Bad Brother

Bad Brother
Chapter 17


__ADS_3

Bulu mata lentik, bibir tipis di balut dengan lipstik berwarna pink kecoklatan, dengan taburan bedak tipis menjadi ciri khas oenampioan selin, gadis itu sedang mempersiapkan dirinya untuk menemui maudy karna suasana rumah menjadi horor akibat mama alda yg terus saja menggerutu mempermsalahkan bekas kecupan di leher anak gadisnya, Semua lampu dalam rumah itu sudah padam tanda seluruh penghuninya sudah terlelap kecuali selin, gadis itu memakai hak tinggindi tangannya karna takut langkah suara hak itu akan membangunkan semua orang di rumah tersebut


"Oke selin sudah aman" gadis itu berjalan mengendap ngendap keluar ketika langkahnya sudah di ambang pintu utama, tiba-tiba lampu seluruh rumah tersebut menyala hingga membuat gadis itu terkejut.


"Astagaaaaaaa" Ujar selin penuh ketakutan.


Gadis itu menolehkan tubuhnya kebelakang dan terlihat jelas jika mama alda sedang memperhatikan selin dengan garang melipat tangannya.


"Mau kmna?" Ujarnya dengan ketus.


"Anu ma, aku itu"


"Gak ada, mama udh gak percaya lagi sama kamu" Tegas mama alda ketus


Selin menelan salivanya menatap mama alda gadis itu kebingungan mencari alasan


"Tapi ma"


"Gak ada, balik ke kamar sekarang" tegas mama alda dengan kesal


Mata selin mulai menggenang, ia tetap berdiri di ambang pintu tanpa menggubris ucapan mamanya.


"Masuk" tegas mama alda meninggikan suaranya, Gadis itu tetap diam mengerucutkan bibirnya dengan mata yg sudah menggenang.

__ADS_1


"Ini semua gara gara kak juno" Gumam selin kesal dalam batinnya


Pemuda jangkung itu tidak sengaja menyaksikan mama alda yg sedang membatasi gerak gerik selin, dengan rasa bersalahnya juno mencoba meredam emosi mama tirinya tersebut untuk sedikit menenangkannya, Juno menghampiri mama alda dan menatap selin yg terdiam di amabang pintu dengan wajah kesalnya.


"Maa ada apa ini?" Ujar juno bertanya pada mama alda


"Adik kamu itu loh, udah susah di atur, pacaran ajah gak sehat, sekarang malah mau keluar diem diem" Celetuk mama alda pada juno.


Juno mulai gugup ia menelan salivanya lalu beralih pandang pada selin yg sedang menatapnya tajam.


"Ma itu, selin kan udah dewasa, biarin ajah dia keluar, mungkin dia mau ketemu sama temen-temennya." Ucap juno sedikit terbata bata sambil melirik sesekali ke arah selin yg masih menatapnya garang.


"Kamu ini gimana si juno, adik kamu itu udh berani macem macem, kenapa malah kamu belain, mama gak mau terjadi sesuatu sama anak gadis mama, bagai mana pun selin tidak boleh keluar" Tegas mama alda menatap tajam anak gadisnya.


"Terserah kamu mau bilang apa, mama cuma gak mau kamu kenapa napa" teriak mama alda pada selin


Juno mulai kebingungan atas kondisi yg sudah tidak meyakinkan, disisi lain ia merasa bersalah karna bekas kecupan itu dialah yg melakukannya, dan di sisi lain ia tidak mungkin mengatakan jika bekas kecupan itu adalah miliknya.


"selin tunggu" Tegas juno yg langsung menghentikan langkah gadis itu, selin memalingkan tubuhnya menatap juno dari anak tangga.


"Maaa, biar aku yg nganter selin keluar" Juno meyakinkan mama alda untuk menjaga selin sebagai kaka yg baik untuknya


"Aku bakalan ngejaga dan ngawasin selin."

__ADS_1


Spontan mama alda langsung mengiyakan hal tersebut, mama alda meraih tangan juno dan tersenyum kegirangan atas tindakan juno yg memperdulikan adik tirinya tersebut


"Baiklah, jika kamu pergi bersama selin mama gak akan kawatir, kamu jaga dia baik baik yaaa" Ujar mama alda pada juno, namun selin menganggap hal ini adalah malapetaka baginya, jelas jelas junolah yg berani berbuat kurang ngajar padanya namun mama alda malah mengiyakan hal tersebut


"Tapi maaaa"


"Gak usah ngebantah mama lagi, balum puas kamu udah bikin mama malu di depan papa sama kakak kamu" Celetuk mama alda


Selin menekuk wajahnya, bibirnya mengerucut seketika, di sisi lain ia takut juno akan mengadukan jika dia sudah berani menonton film dewasa sampai mencuri flasdisknya, di sisi lain ia tidak nyaman dengan tindakan juno yg semakin kurang ajar padanya, Gadis itu beranjak kembali ke kamarnya dengan kesal namun ponselnya berdering hingga kembali menghentikan langkahnya.


"Buruan ih lama banget" teriak maudy dari ponsel hingga selin sedikit menjauhkan ponsel tersebut dari telinganya, kedua orang yg sedang berdiri di bawah hanya memperhatikan gerak gerik selin tanpa mengeluarkan kata sedikitpun


"I.. Iyaa tunggu" Selin memutar balik langkahnya ia langsung memutuskan panggilannya dan sesegera mungkin pergi menemui maudy


"Dahh, maudy udh nunggu" Celetuk selin sedikit mengabaikan juno dan mama alda


"Kamu gak boleh pergi kalo gak sama juno" Tegas mama alda, selin menoleh ke arahnya dengan wajah kesal


"Tapi maaaaaaaa."


"Gak ada tapi tapian, sama juno atau gak keluar sama sekali" tegas mama alda melipat kembali tangannya.


Gadis itu menghela nafasnya dengan kasar lalu pada akhirnya mengiyakan hal tersebut

__ADS_1


LIKE KOMEN DAN VOTE SEBANYAK BANYAKNYA


__ADS_2