
Siang itu mereka sudah bersama dalam satu buah meja caffe, yg terdiri dari empat orang, di antaranya adalah Juno, Selin, Ken, dan Maudy. mata Maudy membulat ketika mendengar pengakuan tersebut dari Juno, berbeda dengan Ken, yg nampak biasa saja ketika mendengar hal tersebut, toh memang Juno dan Ken sudah sangat sering membicarakan Selin bersama.
"Sel lo gila?, gmna kalo orang tua kalian tau?." tegas maudy
Gadis itu seolah ingin menyadarkan Selin dari kesalahannya, ia hanya tidak ingin Selin terjebak dalam suatu masalah.
"Yaelah, sodara juga gak sekandung, menurut gue sah-sah ajah" Ucap ken dengan santai
Maudy yg sangat terkejut meraih segelas orange jus yg terletak di hadapannya, langsung meminum jus tersebut tanpa tersisa.
Selin terdiam dengan wajah memelas, ia tahu hal ini adalah kesalahan, bagaimana jika kedua orang tuanya tahu, hal itu pasti akan sangat mengecewakan, namun mau bagaimana lagi, hubungan ini ia jalani sudah sangat cukup jauh, terlebih Selin dan Juno sudah pernah tidur bersama.
"Tapi lo gak ngerti Ken, gimana perasan orang tuannya!, kalo mereka tau anak mereka ngejalin hubungan pacaran, dibelakang mereka, lo pikir kesitu dong" tegas Maudy meninggikan suaranya
wajah Selin memerah, matanya menggenang, ucapan Maudy memang benar, namun hal tersebut cukup untuk mengoyak batinnya.
"Trus gue harus gimana dy? Gue udah tidur sama dia" tegas Selin meninggikan suaranya.
Gadis itu menangis sejadi-jadinya, Ken dan Maudy kini mereka sama sama membulatkan matanya, karna ucapan Selin yg membuat mereka makin terkejut.
"Jun, jangan bilang lo deketin Selin cuma buat nidurin dia doang!."
__ADS_1
mata tajam Maudy menatap Juno secara mendalam, terlihat jelas raut wajah kesal gadis itu, begitu mendengar pengakuan mengejutkan tersebut dari mulut Selin.
"Lo apaan si? Gue beneran sayang sama dia, tapi bukan sebagai sodara gue."
Pria itu mulai mengerutkan dahinya dengan raut wajah kesal, ucapan Maudy menurutnya hanya ingin membuat Selin benar-benar merasa bersalah dan menyesal atas apa yg sudah mereka lakukan.
"Lagian lo itu sahabatnya, gue sama Selin dateng kesini, ngasih tau lo berdua, karna gue percaya sama kalian" Tegas Juno
Rahangnya mengeras, ia mencoba menenangkan gadis di sebelahnya dan membawa Selin pergi dari tempat tersebut, Ken mencoba menengahi suasana yg memanas tersebut.
"Lo mau kemana Jun?."
Ken mencoba menghentikan Juno yg membawa pergi Selin saat itu, namun pria yang sudah tersulut emosi tersebut tidak menggubrisnya.
*****
"Udah Sel jangan nangis lagi, aku beneran sayang sama kamu, percaya sama aku."
Di dalam mobil pemuda itu terus saja menenagkan sang gadis, Selin benar-benar sedang di hantui rasa bersalah akibat ucapan Maudy barusan, meskipun ucapan sahabatnya itu memang ada benarnya.
Selin memang sudah di butakan oleh cintanya, ia sampai tidak memikirkan perasaan orang tuanya ketika menjalin dan melakukan hubungan tersebut bersama Juno kegelisahan itu semakin kuat, di sisi lain ia enggan berpisah dengan sang kakak, namun di sisi lain ada orang tuanya yg sudah memberikan kasih sayangnya sedari ia terlahir.
__ADS_1
"Kita udahin ajah kak, hubungan ini, ini gak bener, ucapan Maudy ada benernya juga, kita udah salah!."
Spontan Juno menginjak pedal remnya menghentikan laju kendaraan tersebut, tatapannya teralihkan dari yg sebelumnya menatap lurus jalanan, dan sekarang sudah berada tepat di depan mata selin, tangan pria itu memegang kuat bahu selin, ia menenggelamkan dirinya dalam kedua bola mata indah selin.
"Sel, kita tuh saling mencintai, lo dengerin gue, Maudy tuh cuma bicara omong kosong, dia sama sekali gak ngerti gimana rasanya ada di posisi ini"
Selin tertunduk, ia bingung dengan perasaannya, Selin sudah tidak tahu apa yg harus ia lakukan, jalan pikirannya benar-benar buntu saat itu.
"Lo percaya kan sama gue? kita jalanin hubungan ini bareng-bareng."
Gadis itu menganggukan kepalanya, sesekali air matanya menetes, ia mengiyakan hal tersebut karna memang terlihat jelas cinta Juno padanya tidak main-main.
Juno mengangkat dagu selin dengan lembut, terlihat jelas kedua bola mata indah gadis itu yg menggenang, di hapusnya air mata selin dengan punggung tangannya, tidak lupa Juno memiringkan senyumnya menatap wajah tersebut, ingin rasanya Juno meraih bibir tipis Selin, dan memberikan kecupan di area tersebut.
"Aku sayang kamu."
Pemuda itu langsung meraih bibir Selin, ia memberikan ******* kecil di bibir atas tersebut, gadis itu pun membalas hal serupa yg dilakukan Juno, ia bahkan mengalungkan tangannya di atas leher juno, membuka sedikit mulutnya agar kedua lidah mereka saling bertemu dan berpautan lebih dalam.
"Tid Tid Tid"
Tidak terasa Selin dan Juno telah mengakibatkan kemacetan yg cukup panjang, pemuda itu menghentikan aksinya dan melirik ke arah belakang, ternyata sudah banyak mobil yg terhenti di belakangnya, akhirnya Juno kembali menginjak kembali pedal gasnya, ia sedikit terkekeh, Selin dan Juno hanya saling memiringkan senyumnya karna ulah mereka barusan sampai membuat kemacetan panjang.
__ADS_1
NEXT GUYS, LIKE KOMEN DAN BATU VOTENYA DONGðŸ˜