Bad Brother

Bad Brother
Chapter 4


__ADS_3

Siang itu selin telah kembali dari luar kantornya setelah jam makan siang. Ia kembali mengerjakan pekerjaan kantornya hingga waktu sudah hampir menunjukan, jika jam kerja akan segera berakhir.


Tok… tok…


Seseorang mengetuk pintu ruangan Selin perlahan, hingga membuat fokus gadis yang sedang menyelesaiakan pekerjaannya tersebut berkurang.


“Masuk…” sahut Selin.


Salah seorang pegawai perusahaan memasuki ruangan tersebut dan langsung mengatakan, “Nona Selin, Tuan menyuruh saya untuk memanggil Nona, agar segera datang menemui Tuan Juno diruangannya.”


Belum hilang rasa kesal Selin pada Juno, tetapi Pemuda itu sudah berani menyuruhnya untuk segera datang ke ruangannya. “Oke, terima kasih.” Ucap Selin.


Pegawai tersebut berlalu keluar, Selin melirik kearah jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Saat itu waktu bekerja akan segera berakhir. Selin meraih kaca didalam tasnya, dan merapikan riasannya sebelum pada akhirnya gadis itu keluar, untuk segera pulang, tetapi sebelum itu Selin harus menemui Juno diruangannya, untuk memenuhi panggilan yang disampaikan oleh salah satu pegawai barusan.


Selin mendorong pintu ruangan kerja sang Kakak perlahan dan berkata, “Kak?” Sorot matanya mengabsen setiap sudut ruangan, mencari keberadaan pemuda jangkung yang telah memanggilnya tersebut, Selin melangkah mendekati meja kerja dihadapannya, disana hanya terdapat jam tangan dan ponsel Juno yang tergeletak. Mata indah Selin melirik kearah pintu kamar mandi yang tertutup.


“Kak Juno pasti ditoilet.” Gumam Selin.


Drrttt… Drrttt…


Selin melirik kearah ponsel Juno yang bergetar, matanya membulat sempurna saat melihat gambar dirinya ada dalam ponsel milik Juno. Tangannya langsung mencoba meraih ponsel tersebut.

__ADS_1


“Ngapain lo?”


Selin tersentak, Juno bahkan langsung meraih ponsel tersebut dan memasukannya kedalam saku.


“Aku… Aku… itu aku…”


“Apa?” tegas Juno.


“Tadi staf bilang, kaka nyuruh aku kesini."


Juno menelan salivanya, perasaanya sedikit tidak nyaman, karna khawatir jika Selin sudah melihat isi ponselnya.


“Gak mau, itukan kerjaan kakak, ngapain aku yang harus kerjain?” tolak Selin ketus.


“Kalo gue bisa juga gak bakal gue nyuruh lo.”


Selin menghela nafasnya, ia mengalah karna Juno yang masih terbilang baru, dan khawatir jika pemuda itu akan membuat kesalahan, ia langsung beranjak dari duduknya, mendekati Juno yang sedang berhadapan dengan layar leptop.


“Cuma gini doing gak bisa," gerutu Selin.


Gadis itu membungkukan badannya, mengambil alih leptop yang berada didepan Juno, tanpa ia sadari pemuda itu sedang menatap wajahnya, ingin rasanya Juno menyentuh wajah sempurna yang dimiliki oleh Selin, Ia sampai tidak bisa mengedipkan matanya saat memperhatikan kecantikan Selin yang nyaris tanpa cacat.

__ADS_1


“Lo cantik, Sel.” Gumam Juno dalam batinnya.


Garis bibir Selin yang melengkung sempurna, mata sendu dengan bulu mata yang lentik, hidung mancung dengan ukuran yang sempurna. Bahkan Juno berpikir andai saja jika Selin bukan adik tirinya, mungkin saja pemuda itu akan menjadikan Selin sebagai kekasihnya.


Juno mendekatkan dirinya pada Selin, sambil sesekali melirik keayar leptop yang sedang Selin kendalikan. Aroma tubuh gadis itu bisa dengan jelas tercium mengetuk pintu hidung Juno.


“Ud-“


Selin tidak berkutik saat hidungnya tidak sengaja menyentuh wajah tampan sang Kakak, ia sendiri tidak menyadari kenapa wajah Juno bisa berada sedekat itu dengannya. Jantung keduanya berdegup kencang, Juno sendiripun tidak menyangka hal ini akan terjadi, entah ia harus merasa senang atau tidak, yang jelas perasaannya sekarang benar-benar sudah tidak karuan.


“Ma-maaf, aku gak sengaja.” Ucap Selin.


Juno yang tidak kalah gugup hanya terdiam, ia menjadi salah tingkah saat hal itu terjadi begitu saja.


“U-udahkan? Aku nunggu kakak dimobil.”


Selin berlalu dengan sangat tergesa-gesa, jantungnya berdebar, wajahnya menjadi merona, ia pun tidak mengerti kenapa hal itu terjadi. Terlebih gambar dirinya yang berada didalam ponsel Juno, Selin begitu menyimpan banyak pertanyaan diotaknya tentang tingkah konyol sang Kakak.


“Astaga kenapa gue jadi salah tingkah gini,” gumam Selin sebab sosok Juno terus menghantui pikiran Selin, gadis itu bahkan terlihat sangat gelisah setelah ia tidak sengaja menempelkan hidungnya diwajah Juno.


Bahkan saat pemuda itu datang menghampiri Selin yang sudah menunggu didalam mobil, ia terus menyembunyikan wajahnya tidak berani melirik kearah Juno sama sekali. Begitupun sebaliknya.

__ADS_1


__ADS_2