Bad Brother

Bad Brother
Chapter 33


__ADS_3

Ken mencoba menghentikan Juno yg membawa pergi Selin saat itu, namun pria yang sudah tersulut emosi tersebut tidak menggubrisnya.


Ken menghela napasnya dengan kasar, ia memalingkan wajahnya pada Maudy yg saat itu hanya terdiam menatap kepergian Selin dan Juno.


"Lo kenapa si?" Tegas ken pada maudy


"Kenapa apanya?"


Ken terkekeh, bagaimana tidak terlihat jelas Maudy yg sangat tidak setuju jika Juno dan Selin menjalin hubungan.


"Lo suka sama Juno?"


Gadis itu langsung mengerutkan dahinya, ia bahkan menatap Ken dengan tatapan kejam.


"Gila lo ya! sembarangan"


"Yaelah keliatan dari cara lo, trus kenapa lo gak suka banget liat mereka berdua?."


"Eh gila, lo pikir dong, gimana perasaan tante Alda, kalo dia tau Selin anaknya, ngejalin hubungan sama Juno anak tirinya, kalian tuh, gak waras, heran gue sama cara pikir kalian!."


Maudy kembali meraih segelas minuman di hadapannya dengan raut wajah kesal, benar apa yang di katakan Maudy, Selin dengannya sudah sangat lama menjalin hubungan persahabatan, ia hanya tidak ingin sahabatnya tersebut terjerumus dalam suatu masalah yang rumit.


"Dia udah tidur sama Juno, mungkin karna alesan itu juga, Selin gak mau ninggalin Juno."


Maudy terkekeh, ia menatap santai wajah Ken , gadis itu memiringkan senyum kejamnya.


"Gue Juga udah tidur sama lo kan!"


Ken yang saat itu sedang meminum segelas jus yg ia pesan, langsung tersedak ketika mendengar pernyataan tersebut dari Maudy.


"Tapi gue gak nyuruh lo buat tanggung jawab!"


Entah ada apa dengan sikap Maudy, namun saat itu ia langsung meraih ponsel dan tasnya, beranjak dari tempat tersebut dengan wajah penuh kekecewaan.


"Tunggu."

__ADS_1


Ken berteriak, hingga langkah gadis itu terhenti.


"Jadi lo gak mau gue tanggung jawab?"


Maudy hanya memalingkan pandangannya, ia melirik ke arah ken tanpa ekspresi, dan langsung kembali melangkahkan kakinya pergi dari tempat tersebut, meninggalkan Ken.


Mungkin Maudy cukup tahu diri, jika seorang Ken yang notabane-nya hanya seorang penikmat wanita, ia tidak terlalu mempermasalahkan malam kejadian, dimana Maudy dan Ken pernah tidur bersama.


Toh memang saat itu keduanya melakukan hal tersebut, atas dasar suka sama suka, meskipun tanpa adanya perasaan cinta, ia tidak ingin terlalu menekan Ken, yg memang saat itu ia juga ambil alih dalam hal tersebut.


 ~~~


Pagi itu Selin dan kedua orang tuanya sudah berkumpul di meja makan untuk menyantap sarapan, mereka masih sibuk bercengkrama sambil menunggu Juno yg saat itu masih berada di dalam kamar, wajah Selin terlihat berbinar, ia bahkan terus memancarkan senyum cantiknya, hingga Mama Alda dan Papa Aryan mengklaim jika anak gadisnya sedang kasmaran.


"Bahagia banget Sel maenin ponselnya" ucap Papa Aryan.


Pria paruh baya itu tentu saja sedang menggoda sang anak gadisnya, di ikuti oleh Mama Alda yg saat itu juga sedang memperhatikan Selin.


"Kasmaran ya Sel" Celetuk Mama Alda menambahkan.


Tentunya saat itu Selin dan Juno sedang mengutarakan perasaan lewat sebuah pesan.


*Juno : "Yaudah nanti kalo aku turun, kamu aku cium."


Selin : "Di depan mamah papah?"


Juno : "Iya sayang!"


Selin : "Emang berani*?."


Juno tidak membalas pesan tersebut, ia sibuk memasang dasi dan menyemprotkan parfum maskulinnya, semenjak ia menjalin hubungan bersama Selin, pemuda itu jadi sering menjaga penampilannya, agar selalu terlihat sempurna di depan sang gadis, begitupun juga Selin, meskipun wajah tidak di poles make up, namun jika urusan bau badan Selin selalu menjaganya, karna sang kakak sering sekali tiba-tiba datang menghampirinya.


Juno sudah berada di anak tengga terakhir, ia berjalan menuju meja makan dengan santainya, tatapannya tertuju pada gadis sang pujaan, yg saat itu sedang memiringkan senyum menantang, bagaimana tidak, Juno berjanji akan mencium Selin di hadapan papa dan mamanya, dan bagi Selin pria itu tidak mungkin berani melakukannya.


"Pagi pah, mah"

__ADS_1


Juno terduduk di sebelah Selin, senyumnya terpancar sempurna, ia melirik ke arah sang gadis yg saat itu juga sedang tersenyum melihatnya.


"Kamu gak akan berani kak" gumam Selin dalam batinnya.


Pria itu membalas tatapan Selin, ia memiringkan senyum piciknya pada sang adik.


"Pagi Sel," Ucap Juno,


Pria itu langsung mencium pucuk kepala Selin dengan santai di hadapan Mama dan Papanya.


Astaga, Juno benar-benar berani, ia melakukan hal tersebut, dan menepati janjinya, mata gadis itu sampai membulat dan wajahnya memerah.


Papa Aryan yang menyaksikan hal tersebut pun sampai tersedak, melihat tingkah anak laki-lakinya.


"Uhukk.. Uhukk.."


Mama Alda langsung memberika segelas air padanya.


"Jun, kamu ngapain?" ucap papa Aryan dengan keadaan masih terkejut.


"Loh? kenapa pah? aku gak boleh cium adik aku sendiri"


Dengan santainya Juno mengatakan hal tersebut, ia langsung memakan\-makanannya tanpa dosa.


"Iya pah cuma cium gitu doang, udah biarin ajah, hubungan mereka kayanya udah makin akrab" Tegas mama Alda.


Tanpa sadar wanita paruh baya, yg masih terlihat cantik ini telah mendukung dan membela kesalahan yg dilakukan oleh anaknya.


"Nanti Selinnya risih atau gimana."


"Gak kok pah, aku gak risih, malahan aku seneng" tegas Selin melebarkan senyumnya.


Tidak ada kecurigaan yg terlihat dari kedua wajah kedua orang tersebut, sepertinya mereka percaya dengan ucapan Selin dan Juno, yg membuat alasan jika hal itu di lakukan untuk mempererat hubungan persaudaraan Selin dan Juno.


NEXT GUYS, LIKE KOMEN DAN BANTU VOTENYA YG BANYAK🤩🤩🤩😍

__ADS_1


 


__ADS_2