
Keduanya masih terdiam di dalam mobil garasi rumah mereka, Juno terus membujuk selin mengajaknya turun, untuk masuk kedalam rumah, namun gadis itu terus saja menolak.
Setengah prustasi pemuda itu membujuknya, padahal di leher selin sudah terdapat sebuah syal yg melingkar menutupi tanda merah kepemilikan juno.
"Astaga sel apa lagi?"
Pria itu mulai kehabisan kesabarannya, ia bahkan mengepalkan tangannya memukul kemudi dengan kesal.
"Aku laper!"
Juno berdecak kesal, bagaimana tidak sepanjak jalan gadis itu mengabaikan ucapannya, tidak mengeluarkan swepatah katapun dari mulutnya
"Kenapa baru bilang sekarang? bukan dari tadi" tegas juno
"Sekarang sama tadi apa bedanya?"
"Sel, kalo lo bilang dari tadi kan gue bisa beli di jalan" Tegas juno meninggikan suaranya, hingga membuat selin terkejut.
juno memang seorang pemuda yg cukup temperament, hal sekecil apapun, jika itu memancing kekesalannya, ia akan langsung bersikap sedikit garang.
Gadis itu tertunduk meremas dressnya dengan perasaan yg ketakutan, matanya menggenang tidak berani menatap wajah juno saat itu, pemuda itu akhirnya mengalah, ia menghela nafasnya dengan kasar lalu kembali membujuk selin.
"Yaudah oke, maaf."
Juno meraih tengkuk wajah selin, dan menatap bola matanya yg menggenang.
"Kamu mau apa?" ucap juno dengan nada terendah.
"Aku mau kamu boleh?"
__ADS_1
Jawaban selin berhasil melelehkan hatinya, pemuda itu memiringkan senyumnya lalu mengecup pucuk kepala selin.
"I'm only yours dear"
"Yaudah kalo gitu kamu buatin aku makan ya."
"Tapi sel"
Bagaimana bisa, seorang juno tidak bisa memasak, dan sekarang gadis itu memintanya untuk membuatkan sebuah makanan, demi sang adik, upss, sang kekasih akhirnya juno mengiyakan hel tersebut.
Keduanya turun dari mobil dengan beriringan, mereka tertawa bercanda bersama, sambil menuju kamar masing-masing untuk berganti pakian.
"Mau aku masakin apaan?"
Juno meraih bahu selin sambil menaiki anak tangga bersama gadis itu, suasana rumah sudah sepi karna saat itu jam memang sudah menunjukan pukul 1 malam.
"Yaudah mie rebus ajh ya"
Juno melebarkan senyumnya sambil berlalu. selin masuk kedalam kamar, wajahnya terus saja memancarkan senyum yg berbinar sambil menatap juno yg saat itu sedang berjalan menuju kamarnya.
Setelah beberapa lama mereka berganti pakaian, selin keluar kamar dan di sana sudah ada juno yg menunggunya tepat di ambang pintu kamar tersebut, pemuda itu terkejut ketika selin mengenakan pakaian yg memang mungkin model pakaiannya hampir rata rata seperti itu, minim dan transparan, memeperlihatkan bahu indahnya.
"Sel bajunya?"
"Kenapa? kebesaran" ucap selin, padahal saat itu ia hanya mengenakan hotpant dan tangtop crop yg memperlihatkan bahu dan juga peeut ratanya.
"Nanti kalo mama liat gimana? itu merah merahnya"
Selin terkekeh, bagaimana mungkin di jam segini mama alda akan terbangun, ia melebarkan tawanya dan langsung menggenggam tangan juno menuju ke lantai dasar.
__ADS_1
"Mama pasti udah tidur kak, kamu gak perlu khawatir"
Juno sedang memasak mie instannya untuk sang gadis pujaan, selin nampak santai memainkan ponselnya di meja makan sambil sesekali lirikan matanya teralihkan pada pemuda jangkung, yg sedang menyiapkan makananan untuknya tersebut.
Gadis itu mulai tidak sabaran, ia menghampiri kakak tirinya sekaligus juga kekasihnya untuk memperhatikan pemuda itu dari dekat, pesona juno memang sudah tidak di ragukan, seorang selin yg notabenenya adalah gadis yg tidak pernah memperdulikan siapapun pria yg berusaha mendekatinya, ternyata dia malah takluk oleh seorang juno, yg tidak lain adalah kakak tirinya sendiri.
"Ponsel kamu bunyi tuh kak"
Juno melirik ke arah ponsel yg tergeletak di atas meja makan.
"Kamu gantiin aku dulu ya" Ucap juno
Gadis itu langsung mengambil alih rebusan mie istan tersebut, yg sedang di masak oleh juno, entah siapa yg malam-malam seperti ini menelphone, selin tidak terlalu memperdulikan hal tersebut, ia terus menunggu mie tersebut matang dan tetap terjaga, berdiri di depan kompor.
"Kak udh belum?" teriak selin memanggil juno
Tangan pemuda itu langsung melingkar di atas perut rata milik selin, ia bahkan menghirup aroma tubuh gadis itu penuh penghayatan, sesekali juno mendaratkan kecupannya di bahu selin dengan deru napas yg tidak beraturan membuat bulu kuduk selin merinding.
"Kak nanti mama liat"
Pemuda itu memiringkan senyumnya, ia langsung kembali mengambil alih masakan tersebut, dan menyuruh selin untuk duduk menunggunya.
"Sana gih, aku mau siapin ini dulu"
"okey!" ucap selin sambil berlalu.
Juno membawa semangkuk mie yang akan ia hidangkan untuk selin, mie tersebut terlihat biasa saja dengan tambahan telur rebus dan irisan cabai, namun ada yg membuat selin berbinar, saus yg dituangkan dengan sengaja dalam bentuk hati, membuat gadis itu memancarkan senyumnya menatap wajah juno.
NEXT GUYS, LIKE KOMEN DAN BATU VOTENYA DONGG YG BNYK😀😍
__ADS_1