Bad Brother

Bad Brother
Chapter 52


__ADS_3

SCANE DAN PART BONUS!!! KARNA PEMERAN UTAMA DAH HAPPY ENDING. LIKE DULU DONG, VOTE, BARU DEH DEMO KOMEN MINTA LANJUT😄😬😜❤️


***


5 Tahun berlalu


"Ah ribet, Nyesel aku belanja banyak kaya gini."


Selin terus saja menggerutu, sambil membawa beberapa paper bag belanjaannya, ia memang selalu menghabiskan waktu belanjanya seorang diri, karna hari ini adalah hari libur, ia bebas meninggalkan buah hati kecilnya bersama Juno, ayah dari anak tersebut.


Bruakhhggg... barang barang itu berjatuhan lagi dan lagi, meskipun sudah beranak satu, Selin masih saja bersikap ceroboh.


Seorang wanita menyodorkan beberapa belanjannya yang terjatuh, membantu Selin membereskannya.


"Terima kasih."


Selin mendongakan wajahnya menatap wanita tersebut.


"Maudy?"


Gadis itu beranjak, dengan keadaan mata yang membulat, "Ahhhhhhh, lo kemana ajah?"


Selin memeluk tubuh Maudy dengan begitu erat.


"Gak nyangka ya kita bisa ketemu disini? lo masih tetep sama gak warasnya kaya dulu." Celetuk Maudy


"Lo kemana aj-"


"Mamy?"


Seorang gadis kecil menarik pakaian yang Maudy kenakan, dengan begitu menggemaskan, hingga membuat ucapan Selin langsung terhenti.


"Tunggu-tunggu ini?"


"Dia anak gue." Celetuk Maudy memiringkan senyumnya


Selin semakin terkejut, lima tahun berlalu, keduanya sekarang sama-sama sudah memiliki seorang putra dan putri masing-masing.

__ADS_1


"Gila kok lu gak ngasih tau gue?"


Selin mengangkat tubuh kecil buah hati Maudy.


"Sayang, nama kamu siapa?" ucap Selin oada gadis kecil tersebut


Gadis kecil itu masih terdiam, menatap Selin dengan amat polos


"Dia Kenia," Maudy mengambil alih tubuh sang buah hati, dari Selin. "Gue harus pergi Sel."


Selin mengerutkan dahinya, entah kenapa tiba-tiba saja Maudy terlihat sangat buru-buru.


"Tunggu dulu, alamat sama nomor ponsel lo mana?"


Maudy mengambil secarik kertas, dan memberikannya pada Selin, ia begitu sangat tergesa-gesa berlalu membawa sang buah hati.


"Dahh Sel." ucap Maudy sambil berlalu.


***


"Kelvin? ayo sama Om"


Ken mencoba menengkan pemuda kecil tersebut, karna Juno sudah sangat kewalahan menenangaknnya.


Akibat terlalu sering di manjakan, anak itu selalu susah di kendalikan, yang bisa mengontrol emosi Kelvin adalah Selin, karna pemuda cilik itu akan takluk, jika sudah berhadapan dengan sang Mama.


Berulang kali Juno terus menghubungi sang istri, tetapi Selin tidak menjawabnya, dan Kelvin terus menjerit histeris memanggil Selin.


"Mamy, aku mau Mamy, Papy jahat, Papy tidak sayang sama Kelvinn"


Pemuda cilik itu terus mengoceh, tangisannya sampai terisak, padahal Juno tidak melakukan apapun padanya, saat Kelvin menanyakan keberadaan sang Mama, pemuda cilik itu terlihat biasa saja menununggunya, di tambah kebohongan kecil dari Juno. Namun semakin lama Kelvin menunggu, akhirnya anak itu bosan dan merengek pada sang Papa, ia sampai menangis guling-guling di lantai, menunggu kedatangan Selin.


"Mamy pulang." teriak Selin dari ambang pintu utama


"Mamyyyy"


Kelvin berlari menuju Selin dan bahkan langsung memeluk gadis itu.

__ADS_1


"Anak Mamy kok nangis? kenapa sayang?"


Selin mengangkat tubuh sang buah hati, dan menjatuhkan seluruh paper bagnya.


"Papy jahat, Papy tidak sayang Kelvin"


Juno menghena nafasnya dengan kasar, bagaimana tidak, anak itu sangat pintar mengadu sada sang Mama, padahal Juno sendiri tidak melakukan apapun padanya, dan sudah bersusah payah membujuknya.


"Kamu ini, cuma di tinggak sebentar doang juga." Tegas Selin pada Juno


"Kamu tanya sama Ken, aku udah ngebujuk dia, anak kamu ajah yang keras kepala."


Ken kegelian melihat tingkah Kelvin yang begitu menggemaskan, ia menyadari, tetnyata dalang di setiap pertengkaran Selin dan Juno adalah anaknya sendiri.


"Enak ajah kamu bilang Kelvin keras kepala."


"Mamy, Papy jahat." Kelvin mengeraskan tangisannya memeluk Selin


"Cup Cup Cup, anak Mamy, ia nanti kita hukum Papy ya sayang." ucap Selin mencoba menenangkan sang buah hati


Ken semakin kegelian melihat rumah tangga yang sedang Juno jalani tersebut.


"Jangan Kel, kalo Papy kamu dihukum sama Mamy kamu, yang ada kamu dapet adik baru." celetuk Ken.


Pemuda kecil itu kembali mengeraskan tangisannya, ia memang tidak suka jika harus di singgung dengan ledekan adik baru, karna menurut Kelvin, jika ia memiliki seorang adik, sang papa akan mengambil semua mainannya, memberikan mainan tersebut pada adiknya.


"Enggak boong, nanti Kelvin yang hukum Papy,"


Selin kembali menenangkan sang buah hati, ia mengelus membelai lembut pucuk kepala Kelvin yang saat itu bersandar di bahu sang Mama, tangan kecilnya melingkar di leher Selin dengan begitu erat, akhirnya dengan bersusah payah, anak itu terlelap dalam dekapan Selin


"Dia tidur Sel?"


"Iya, kecapean nangis biasa."


"Gila, gampang banget diemnya kalo sama lo sel." tegas Ken


Gadis itu terkekeh, ia melangkah mencoba membawa Kelvin kekamarnya.

__ADS_1


__ADS_2