
Malam yg hampir pagi jam sudah menunjukan pukul 1.40 namun dua pasang mata itu tetap terjaga menatap layar televisi dengan stik play station di tangan masing-masing.
"Jun, udah hampir pagi. gue mau tidur ah." Celetuk Ken yang tidak lain adalah sahabat masa kecil pria jangkung tersebut.
Juno masih terlihat fokus memainkan stik game tersebut, kemudian berujar. "Ken..."
"Mmmmmm???" sahut Ken menahan kantuk.
"Gua tinggal sama lo ya." celetuk juno yang membuat Ken langsung menoleh menatapnya hingga ia kalah telak dalam permainan tersebut.
"Serius lo? tapi bayar sewanya gk murah ya." sahut Ken senada bercanda.
Juno meminum segelas win yg sudah mereka berdua siapkan, ia berpikir keras tentang ucapannya karna perasaannya terhadap Selin yang semakin menggila. "Gue gak yakin, gue udah gak bisa nahan diri gue Ken." ucapnya kemudian menyalakan pemantik rokok.
"Jangan bilang..."
"Iya ken, kamar antara Selin sama gue ajah deketan, tiap gue lewat rasanya pengen masuk ajah ke kamarnya" tambah Juno memotong ucapan Ken.
"Mmmm terserah lo ajh si, tapi lo yakin? lo bener-bener udh jatuh cinta sama adik tiri lo?"
Juno mematikan puntung rokonya kedalam asbak kecil di sampingnya, ia menghela nafasnya panjang sebelum akhirnya menjawab pertanyaan yang Ken lontarkan. "Gue harap ini cuma rasa penasaran gue sama Selin, tapi setiap kali gue deket sama dia gue sendiri malah gak bisa nahan, rasanya pengen gua telanjangin ajah tuh cewe." Ujar juno dengan santai
Ken memiringkan senyumnya mendengar hal tersebut, meskipun Ken tahu perasaan Juno terhadap Selin itu salah namun dia tidak terlalu memperdulikan masalah itu. justru keduanya selalu saling mendukung satu sama lain.
"Gue balik ah!"
Tidak ada gubrisan dari Ken, saat Juno melirik kerahanya ternyata pemuda itu sudah mendengkur dengan begitu mudahnya.
***
Juno kembali kerumahnya pada malam seperapat pagi tersebut, keadaan rumah memang sangat sunyi karna mungkin Mama Alda dan Papa Aryan sudah terlelap.
__ADS_1
Perlahan Juno menaiki anak tangga, karna dirinya sudah cukup sangat kelelahan dengan aktifitas hari ini. dahinya mengerut saat pintu kamar Selin sedikit terbuka dengan keadaan lampu yang masih menyala. Insting kenakalannya terpancing, pemuda tersebut sedikit mengintip guna mrlihat apa yang sedang Selin lakukan. "Tunggu suara ini." Gumam juno melirik ke arah leptop.
Ternyata flasdisk miliknya yang selama ini ia cari-cari ada pada Selin, kecurigaannya benar ternyata Selin-lah yang telah mengambil flasdisk tersebut. ia lantas langsung masuk kedalam kamar sang adik untuk mengambil flasdisknya.
"Astagaaa kak" Selin terkejut melihat pemuda jangkung itu berada di dalam kamarnya. ia baru saja keluar dari kamar mandi dan hanya mengenakan pakaian minim tipis yang memperlihatkan pakaian dalamnya.
Juno menelan salivanya ketika melihat Selin keluar, gadis itu dengan cepat mengunci kamarnya karna takut jika Mama Alda melihat.
Dalam pikir Juno, Selin akan merasa bersalah karna telah ketahuan mengambil flasdisk miliknya, namun gadis itu tidak terlihat panik sedikitpun.
"Ustttt... nanti mamah denger, kaka jangan berisik." ujar gadis itu.
Wajah dingin Juno hanya menatapnya tanpa exspresi
"Astagaaaaa!" Selin yang baru saja tersadar akan masalah flasdisk itu. "Aku... kak aku... aku bisa jelasin." tambahnya debgan suara gugup melebarkan senyumnya menatap Juno penuh ketakutan, ia mendekati tempat tidurnya lalu meraih leptop tersebut untuk mencabut flasdisknya. Namun tiba-tiba tangan Juno menghadang tangan Selin yang akan mengeluarkan flasdisk tersebut. "Kakk?" ujar Selin keheranan.
"Kenapa?" Tanya Juno mengangkat alisnya tersenyum tipis.
Juno memiringkan senyum liciknya, ia terduduk disudut ranjang meraih leptop tersebut, kemudian berkata, "Menurut lo, gimana klo mama tau soal ini?"
"Ma... Maksud kaka?"
"Anak gadisnya menonton film seperti ini, mencuri flasdisk."
Selin menelan salivanya ketakutan, dia sadar ucapan Juno itu sedang mengancamnya, matanya sedikit membulat. "Ka aku... aku mohon jangan kasi tau Mama."
Juno terkekeh, ia menarik tangan gadis itu hingga Selin jatuh di pelukannya.
"Kak, kaka ngapain?" Ujar Selin terkejut mencoba menjauh dari Juno.
"Gue gak akan kasih tahu hal ini sama mama, lo tenang ajh." ucap Juno kemudian membelai rambut panjang gadis itu.
__ADS_1
"Tapi lepasin aku dulu ih, kaka ngapain si."
"Ustttt" Juno kembali memutar film tersebut di hadapan Selin hingga membuat wajahnya sedikit memerah menahan malu. "Bukannya tadi lagi nonton? ayo lanjutin." ucap Juno memiringkan senyumnya.
Selin menahan mencova menybunyikan wajahnya, hingga Juno melepaskan diri dari Selin. ia terbaring menonton film tersebut di hadapan sang adik dengan amat santai.
"Aku mau tidur kak." Ucap selin mencari alasan.
"Tidur ajh, besok pagi kalo Mama ngusir lo cuma karna flasdisk ini jangan aneh ya." Celetuk juno mengancam.
Selin tersentak mendengar pernyataan tersebut lalu menekuk wajahnya dengan kesal. "Sebenernya apa sih mau kakak?" Tegas selin.
Juno melebarkan senyumnya, ia menarik tangan gadis itu untuk lebih dekat dengannya, kemudian berkata. "Nonton bareng."
Selin mmebulatkan matanya, ia cukup tercamg mendengar pernyataan Juno. "Tapi aku..."
"Ya udah, kalo Mama tau hal ini gue gak tanggung jawab." Tegas juno beranjak dari ranjang tersebut. Namun Selin langsung menahannya mengiyakan ajakanya tersebut
"Tapi aku malu." ucap Selin dengan wajah merona.
"Ngapain malu, cuma nonton doang." sahut Juno yang kemabli memperhatikan layar leptop tersebut.
Akhirnya Selin pun mengiyakannya dengan terpaksa. ia tidak ingin Juno memberi tahu hal ini pada Mamanya, gadis itu kemudian terbaring di samping sang kakak yang sedang memperhatikan film tersebut.
Suara yang khas terdengar sangat ribut dari film itu, dengan tidak nyaman karna ini adalah hal pertama bagi Selin menonton film dewasa dengan seorang pria. jarak tubuhnya dengan Juno sangat dekat, pria itu sepertinya mulai terangsang dengan adegan dalam film tersebut hingga ia tidak bisa diam dan sedikit gelisah. bahkan tangan Juno yang nakal mulai merangkul Selin.
"Kak..." ujar Selin.
"Cuma gini doang!" sahut Juno.
Selin pun membiarkan hal tersebut akan tetapi Juno semakin berani, ia mendekatkan dirinya pada sang adik dan sedikit mendekap gadis itu.
__ADS_1