
"Ka..."
"Ustttthhh fokus ke leptop." Ujar Juno.
Selin mulai tidak nyaman, tangan Juno terus saja menggrayangi tubuhnya. dekapan itu semakin kuat.
"Mmm... kaa aku ngantukk." Selin berusaha mencari alasan karna ketidak nyamanannya.
"Ustttttt." hembusan nafas Juno semakin terasa, tubuh Selin mulai bergetar setiap kali merasakan hal tersebut.
Kini tangan nakal Juno sudah sampai ke dua bagian inti tubuh gadis itu, tanpa terasa tangan juno sedang mengelus ngelus dua gundukan tersebut. Selin yang merasakannya langsung menepis tangan Juno.
"Kaaa ihhh." pekik Selin. ia menyadari hal tersebut.
Semakin kencang Juno mendekapnya perasaan tidak nyaman Selin pun mulai hilang seiring iya memfokuskan matanya pada film tersebut.
"Udah pernah?" Celetuk juno yg membuat Selin mengalihkan pandangannya menatap pria tersebut.
"Kaya gitu maksud kaka?" sahutnyae menatap mata Juno yang tidak kalah fokus melihat adegan panas di layar leptop.
"Hmmmm."
Selin tidak menjawabnya pandangannya kembali teralihkan pada film. deru nafas Juno mulai tidak beraturan ia sudah mulai gelisah sesekali mengalihkan pandangannya pada gadis itu. "Sial" gumam juno dalam batinnya.
__ADS_1
Tangan nakal itu kembali mengelus-ngelus dua gundukan tersebut dengan perlahan agar Selin tidak menyadarinya. kedua insan itu sudah terpancing gairah.
"Mmmmmm kaa." Selin menahan erangan, tangan selin mencengkram kuat sprei tempat tidurnya, sentuhan Juno sudah memblokir akses pikirannya.
Juno menelan salivanya ia manatap wajah selin yang sedang menikmati sentuhan tangannya dengan rakus Juno langsung melahap bibir sang adik dengan penuh gairah.
"Mmmmmm kakk.." Selin terkejut ia mencoba melepaskan ciuman panas tersebut namun Juno semakin liar, ia bahkan meninggalkan jejak jejak kepemilikan di leher dan bagian dada sang adik. nafasnya sudah tidak karuan.
Drttt... Drttt... Suara getaran ponsel.
"Mmmmm kaaa." Gadis itu langsung tersentak jika ia sedang melakukan hal yang tidak seharusnya ia lakukan. terlebih dengan Juno kaka tirinya.
Selin menepuk nepuk bahu Juno yang saat itu sedang melummat kedua asetnya dengan penuh hasrat. "Kak lepasin udahhh." pekik Selin yang semakin kuat memukul bahunya. dengan sekuat tenaga ia mendorong Juno dan melepaskan dirinya dari dekapan pemuda tersebut. matanya menggenang manatap pria jangkung yang telah melepaskannya. Selin bahkan menarik selimut menutupi bagian dadanya yang sudah setengah telanjang.
"Sial!" Juno berdecak kesal karna tidak bisa mengendalikan dirinya. ia lalu menarik flasdisk tersebut dan beranjak keluar dari kamar sang adik.
"Gue bisa gila gara-gara selin." Gerutu Juno.
***
Selin turun dari kamarnya. karna hari itu hari libur jadi ia tidak perlu merapikan dirinya untuk pergi ke kantor. gadis itu menyapa seluruh keluarganya dengan wajah sedikit muram. "Pagi mah, pah, kak."
Mama Alda menaruh sehelai roti lengkap dengan selai coklat strawbery pada piring Selin. ia terus menekuk wajahnya dan sesekali ia melirik ke arah Juno yang terlihat lebih santai seolah semalam tidak terjadi apapun.
__ADS_1
"Selin kamu ihhh." pekik Mama Alda yang terkejut melihat noda kecupan merah di lehernya.
"Kenapa mah?" sahutnya santai, yang tidak menyadari hal itu.
Mama Alda meraih wajahnya. ia mengusap noda merah itu untuk memastikan jika itu memang bekas kecupan atau hanya noda lipstik. "Kalo pacaran tuh yg bener, kamu mulai nakal yaa sekarang." tegasnya dengan raut wajah garang.
Juno langsung tersedak saat itu juga, ketika Mama Alda memarahi Selin. ia menyadari jika hal itu dirinyalah yang telah meninggalkan bekas kecupan tersebut di leher Selin semalam.
"I-ini cuma gatel Ma."
"Kamu pikir Mama bodoh, putusin pacar kamu. baru pacaran kok udh berani kaya gini si." protes sang Mama.
Uhukkkk... hal itu cukup membuat Juno sampai tersedak. Papa aryan menepuk nepuk punggung Juno. ia hanya melebarkan senyumnya ketika mengetahui jika anak gadisnya sudah berani bermain dengan hal semacam itu.
"Juno pelan-pelan dong," Mama Alda Memberikan segelas air putih pada Juno. "Jadi cowo tuh harus bisa ngejaga cewenya, jangan kaya pacar Selin. udh pasti gak bener tuh pacarnya."
"Ih mama apaan si, aku gk punya pacar."
"Trus itu di leher apa? jangan ngarang-ngarang deh kamu."
Gadis itu sedikit cemas, ia kebingungan mencari alasan. tidak mungkin dirinya memberi tahu jika Juno yang sudah melakukan hal itu.
Dengan bibir yang mengerucut, raut wajah merona. Selin bergegas berlalu begitu saja dari hadapan keluarganya.
__ADS_1
"Di bilangin malah ngambek, Selin astaga." Celetuk Papa Aryan.
Next next like komen dan voteeee sebanyak banyaknya❤️