
Dalam sunyinya malam Nesa hanya terduduk di tepi ranjang menunggu kepulangan sang suami. khawatir, cemas, takut rasa itu kian menjadi satu. setelah pertengkaran Ken belum juga kembali, dalam batin Nesa ia terus bertanya-tanya. dimana Ken sekarang? sedang apa? dan dengan siapa?
Setetes air matanya mengalir, Nesa benar-benar takut ditinggalkan. setitik penyesalan itu datang. ia sadar jika diirnya terlalu egois, terlalu mengkhawatirkan sesuatu yang belum tentu akan terjadi.
"Maafin aku, Ken." Nesa menyeka air matanya yang mengalir. "Aku tau aku salah, aku cuma takut kamu ninggalin aku." gumam Nesa lirih.
Ledakan gemuruh mulai terdengar, kilat-kilat menyambar disertai angin milau terlihat dari balik jendela kamar Nesa. ia beranjak mencoba menutup tirai dengan mata yang menggenang. "Cepet pulang, Ken. Maafin aku karna udah bikin kamu gak nyaman." jerit Nesa dalam batinnya.
Air matanya terus saja mengalir, "Aku janji, aku bakalan berubah, aku bakalan pertahanin rumah tangga kita."
Debaran dihati Nesa tidak karuan, perasaannya sangat cemas dan khawatir saat gemuruh terdengar begitu mengerikan. dalam pikirannya hanya Ken, Ken, dan Ken.
Ditempat lain pada saat yang bersamaan. Maudy menatap kedua bola mata indah milik Ken, senyumnya terpancar diantara kesedihannya kemudian gadis itu memeluk Ken dengan sangat erat. "Jangan bawa Kenia dari gue! gue cuma punya dia."
__ADS_1
Ken membalas pelukan Maudy, ia bahkan mengelus dan meraih wajahnya. "Mulai sekarang gue bakalan ada buat Lo sama Kenia." ucap Ken kemudian langsung meraup bibir Maudy dengan penuh kelembutan.
Maudy membalasnya, ia membuka celah dibibirnya agar lidah Ken bisa masuk mengabsen setiap titik rongga mulutnya, keduanya saling memeluk menghisap dan mengelus satu sama lain.
Semakin lama ciuman tersebut semakin menuntut, keduanya bertumpang tin*dih diatas sopa hingga Ken mulai terpancing oleh api gairah pada saat Maudy pasrah mengalungkan tangannya diatas bahu lebar milik Ken.
Tentu tidak ada masalah jika Maudy menerima apa yang Ken lakukan sekarang padanya, karna statusnya sudah menjadi istri Ken meskipun belum diketahui oleh fublik.
"Mmmhhmm..." Maudy melenguh saat Ken melahap dua asetnya dengan begitu rakus, wajah gadis itu sampai melengkung keatas begitu mendapat kecupan-kecupan di bagian leher sampai pada pusat gundukannya.
"Kkk...ennn mmm." Lenguh Maudy saat ia merasakan suseuatu yang keras menerobos lubangnya.
Cengkraman kuat Maudy daratkan di atas bahu Ken, setetes air mata gadis itu sampai keluar dari pelupuk matanya, saat hentakan pertama yang Ken lakukan berhasil membuat seluruh kelelakiannya berada di dalam.
__ADS_1
Dipotong...
Maudy mengerjap, tubuhnya terasa sangat sakit. ia tersadar jika ada sesosok laki-laki yang sedang memeluknya sekarang.
Tangan Maudy menyentuh pelipis kepalanya yang terasa sakit, pakaian yang berserakan seolah menjadi saksi betapa sengitnya penyatuan semalam. keduanya sampai harus terlelap di ruang tamu tanpa sehelai benangpun.
"Gila, untung pintunya dikunci." batin Maudy. ia langsung melirik kearah wajah pria yang berada tepat disisinya, mengeluarkan suara dengkuran yang khas dengan posisi memeluknya.
"Andai ajah gue satu-satunya," gumam Maudy kemudian mengelus wajah Ken dengan penuh kelembutan.
"Kalo masih kurang, gue masih sanggup." celetuk Ken yang ternyata sudah terbangun dari tidurnya.
Mata Maudy membulat, tangannya digenggam erat oleh Ken, pria itu bahkan mengeratkan pelukannya dan Cup... satu kecupan manis mendarat dibibir Maudy.
__ADS_1
"Mmmm... lepas," Maudy mendorong perlahan tubuh Ken melepaskan penyatuan bibir tersebut. "Gue mau mandi, keburu ada yang dateng." tambahnya kemudian beranjak mengambil satu persatu pakaian yang berserakan dilantai.
LIKE LIKE LIKE VOTE KOMEN...