
Juno Fernando
Hari ini adalah kali pertama aku menginjakan kaki di indonesia, Aku anak satu satunya dari Aryan Fernando, setelah ibuku meninggal ayahku memutuskan untuk menikah lagi.
Entah seperti apa wajah ibu tiriku aku juga tidak tahu karna pada saat ayahku menikahinya aku sedang sibuk menyelesaikan pendidikanku, sekaligus mengurus perusahaaan dari pihak ibuku,byg berada di london.
Aku adalah Juno Fernando 24thn.
*****
"Ahhhh akhirnya aku bisa bermalas malasan dirumah." Ucap Selin sambil meregangkan otot-ototnya, menghirup udara pagi.
Namun tanpa ia sadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya dari lantai atas, sambil menikmati secangkir kopi hangat di pagi hari, entah apa yg dilakukan oleh pemuda itu, namun tatapannya berbeda. Meskipun ia bersikap dingin, jauh di lubuk hatinya, pemuda itu sangat mengaggumi kecantikan yang dimiliki oleh adik tirinya tersebut.
Juno mengambil gambar Selin secara diam-diam melaui ponselnya, pandangannya terus tertuju pada gadis itu hingga akhirnya Selin menyadari jika Juno sedang memperhatikannya saat itu.
"Kak..." ucap Selin dengan suara memekik
Pemuda itu terkejut membulatkan matanya, ketika Selin memanggil dari lantai dasar.
"Sial."
Juno berdecak kesal ketika selin telah menyadari hal tersebut. Pemuda itu langsung masuk kembali ke dalam kamarnya, ia bahkan tidak menggubris teriakan selin yg memanggilnya barusan.
"Itu sikap apa es batu? Dingin banget." Celetuk selin dengan sebal.
Selin membuka pakaiannya, ia hanya mengenakan bikini dan bersiap untuk menjatuhkan dirinya ke dalam kolam renang yang berada di hadapannya.
Byurrrrr...
__ADS_1
Selin berenang dengan santai menikmati cutinya, tubuh indah tanpa cacat seakan menyempurnakannya, gadis itu benar-benar beruntung, meskipun kedua orang tuanya berpisah. Namun hal itu tidak membuat dirinya kekurangan kasih sayang sedikitpun.
Juno melirik kesetiap sudut kolam renang, namun tidak menemukan apapun, Dia berjalan di pinggiran kolam melihat air yg tenang tersebut dia masih penasaran dengan suara yg ia dengar.
Tiba tiba seseorang menarik kakinya hingga Juno terjatuh kedalam kolam tersebut.
"Ahahaaaa... kakak pasti lagi nyariin aku kan."
Juno melebarkan matanya melihat pakaian minim yg selin kenakan dia terdiam sejenak. namun Selin membuyarkan tatapannya dengan menyipratkan air kolam tersebut ke wajahnya.
"Kaaa kenapa kaka diem?"
Juno masih saja bersikap dingin pada Selin mungkin karena belum lama ini bertemu kecanggungan itu belum hilang. Dia tidak menggubris sang adik, pemuda itu lantas keluar dari kolam tersebut dengan raut wajah mengerikannya.
"Kaaa... kaka mau kemana tunggu."
Juno hanya memalingkan wajahnya menatap selin dengan tajam tanpa ekspresi.
"Owww, nggk, maksud aku, kakak boleh pergi." Ucap Selin sedikit ketakutan karena Juno menatapnya dengan tajam.
"Mmmm, coba ajah kaka bukan anak papa," Selin terus memperhatikan pemuda itu yg sudah menjauh dari hadapannya. "Hmmm aku pasti sudah sangat tergila-gila."
*****
Waktu menunjukan pukul 20.45, saat itu selin sudah stay di meja makan untuk menikmati hidangan makan malam bersama keluarga.
"Maaa dimna juno?" Tanya papa Aryan
"Masih di atas mungkin, sebentar mama panggilkan"
Selin bersikap santai, dia meminum jus yang tersedia di meja makan, Papa Aryan sudah mulai mencicipi makanan, sedangkan Mama Alda pergi ke atas menuju kamar Juno untuk memanggil pemuda tersebut, mengajaknya makan malam bersama.
__ADS_1
"Cukup kan cutinya?" Ucap Papa Aryan.
Sorotmata selin teralihkan pada sang Papa yang berada disampingnya.
"Sehari lagii yaaa, plis."
"No No No"
"Tapi Pa."
Selin terus berusaha membujuk sang Papa, hingga mama Alda pun turun setelah memanggil Juno.
"Mana juno maa?" ucap papa aryan
"Juno menyuruh kita untuk makan duluan pa."
Papa Aryan menghela nafasnya dan menggelengkan kepala. Ia merasa sedikit kecewa pada putranya karna tidak pernah mencoba untuk menjalin keakraban dengan keluarga barunya.
"Mungkin Juno belum terbiasa, masih canggung." Celetuk Mama Alda
"Bagai manapun dia harus beradaptasi dengan lingkungan barunya ma, jika dia terus seperti ini kapan dia akan terbiasa?" Tegas Papa Aryan
Selin hanya terdiam mendengar ucapan Papa Aryan, dia terbangun dari duduknya dan langsung meminum segelas air lalu pergi kembali ke kamar.
"Selinn habiskan makanan kamu." Teriak Mama Alda
"Sakit perut Ma." pekik Selin sambil berlalu. Dalam langkahnya ia terus saja memikirkan kejadian tadi siang karna sudah membuat Juno basah kuyup, memang tujuannya adalah untuk menjalin keakraban. Namun Selin tidak menyadari jika dia adalah Juno Fernando bukan Selin Alisster yg bisa dengan mudah berinteraksi dengan seseorang.
"Atau jangan jangan kak Juno marah."
"Tapi kan aku cuma bercanda."
__ADS_1
Selin menekuk wajahnya, dia tetap saja merasa bersalah karna sudah mengganggu Juno, terlebih pemuda itu baru beberapa hari datang, perasaan tidak karuannya mulai muncul.
NEXT GUYS, LIKE KOMEN DAN TOLONG BANTU VOTE SEBANYAK BANYAKNYA😭😭