Bad Brother

Bad Brother
Chapter 43


__ADS_3

"Kak?"


Selin memeluk tubuh sang kakak, ia mencoba melepaskan kerinduannya saat itu, setelah dua hari lamanya tidak bertemu.


Namun entah mengapa Juno terlihat dingin, ia bahkan tidak membalas pelukan Selin saat itu, dan malah mencoba melepaskannya, memilih untuk memasukan koper yang berisikan barang-barang sang adik.


"Kita gak ada waktu lagi Sel, ayo cepet sebelum mama papa ngeliat." tegas Juno


Terjadi keheningan selama perjalanan menuju apartemen, Selin dengan mata yang menggenang hanya terus menatap ke arah luar tanpa memandang wajah sang kakak, begitupun Juno, pandangannya hanya tertuju ke arah jalanan, pemuda yang biasanya selalu menatap wajah cantik Selin tanpa melewatkan satu detikpun, seketika berubah setelah masalah ini dimulai.


"Kak Juno cuekin aku, aku salah apa?." Gumam Selin dalam batinnya.


Juno membawa koper sang adik dari mobil, gadis itu tidak banyak bicara, ia hanya diam mengikuti langkah Juno yang akan membawanya masuk kedalam apartemen.


Juno menekan tombol-tombol password untuk membuka apartemen tersebut, setelah pintu terbuka keduanya masuk kedalam, suasana masih dingin, tidak ada obrolan yang terjadi di sana, Juno terduduk dengan kaku, pandangannya sama sekali tidak teralihkan, ia tidak berani menatap sang adik.


Juno kebingungan, dia harus memulainya dari mana, selama dua hari ini dirinya telah meninggalkan Selin, tentu pasti gadis itu sangat kecewa padanya.


"Sel." ucap Juno dengan suara yang bergetar.


Pemuda itu mencoba memberanikan diri menatap Selin, ia bahkan menghampiri sang adik dan menggenggam tangannya.


"Maafin aku Sel."


"Gapapa kak, aku ngerti kok, asal kamu gak ninggalin aku beneran."


Gadis itu menenggelamkan dirinya di dua bola mata indah milik Juno, Selin bahka langsung menyandarkan kepalanya di dada bidang milik sang kakak, Pemuda itu menelan salivanya, ia benar-benar kebingungan harus mengatakan apalagi pada gadis itu, semua kata di otaknya mendadak hilang.


"Kamu kenapa? aku gak masalah, aku sayang sama kamu, aku gak mau kamu pergi."


Selin menyentuh lembut wajah sang kakak dengan mata yang menggenang.

__ADS_1


"Sel maafin aku."


Kata itu yang terus terucap dari mulut Juno, hingga membuat raut wajah Selin berubah datar tanpa ekspresi, tentu gadis itu mulai sadar atas kata maaf yang terus berulang-ulang terucapkan dari mulut Juno, ia bahkan menarik kembali tangan yang menempel di wajah sang kakak, dengan mata yang membulat.


"Jangan bilang kalo-"


"Kita harus udahin semua ini."


Tubuh Selin bergetar, serasa tertimpa balok berukuran besar, ia merasa sangat hancur ketika Juno mengatakan hal itu.


"Jadi maksud kamu-"


Air mata gadis itu mulai berjatuhan, ia tidak menyangka jika Juno akan mengambil keputusan seperti ini, setelah apa yang sudah Juno lakukan padanya.


"Maafin aku Sel, ini semua salah, ini semua gak ben-"


"Plakkkkk"


"Setelah semuanya udah kaya gini kamu bilang ini gak bener,"


Selin terkekeh, bagaimana tidak, sejak awal Juno yang terus mendesaknya agar hubungan ini tetap terjadi.


"Dari awal aku udah bilang sama kamu, kalo ini salah, tapi apa? kamu selalu ngeyakinin aku buat terus jalanin hubungan ini, aku bahkan udah nyerahin harga diri aku sama kamu kak."


Selin menjerit, ia memukul tubuh Juno dengan begitu kerasnya, Selin benar-benar hancur saat itu, merasa tidak adil jika Juno harus meninggalkannya begitu saja tanpa memikirkan perasaannya.


"Tapi Sel-"


"Cukup!,"


"Kamu egois kak, kamu sama sekali gak pernah mikirin gimana perasaan Aku."

__ADS_1


Selin menarik kembali kopernya dengan air mata yang terus berderai, gadis itu keluar dengan penuh kemarahan meninggalkan apartemen Juno.


"Sel, tunggu Sel, kamu mau kemana Sel?"


Juno berteriak mencoba menghentikan sang adik, Namun saat itu Selin benar-benar sudah sangat kesal pada Juno.


"Ahhhhhh."


Juno melempar semua benda yang ada di mejanya, ia pikir Selin akan mengerti, tetapi ia salah, ternyata hal ini malah menyakiti perasaan gadis itu, dan Juno benar-benar sudah menyakiti tiga perasaan sekaligus, Ayahnya, ibu tirinya, dan sang adik tiri yang tidak lain adalah kekasihnya.


"Kak Juno bener-bener jahat, dia mau ninggalin aku, mau udahin semuanya gitu ajah." Gumam Selin dengan air mata yang terus berjatuhan.


Entah kemana gadis itu akan melangkahka kakinya, tentu saja jika kembali ke rumah sang Mama tidaklah mungkin, Ponsel Maudy tidak bisa di hubungi, dan sekarang gadis itu sudah berada di dalam sebuah taksi.


"Aku nyesel udah nyerahin semuanya sama kamu kak."


Batin Selin terus menjerit, ia bahkan meremas ujung dress yang ia kenakan sambil terus meluapkan kemarahannya lewat dalam tangisan.


Hingga taksi itu terhenti di depan gerbang rumah besar, yang entah milik siapa, Selin menarik kopernya yang besar menghampiri pintu utama rumah tersebut, tidak lupa ia mengetuk dan menekan bel rumah tersebut.


Cukup lama Selin menunggu, akhirnya seorang pria jangkung paruh baya membukakan pintu tersebut.


"Selinn?." Ucap pria itu senada terkejut


Selin langsung menatapnya dengan mata yang menggenang, ia bahkan langsung memeluk pria itu dengan penuh kerinduan.


"Papah."


NEXT GUYS, LIKE KOMEN DAN BANTU VOTENYA😭😭😭


NEXT

__ADS_1


__ADS_2