Bad Brother

Bad Brother
Chapter 24


__ADS_3

Tubuh selin bergetar, ia menatap dirinya di cermin dengan perasaan tidak karuan nafasnya terengah engah, ia membasuh wajah cantiknya dan sesekali melirik ke arah cermin


"Apa kak juno tahu? gak gak boleh, dia gak mungkin tau"


Selin menelan salivanya, raut wajahnya terlihat sangat cemas, terlebih akan sikap kurang ajar juno padanya, dan sekarang mama dan papanya pergi, ia hanya takut jika juno akan melakukan sesuatu padanya


Air shower mengalir membasahi tubuh selin, matanya terpenjam larut dengan rasa cemas yg sedang menghantui pikirannya.


"Aku harus waspada"


Selin memakai handuk untuk menutupi tubuhnya, ia segera keluar untuk mengunci dirinya di dalam kamar hingga keesokan harinya.


"Ahhhhhhhhh" Selin terkejut berteriak, ketika mendapati Juno yg saat itu sedang menyandarkan tubuhnya di tempat tidur.


"Kenapa teriak teriak sih?


Juno mengerutkan dahinya menatap selin yg saat itu baru saja keluar dari kamar mandi


"Kaka ngapain disini"


Selin menyilangkan tangannya untuk menutupi bagian dada yg saat itu telah tereksposh secara langsung oleh mata kepala juno


"Terserah gue dong"


"Gak ini gak bener, kaka buruan keluar"


Selin menarik tubuh juno dari tempat tidur untuk menyuruhnya keluar, namun juno saat itu tetap diam seolah menolak hal tersebut dari selin


"Lo ngapain si sel? gue cuma tiduran doang" juno menyangkal tangan selin yg saat itu terus menariknya


"Gak, kakak gak boleh disini, kakak harus keluar" Selin terus menarik tubuh juno, namun kaki basahnya membuat selin tergenlicir, ia terjatuh di atas tubuh junno dengan sempurna


"Aduhhhh"

__ADS_1


"Sel lo udh gak sabar ya?" Juno memiringkan senyumnya menatap gadis itu yg terjatuh di atas tubuhnya, sangat terlihat jelas dua gundukan itu menyentuh dada bidang milik Juno


"Dasar mesum" Selin melarikan diri, ia mengunci dirinya di kamar mandi sambil menunggu kepergian juno yg saat itu terus berbaring di ranjangnya


"Sel lo ngapain di dalem" Teriak Juno dari luar, juno mengetuk pintu kamar itu sesekali.


"Sel lu lagi muasin diri lo sendiri ya?" Celetuk juno hingga membuat selin terkejut mendengarnya, bagai mana mungkin juno yg dulu bersikap sangat acuh pada selin sekarang malah berbicara secara terang terangan pada gadis itu tanpa rasa malu.


Selin tidak menjawab satu patah katapun, dia tetap diam duduk di atas kloset sambil menunggu juno pergi dari kamarnya.


"Yaudah oke gue keluar, munafik lo sel" Celetuk juno dengan santainya


mendengar hal tersebut selin hanya memainkan mimik wajahnya seolah tidak terima dengan ucapan juno


"Dasar mesuk, gila, gak waras" Kata kata itu keluar begitu saja dari mulut selin, memang benar apa yg dikatakan juno, selin itu munafik, ia selalu menyangkal hal tersebut tetapi setiap melihat juno seakan dirinya telah terhipnotis, ketampanan pria jangkung itu benar benar memabukan bagi selin.


Dia bernjak dari kloset, membuka pintu kamar mandi secara perlahan, kepalanya mengintip mencari keberadaan juno, nampaknya pria itu benar benar sudah keluar dari kamarnya.


Selin bernapas lega, melangkahkan kakinya menuju pintu kamar dan sesegera mungkin menguncinya agar juno tidak bisa keluar masuk sembarang.


Juno merebahkan tubuhnya sambil menatapi langit langit kamar, terbayang bayang bagaimana tubuh indah selin jatuh tepat di atasnya, bahkan dua gundukan tersebut yg menempel tepat di dada lebarnya tidak bisa ia lupakan


"Sial, gue bisa gila kalo begini" juno berdecak kesal, ia mengacak ngacak rambutnya prustasi berharap bayangan itu hilang dari pikirannya


Tiba tiba saja ponsel juno bergetar, ada pesan masuk dan juno langsung membacanya


*Ken: Gue di depan rumah lo,buruan turun


Juno: Ok*


Juno langsung beranjak menghampiri Ken yg sudah berada di depan rumahnya


"Cepet banget lu?"

__ADS_1


"Gue kan gak sabar buat ketemu sama ade lu" Ken menyeringai pada juno seolah sengaja agar juno terluhat kesal


"Dia cuma milik gue" Juno berjalan santai masuk di ikuti oleh ken


Terlihat selin sedang mengeluarkan banyak makanan dari dalam kulkas, hingga kedua pria itu meliriknya


"Eh selin" Ken mulai menggoda selin denfan sengaja di hadapan juno


Gadis itu meneguk sebotol susu dingin yg ada di dalam kulkas


"Hay ken? Udah lama?" Selin menyapanya dengan manis di hadapan juno


"Baru aja dateng, itu buat gue ya, gak usah repot repot sel" ken semakin memancing kekesalan juno terhadapnya


"Gak usah so cantik deh sel di depan temen gue" Juno mengerutkan dahinya dengan wajah dingin tanpa exspresi, tatapannya tajam


"Lah aku cuma nyapa temen kaka, salahnya dimana?"


Juno memiringkan senyum piciknya, sedangkan ken merasa sepertinya akan terjadi pertengkaran hebat antara juno dan selin


"Udah ayo ke kamar lo, cuma gitu doang" Ken menarik tangan juno, namun wajah kesal juno masih menatap selin dengan tajam, terlihat sedikit ketakutan di wajah selin ketika juno menatapnya


"Ayoooo"


"Tadi pagi lo nikmatin ciuman dari gue, dan sekarang sikap lo kaya gini" Juno mulai kesal meninggikan suaranya


Sedangkan selin terkejut mendengar hal tersebut, bagaimana mungkin juno mengatakan hal itu secara terang terangan di hadapan ken. Gadis itu menatap wajah juno kesal, ia membawa makanannya melewati juno untuk pergi ke kamar.


"Lo itu udah jatuh cinta sama gue, dasar munafik"


Langkah selin terhenti, ia memalingkam tubuhnya menatap juno tajam, matanya mulai menggenang sepertinya selin sudah tidak bisa menahan rasa kesalnya terhadap juno


"Bruakkkk" Selin melemparkan semua makanannya di hadapan juno hingga membuat kedua pria itu terkejut

__ADS_1


"Terus kenapa kalo aku jatuh cinta sama kakak? apa urusannya sama kakak, apa yg bakal kakak lakuin? gk ada kan?" Selin meninggikan suaranya, air matanya mulai berjatuhan, pengakuannya benar benar langsung membuat juno bungkam.


NEXT GUYS ,LIKE KOMEN DAN BANTU VOTE SEBANYAK BANYAKNYA❤️


__ADS_2