
Selin menekan gagang pintu dengan perlahan ia melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kamar tersebut, matanya membulat terkejut ketika melihat Juno dan seorang wanita sedang berduaan, jarak antara keduanya sangat intim hingga membuat selin terbelalak melihatnya
"Ohhh, Selin adikku tersayang. akhirnya lo dateng." Celetuk Juno memiringkan senyumnya, dengan sengaja ia merangkul wanita di sisinya bahkan dengan berani berciuman di hadapan Selin.
Selin semakin terkejut, ia menelan salivanya menyaksikan hal tersebut .
"Aku... aku maaf mengganggu." Selin keluar dari kamar tersebut sesegera mungkin karna merasa jiji dengan apa yang ia lihat barusan.
Perasaannya tidak karuan, tiba tiba ia merasakan sesuatu di dadanya yang terasa sesak matanya menggenang batinnya menjerit kesal. Namun ia belum menyadari jika hal tersebut adalah kecemburuannya ketika melihat Juno bersama wanita lain.
BEBERAPA WAKTU SEBELUMNYA
"Gue bilang juga apa, ade gue batu banget." Celetuk juno melempar ponselnya dengan kesal ke tempat tidur milik Ken.
"Lagian salah lo, kurang ajar sama adik sendiri, menurut gue sih elo yg gak waras." Balas Ken sambil meneguk segelas win di tangannya.
Di tengah percakapan keduanya tiba-tiba saja ponsel Juno berdering, sesegera mungkin ia meraih kembali ponselnya dan melihat siapa yang menelpon
"Ehh-Ehh Selinnnn."
"Angkat-angkat." Ucap ken sambil menatapnya tajam.
Pria jangkung itu langsung menjawab telephone tersebut, yang tidak lain daei Selin sang adik
"Apaan?" Ucap juno ketus.
Namun tidak ada suara yg keluar dalam ponsel.
"Terus-terus." Ujar Ken dengan nada terendah
"Oke kakak menang, Jemput aku sekarang"
Juno melirik ke arah ken yg memberikan isyarat agar Juno menolak
"Males."
__ADS_1
Selin terdiam sesaat tanpa mengelurkan suaranya sedikitpun.
"Ya udah aku pulang sendiri." Ucap selin dingin
Juno kembali melirik ke arah ken yg saat itu kembali memberikan isyarat dan berkata, "Suruh nyamperin lo ajah kesini sama Maudy."
"Suruh Maudy nganterin lo ajah, gue di mansionnya Ken."
Juno langsung memutuskan panggilannya secara sepihak, tanpa menunggu jawaban dari Selin.
"Buat apa si lo nyuruh dia kesini?" Tanya Juno melirik ke arah Ken dengan tatapan tajam.
"Kita liat ajah dia takut atau enggak sama anceman lo barusan."
"Bener juga ya, menurut lo Selin juga suka gak sih sama gue?"
"Mmmm sulit." Ken berpikir keras
"Gmna kalo kita uji ade lo?"
"Gue mau tau reaksi dia kalo ngeliat lu sama cewe yg dengan senang hati nerima perlakuan bejad lo."
Juno menaruh ponselnya kembali, ia mengerutkan dahinya menatap Ken yang saat itu sedang memberikan ide pada sahabatnya tersebut.
"Jadi maksud lo?
"Bener banget, kita sewa ****** buat manasin si Selin." Celetuk Ken, pada juno memiringkan senyumnya
"Lo yakin? kalo dia makin takut sama gue gimana?"
"Gak ada salahnya mencoba."
Dan benar saja rencana mereka berjalan sesuai rencana, sepertinya selin juga menyimpan rasa pada Juno. Namun gadis itu belum menyadarinya, selin berjalan mencari dapur untuk meneguk air guna menenangkan dirinya, Tetapi matanya kembali menangkap sesuatu yang lagi-lagi membuatnya terkejut, Selin mengintip di balik tembok sesuatu yang sedang dilakukan oleh, Ken dan Maudy.
"Ken lo ngapain sih?" ucap Maudy menatap Ken tajam yang saat itu terus menyudutkannya.
__ADS_1
"Usttt."
Ken mendekatka dirinya pada Maudy yang terus memundurkan tubuhnya hingga mengenai pembatas tembok.
"Ken lo mau ngapain?"
Maudy menelan salivanya menatap Ken, yang saat itu juga menatapnya dengan penuh hasrat.
"Nikmatin ajah."
Ken berbisik di daun telinga Maudy, tangannya meraih pinggul Maudy dan menggerayangi tubuh gadis tersebut.
"Ken tapi gue."
"Ustt."
Cupp...
Ken nerengkuh bibir Maudy dengan penuh kelembutan, tidak ada penolakan dari Maudy, tubuh gadis itu bergetar menerima sentuhan demi sentuhan yang Ken berikan, Ia hanya mengalungkan tangannya di atas bahu Ken. Saat itu tangan nakal seorang Ken sudah berada di satu buah gundukan sintal milik Maudy. Cukup lama mereka berciuman tanpa keduanya sadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka berdua dari balik tembok, Maudy memang lebih tahu akan hal seperti itu di bandingkan Selin. sudah lama ia ingin mendapatkan sentuhan tersebut dari seorang laki-laki, keinginan itu muncul karna seringnya ia menonton kaset dewasa beberapa kisah cinta romantis dan lainnya.
Juno melemparkan sejumlah uang kepada gadis yang sudah ia sewa bersama Ken lalu menyuruhnya untuk segera pergi.
"Ini bayaran lo."
"Gila banyak banget, ini beneran buat gue?" ucap gadis yang disewanya.
"Masih kurang?"
Juno menatap wanita itu dengan tajam.
"Ini sih lebih dari cukup."
"Yaudah buruan pergi, tunggu apa lagi?" ucap Juno meninggikan suaranya.
Gadis itu langsung memasukan sejumlah uangnya dan keluar terbirit-birit dari ruangan tersebut, karna ketakutan dengan sikap Juno yang tiba-tiba saja berubah sedingin es.
__ADS_1
NEXT GUYS, LIKE KOMEN DAN VOTE SEBANYAK BANYAKNYA❤️