Mama, ia menatap Kenia dengan bibir yang mengerucut, sedikit kesal pada Kenia, yang menurutnya sangat cengeng, hanya di sentuh sedikit saja sudah menangis.
"Kelvin jangan bikin Kenia takut dong." Celetuk Selin
"Kenia ajah yang cengeng, aku cuma mau ajak dia main, tapi dia malah nangis."
Ada saja jawaban yang keluar dari mulut Kelvin, padahal maksudnya mendekati Selin saat itu, hanya untuk mengganggu Kenia saja, yang kebetulan Kenia duduk di sebelah Selin.
"Kecil-kecil agresif ya kamu." ucap Juno
Papa dari Kelvin itu mengangkat tubuh kecilnya, dan memangku pemuda cilik tersebut, agar ia tidak membuat Kenia menangis kembali.
Maudy masih terlihat canggung, ia bahkan belum memakan-makanan yang sudah Selin hindangkan, dan terus saja tertunduk menyuapi sang buah hati.
"Maudy lo makan juga dong, masa cuma Kenia doang."
"Iya Sel, gue makan kok."
Maudy memiringkan senyumnya, sesekali ia melirik ke arah Ken, yang saat itu terlihat sangat harmonis dengan sang istri.
Setelah selesai menyantap hidangan yang Selin suguhkan, Maudy membantu Selin menyusun piring-piring kotor tersebut dan membantunya merapikan meja makan.
"Dapur dimana Sel?"
"Mau ngapain ke dapur?"
"Bantuin lo beresin ini." ucap Maudy
"Gak usah, nanti ajah gue yang kerjain lo duduk ajah disini, kita nostalgia masalalu."
Selin tersenyum menyeringhai, melirik ke arah Juno.
"Gapapa, gue gak bisa lama, udah dimana dapurnya." tegas Maudy
"Jangan deh, jangan dapur, nanti Ken ngikutin lo kedapur hahaaa."
Selin terkekeh, ia kembali mengingat hal dimana pernah melihat Maudy dan Ken melakukan sesuatu di dapur.
"Emang kenapa Sel? Ken di dapur sama Maudy?"
Maudy tertunduk dengan wajah merona, dan saat itu Ken sudah panas dingin takut jika Selin mengatakan hal yang sebenarnya pada Nesa, yang terbilang istri pecemburu.
__ADS_1
"Itu Maudy sama Ke- mmmm"
Juno langsung menutup mulut sang istri dengan tangannya, ia pun juga sangat sudah mengenal Nesa, dan hubungan rumah tangga atara sahabatnya tersebut. Jika Selin benar-benar mengatakannya, emtah apa yang terjadi pada Ken setelah acara makan malam tersebut selesai.