Bad Brother

Bad Brother
Chapter 80


__ADS_3

"Jangan bohongin gue, Jun!" tegas Maudy.


"Sumpah gue gak apa-apa." sahut Juno.


Maudy benar-benar kebingungan mencari Ken selama beberapa hari ini, bahkan rumah dan kantornya sudah sangat sering ia kunjungi tetapi tetap saja ia tidak menemukan Ken.


"Kenapa lo bohongin gue! kenapa kalian gak cerita soal perceraian Ken sama Nesa ke gue." ucap Maudy lirih dengan air mata yang terus mengalir.


Selin dan Juno terkejut, tentu saja tuduhan Maudy perihal mereka yang menutupi perpisahan Ken dan Nesa itu adalah salah. kenyataanya Juno dan Selin sendiri memang tidak mengetahui apapun.


"Dua hari yang lalu gue nemenin dia minum di bar, tapi dia gak cerita sama sekali tentang masalahnya." ucap Juno.


Selin membulatkan matanya, wajahnya memanas dengan tangan yang mengepal, "Apa? kamu minum? dua hari yang lalu? Juno! kamu bohongin aku! kamu bilang kamu lembur!"


"Sel... maksud aku,"


"Keterlaluan, jadi selama ini setiap lembur kamu bohong! kenyataannya kamu ke bar minum sama Ken!"


Apa ini? niat hati ingin menanyakan dimana keberadaan ayah sang buah hati, sekarang Maudy malah menyaksikan pertengkaran antara Selin dan Juno dihadapannya.


"Ke... kamu main sama Kelvin, jangan nakal." pekik Maudy

__ADS_1


Selin melirik kearah gadis tersebut yang sudah beranjak berlalu dari hadapannya, "Lo mau kemana?" tanya Selin.


"Nyariin Ken!" sahutnya tergesa-gesa.


Entah kemana lagi Maudy harus melangkah, sangat sulit untuknya menemukan Ken sekarang. jujur ia sangta khawatir, apalagi mendengar ucapan Juno yang mengatakan jika Ken sering datang ke bar dan menghabiskan waktu dengan minum-minuman.


Hingga tidak sengaja Maudy menghentikan kendaraannya di depan cafe, ia ingat betul bagaimana dirinya dan Ken bertemu disana, dan sempat bertengkar karna Maudy menyerobot antriannya. "Ken lo dimana..." gumamnya lirih setengah prustasi, "Kenia nyariin lo terus Ken, gue mohon temuin gue sekali ajah."


Bayang-bayang pertengkaran, moment dimana ia mendorong Ken yang hampir tertabrak, dan malam saat keduanya berdiam diri didalam cafe menunggu hujan, hingga pelayan mengatakan jika cafe itu sudah akan tutup. "Mansion..." Maudy teringat suatu tempat yang belum ia datangi, tempat dimana Ken dulu pernah membawanya kesana, dan bagaimana semuanya dimulai di Mansion tersebut. "Kenapa baru kepikiran sekarang!" tanpa menunggu lama, Maudy langsung menginjak pedal gasnya untuk segera mencari Ken disana.


Mension, perlahan gadis itu melangkah mendekati pintu utama, harapannya saat ini adalah Ken benar-benar ada, karna Maudy sudah sangat kelelahan mencarinya.


Perlahan ia mendorong pintu besar tersebut, dan jantungnya berdebar saat pintu dengan mudahnya terbuka, pertanda tidak terkunci dan Mension ini berpenghuni. Maudy melangkah mengabsen setiap titik ruangan tersebut, ia cukup kagum karna beberapa tahun lamanya tempat ini masih sama seperti dulu tidak ada yang berubah.


Gadis itu memalingkan tubuhnya melirik kesumber suara. "Ken..." ia berlari kearah Ken dan langsung memeluk tubuh jangkung itu dengan sangat erat. "Kenapa? kenapa lo pisah sama Nesa?" tanya gadis itu dengan mata yang menggenang.


"Karna gue gak cinta sama dia!" sahut Ken spontan.


"Kenapa lo ngehindar? kenapa lo gak pernah dateng Ken?"


"Gue gak ngehindar, gue selalu dateng nemuin Kenia." ucap pria tersebut membalas pelukan Maudy.

__ADS_1


Dengan tatapan intens Maudy meraih wajah tampan Ken yang nyaris tanpa cacat. "Gue gak bicara soal kenia,"


"Karna lo udah nolak gue, maafin gue. gue gak bakal ngelakuin kesalahan yang sama, mulai sekarang sebelum lo nemuin pasangan hidup lo, gue gak akan nyari istri lagi."


Maudy menggelangkan kepala, ia tertunduk dengan tangan yang menggantung diatas bahu Ken. "Gu... gue cuma mau lo jadi satu-satunya yang nyentuh gue."


Ken membulatkan matanya, kemudian berkata. "itu artinya?"


Maudy mengangguk, keduanya kembali saling memeluk melepas kerinduan yang sama-sama terpendam.


"Kamu mau besarin Kenia sama aku?" ucap Maudy, terdengar kikuk dan aneh. tapi Ken sangat menyukainya dan langsung tersenyum penuh kemenangan.


"Aku mau nikah dua kali sama kamu," celetuk Ken yang kemudian diakhiri tawa oleh keduanya.


Mereka saling menatap, tanpa terasa air mata kebahagiaan dari pelupuk Maudy mengalir begitu saja. dan Ken tanpa menunggu lama langsung meraup bibir gadis itu dengan penuh kelembutan.


Sulit untuk menjelaskan bagaimana keduanya berkomitmen, ternyata pada saat yang sama ketika Maudy mengatakan jika Ken satu-satunya pria yang akan menyentuh dan ia cintai, itu adalah suatu pertanda jika semua ucapannya akan menjadi kenyataan. begitupun dengan Ken, ia memilih untuk melihat sang buah hati dan ibunya dari jauh. dalam batinnya ia pernah mengatakan jika dirinya tidak akan menikah lagi sebelum Maudy bertemu dengan pasangan hidupnya.


Tuhan memiliki rencana, Nesa yang tidak bisa memiliki keturunan akhirnya di pertemukan dengan seorang pria yang memiliki dua orang anak tanpa seorang istri. apa bedanya anak tiri dan anak kandung, kenyatannya Nesa pun sudah hidup bahagia dengan kedua anak kembar tersebut dan juga suaminya. ENDING...


**TERIMA KASIH SUDAH MENGIKUTI JALAN CERITA INI, DARI MULAI SCANDAL JUNO DENGAN SELIN. DAN DITAMBAH PEMANIS EXTRA PART ANTARA KEN DAN MAUDY. TERIMA KASIH BANYAK UNTUK KALIAN PEMBACA SETIA.

__ADS_1


AKAN ADA BEBERAPA PART SERU-SERUAN LAINNYA. NANTIKAN YESSS**.


__ADS_2