
Selin terduduk di samping Papa Aryan tepat di hadapan Juno, dia melirik ke arah pemuda tersebut yang saat itu sudah tampan dengan pakaian formalnya, gadis itu tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh kakak tirinya tersebut, yang ia tahu hanyalah ketampanan Juno saat itu berhasil membuatnya semakin meleleh.
"Selin. Juno juga akan turut mengambil alih perusahaan Papa, Papa harap kalian bisa bekerja sama dengan baik." Ucap Papa Aryan
"I-iya Pa."
Selin kembali melirik ke arah juno, seperti biasa pemuda itu terlihat dingin dan tidak banyak bicara, raut wajah tanpa ekspresi itu tidak terlihat membosankan di mata s
Selin, karna pesona pemuda itu benar-benar memblokir akses jalan pikirannya.
"Ahhhh kenapa dia sangat tampan," Gadis itu tersenyum menyeringhai sambil menatap wajah sang kakak, "Selin dia itu kakak tiri lo, sadar selin ssesuatu hal yg gk mungkin kalo lo bisa dapetin dia" Gumam selin dalam batinnya
"O... iya, Selin berangkat sama Juno ya, Papa ada urusan. Kakak kamu kan belum mengenal daerah sini." Celetuk Papa Aryan
Gadis itu tersentak kaget ketika papa aryan menepuk punggungnya.
"Ahh iya iyaaa."
Setelah sarapan mereka berdua pergi ke kantor bersama, seperti biasa wajah tanpa ekspresi itu hanya terdiam tidak mengeluarkan kata sedikitpun di dalam mobil. Selin mulai kesal pada sikap kaka tirinya tersebut. Merasa bosan dengan suasana hening di dalam mobil Ia memutar musik dengan suara yang sangat keras. Namun pada saat itu juga juno langsung mematikannya.
"Ih kenapa di matiin? bosen tau kaka ajah diem terus."
Gadis itu mengerutkan dahinya menatap juno dengan sinis, namun pemuda itu masih saja terdiam dengan exspresi dinginnya. Selin menggebrak mobil tersebut dengan kesal hingga membuat juno terkejut.
"Apa yg kau lakukan?" Tegas Juno meninggikan suaranya
Selin melebarkan senyumnya kegirangan mendengar suara Juno yg sekian lama selin nantikan
"Wawww kak akhirnya kau bicara" Gadis itu menyeringhai tersenyum lebar pada juno.
Pemuda itu menajamkan tatapannya, bukanlah takut. Namun selin malah semakin kagum dengan ekspresi juno tersebut.
__ADS_1
"Astaga dia benar benar sangat tampan."
Pria itu mendekatkan wajahnya pada wajah Selin, jarak keduanya sangat dekat, hingga membuat Selin terkejut memundurkan kepalanya sedikit.
"Kak? kaka mau ngapain?" ucap Selin dengan gugup
Juno mengalihkan kembali pandangannya. pria itu menginjak pedal gasnya dengan kesal, wajah dingin tanpa ekspresi itu tidak pernah terlepas dari Juno entah apa yang ada dalam pikiranya. Namun saat ini ia sangat terlihat jengkel dengan sikap adik tirinya.
mobil terhenti di lobi perusahaan, Juno menyuruhkan seseorang untuk memarkirkan mobilnya, sementara itu Juno mengikuti langkah Selin yg memang lebih mengetahui bagian dalam perusahaaan, langkah Selin dan Juno tertuju pada suatu ruangan kerja sangat luas.
"Ini ruang kerja kaka"
Selin menjatuhkan dirinya di sofa, ia menghela nafas lalu memejamkan matanya sejenak, gadis itu selalu mengambil kesempatan untuk bermalas malasan.
"Apa yg kau lakukan disini??"
Selin membuka matanya lebar-lebar, iamelirik ke arah juno
"Keluar"
"Keluar" Ucap juno dingin
selin dengan kesal langsung mengambil tasnya dan keluar dari ruangan tersebut, sementara itu juno hanya memperhatikan gadis berparas cantik itu tak hentinya, ada hal yg berbeda setiap kali ia bersama gadis itu, detak jantungnya berdebar dengan kecang meskipun sikapnya sangat dingin tidak menutup kemungkinan jika ia tertarik pada selin.
"Sial aku harus menjaga jarak darinya,"
"Bagai mana bisa aku tertarik padanya,"
"Bodohhh."
Juno terus saja menggerutu pada dirinya sendiri, tentu saja ia sudah menyadari perasaan tertariknya tersebut, dari semejak pertemuannya dengan gadis itu.
__ADS_1
*******
"Apaaaaa??? Teriak maudy teman baik selin yg terkejut mendengar sesuatu dari mulut selin. Selin mencoba menenangkan maudy dengan menyuruhnya memelankan suaranya
"Ustttt, pelanin suara lo, nanti ada yg denger"
"Gila lo sel, gila" Celetuk Maudy
"Ya gimana lagi? abisnya dia ganteng banget sih, tapi dia nyebelin banget, sikapnya udha kaya es batu, lo tau gk? tadi ajah gue di usir dari ruang kerjanya, nyebelin bangetkan."
Maudy terkekeh, ia tertawa kegelian mendengar hal tersebut, bagaimana tidak, pria manapun akan takluk jika melihat kecantikkan Selin, dan sekarang gadis itu malah di acuhkan oleh seorang pemuda, bahkan di usir dari ruang kerjanya.
"Lo suka sama kakak lo?" Maudy memiringkan senyumnya mencecar s
Selin dengan pertanyaannya.
Selin yang sedang mengunyah stik kentang tersebut langsung tersedak mendengar ucapan Maudy yang menyudutkannya. Maudy memberikan segelas air pada selin dan menepuk-nepuk punggungnya. gadis itu terdiam sejenak dan menatap ke arah Maudy.
"Gak mungkin lah" Ucap Selin
"Tapi lo ngomongin dia terus, dari awal kita makan sampe akhir."
Gadis itu menelan salivanya ia menatap maudy dengan raut wajah yg memelas.
"Iya ya? kenapa gue bahas dia terus? gue gk mungkin suka sama dia kan?" Tegas selin
Maudy lantas tertawa dengan keras menertawakan pertanyaan dan exspresi bodoh dari wajah selin
"Dasar lo gak waras, Sel."
Selin terdiam tidak menggubris ucapan maudy, selin meminum kembali minumannya memikirkan kembali ucapan maudy yg berpikir jika dirinya telah menyukai juno, yg tidak lain adalah kakak tirinya sendiri.
__ADS_1
NEXT GUYS, TOLONG BANTU LIKE KOMEN DAN BANTU VOTE SEBANYAK BANYAKNYA😭😭😭