Bad Brother

Bad Brother
Chapter 9


__ADS_3

Papa Aryan dengan segelas cangkir kopi di tangannya membawa beberapa berkas pekerjaan yg akan ia serahkan pada pemuda dingin tersebut.


"Pelajari, besok kamu dan Selin harus melihat lokasinya, papa berencana membangun villa disana dan menjadikan pulau terpencil itu menjadi tempat wisata." Ujar Papa Aryan menyeruput kembali secangkir kopi di tangannya.


Juno mengangkat sedikit alis tebalnya dan meraih berkas tersebut, bagaimana mungkin selama beberapa hari ini ia versusah payah menghindar dari selin, karna ia tidak berani menampakan wajahnya di hadapan gadis yg sudah memergokinya dalam keadaan yg cukup memalukan.


Papa Aryan menatap Juno yg saat itu sedang berpikir keras jika ia harus bersama Selin selama beberapa waktu. Juno ingin menolak namun hal ini sangat menguntungkan karna ia bisa menghabiskan waktunya bersama adik tirinya tersebut.


"Gimana? kamu keberatan?"


"Nggk pah, aku cuma takut ngecewain papah, secara aku kan masih baru disini."


Papa aryan meletakan secangkir kopinya, juno memang kebanggannya, ia sangat senang ketika mendengar kejujuran itu dari mulut juno, pria paruh baya itu menepuk bahu juno dengan santai.


"Kamu tenang aja, Selin udah ngerti tentang soal ini, dia bakalan bantuin kamu, kami harus banyak belajar darinya" Ujar papa aryan sambil berlalu


*****


Keesokan harinya Selin dan Juno berangkat ke sebuah dermaga untuk datang ke lokasi pekerjaannya yaitu di pulau A, selin sangat antusias karna hal tersebut dapat ia manfaatkan untuk berlibur, sedangkan juno lebih memanfaatkan karna ia mengincar waktu yg lebih banyak ia habiskan bersama selin, gadis itu memakai setelan sedikit terbuka penampilan yg cukup modis bukan hal baru bagi selin mengenal selin adalah gadis yg kekinian. Hembusan angin dan teriknya mentari dan ketenangan air seakan menggambarkan kondisi hatinya, suara burung burung khas pantai terdengar dengan kaca mata hitamnya selin memandang matahari dengan raut wajah yg semringah


"Nona selin sebentar lagi kita akan sampai"


Selin melihat ke suatu arah, terlihat jelas sebuah pulau itu dari matanya, suasana tenang sepi dan hanya ada beberapa penduduk nelayan di sekitarnya. Selin menelan salivanya ketika melihat ke suatu arah yg baginya cukup menyeramkan.


"Kaaaa???? ini bukan pulau hantu yg ada di film film itu kan?" Gadis itu langsung menggandeng tangan kekar kakanya, ia sedikit ketakutan hingga terus menempelkan tubuhnya yg tidak berani jauh-jauh dari sang kakak.


"Tenang ajah, gue baklaan jagain lo." Balas Juno dingin namun berhasil membut mata s


Selin membulat sempurna, bagaimana tidak seorang Juno yg sikapnya apatis itu bisa mngatakan hal tersebut padanya.


Juno melangkahkan kakinya menuju ke tepian, di ikuti oleh selin yg saat itu tidak mau jauh darinya, mereka berdua menghampiri seorang yg sudah menyambutnya dengan pakaian formal dan beberapa berkas di tangannya.


"Selamat datang Tuan Juno, Nona Selin." ujar orang tersebut


"Aku adalah Tomi, aku yg akan menemani kalian melihat lihat lokasi disini." Ujar Tomi menjabatkan tangannya pada Juno.


Tomi memandang kegelisahan di wajah Selin yang saat itu terus saja menyatukan dirinya dengan Juno.


"Nona apa kau takut?" tanya Tomi pada Selin dengan senyum tipisnya.


"Ahhh aku? takut? Tidak tidak aku, aku hanya sedikit tidak nyaman." Ujar Selin melerbarkan senyumnya, membaut Tomi sedikit tertarik pada kecantikan gadis tersebut.

__ADS_1


"Tenang saja, aku akan menjaga Nona cantik ini." Ucap Tomi menggoda Selin.


Gadis itu hanya tersenyum membalas ucapan Tomi, berbeda dengan juno yang saat itu sedikit kesal dengan sikap Tomi yg berani menggoda adiknya.


"Ehmmmm..." Suara deheman juno dan tatapan dinginnya membuat tomi sedikit ketakutan.


"Ahhh ayo silahkan, mari ikuti aku." Ujar Tomi dengan gugup.


Mereka berkeliling melihat lihat lokasi pulau yang akan dijadikan destinasi wisata oleh Papa Aryan, karena pulau itu masih sepi dan pepohonan yang cukup lebat membuat kesannya sedikit menyeramkan.


"kaaaaaaaa udh yu, kaki aku gatel." Ujar Selin yang sudah tidak sabaran, Kakinya terlihat memerah karna gigitan serangga hal itu membuat Juno tidak tega.


"Ah nona selin kakimu??" Ujar Tomi memandang kaki panjang mulus tanpa cacat tersebut dengan tatapan yg berbeda, Tomi bahkan ingin menyentuh kaki itu namun Juno menepis tangannya.


"Jangan di sentuh, nanti semakin memerah." Ujar Juno dingin.


Akhirnya mereka menyudahi hal tersebut, juno dan selin di bawa ke sebuah rumah yg khusus di bangun di tempat itu oleh pemilik sebelumnya, mereka beristirahat di rumah tersebut tomi memberikan kunci kamar masing masing pada keduanya.


"Ini kunci lo." Ujar juno memberikan kunci kamar pada selin yg saat itu sedang sibuk menggaruk kakinya.


"Hmmmm."


"Gue bakalan nyuruh Tomi nyariin obat buat kaki lo."


Terdengar langkah kaki yg sangat cepat dari luar. "Selin maafin gue, tomi gak punya obatnya" ucap Juno yang datang.


"Hmmmm."


Juno melangkahkan kakinya menghampiri gadis cantik tersebut, terlihat jelas wajah kecemasan itu terpancar. Juno duduk di sudut ranjang di samping Selin, ia menyentuh kaki Selin yang terlihat memerah lalu meniup-niup kaki jenjang tersebut. "Udah baikan?" kata Juno dengan wajah cemas.


Selin hanya menganggukan kepalanya sambil menatap kedua bola mata hitam kecoklatan tersebut, sikap Juno benar-benar sangat memperdulikan Selin.


"Gue udh coba ngehubungin papa, tapi jaringan disini buruk banget, terpaksa kita harus nunggu besok pagi." Ujar juno


"Apa itu artinya aku dan kaka?"


Belum sempat Selin menyelesaikan ucapannya, namun Juno lebih dulu membungkamnya dengan tatapan tajam.


"Iya." balsnya dingin. Juno meletakan kaki s


Selin di atas pahanya, ia meraih lotion dan mengoleskannya pada kaki tersebut.

__ADS_1


"Ahhhh, perih kak " Gadis itu meringis menahan panas, perih bercampur gatal di bagian kakinya.


"Diem."


Selin terus menggerak gerakan kakinya di atas paha Juno menahan rasa perihnya


"Kaaa udh, perih banget." Ujar selin namun Juno tetap saja memijat-mijat kaki tersebut hingga Selin menyentuh sesuatu yamg mengeras dari celana Juno.


"hah? kenapa keras?" Gumam selin dalam batinnya.


"Itu gk mungkin kan? kak juno gk mungkin?"


Selin kembali mengingat jika Juno pernah memotretnya diam-diam, dia bahkan mengingat beberapa film koleksi Juno bahkan flasdisk itu masih tersimpan di dalam kamarnya.


"udah lo oleh istirahat." Ucap Juno menyingkirkan kaki panjang Selin dari pahanya. ia diam tidak menjawab satu patah katapun jantungnya tiba-tiba berdegup kencang dia merasa canggung dan gugup ketika mengingat hal yg sering juno lakukan tanpa sepengetahuannya.


"Selin???"


"Sel????"


"Ahhh iya iya kak? makasih." Ujar Selin melengkungkan bibirnya


Pemuda itu memiringkan senyumnya, sungguh pemandangan langka jika seorang Juno memancarkan senyum manisnya.


"lo cantik Sel." Ujar Juno yang berhasil mengejukan Selin dan membuatnya salah tingkah.


"Ah aku aku? itu aku?"


Duarrrrrrrr....


suara gemuruh yang mengejutkan Selin hingga gadis itu melompat memeluk Juno


"Kak aku takut." Selin menjerit memeluk Juno dengan erat, wajah keduanya sangat dekat, jantung keduanya berdegup dengan kencang, juno terus saja menatap wajah sendu selin yg sangat ketakutan saat itu.


"Di luar kayanya mau ujan." Juno beranjak, ia mencoba melepaskan pelukan Selin yang terus saja mengunci pergerakannya.


"Kak jangan pergi, aku takut." titah Selin dengan wajah terlihat memelas.


"Gue gak bakalan pergi kok sel" sahut Juno.


Selin langsung melepaskan pelukannya dengan canggung, ia sedikit menjauh dari juno karna gugup. "Maaa, maaf, aku aku cuma kaget tadi."

__ADS_1


Hujan bercampur angin pun turun, gadis itu terduduk dengan bersandar di pembatas ranjang, sedangkan Juno terlihat diam di sudut ranjang dengan posisi duduk membelakangi selin, terjadi keheningan di kamar tersebut, keduanya hanya terdiam sambil mendengarkan gemuruh dan tetesan air hujan di luar.


Next guys, like komen dan bantu votee yg bnyk💋❤️


__ADS_2