Bad Brother

Bad Brother
Chapter 51


__ADS_3

Setelah Selin mengambil keputusan untuk menerima ajakan Juno, akhirnya keduanya pun menikah. Acara pernikahan langsung di gelar begitu meriah, tidak lama setelah Selin kembali, sumpah dan janji suci bahkan sudah mereka ucapkan, tidak peduli apa pandangan orang lain terhadap Selin dan Juno, keduanya terlihat santai mengumbar kemesraan mereka di depan publik. Bahkan beberapa orang di antaranya, ada yang menganggap Selin dan Juno memanfaatkan kematian kedua orang tuanya untuk hal ini, apalagi di tambah putra kecil mereka yang sudah lebih dulu lahir, sebelum pernikahan itu di gelar, orang-orang semakin yakin jika Selin dan Juno sudah menjalin hubungan semenjak kedua orang tuanya masih hidup.


Juno sedang asik bermain dengan bayi kecilnya, setelah seharian menjamu para tamu, mereka berdua sangat kelelahan, sedangkan Selin ia terlihat sedang melepaskan gaun pengantinnya di hadapan cermin, dengan wajah lesuh.


Selin melirik ke arah sang kakak, yang sekarang sudah resmi menjadi suaminya, ia memiringkan senyumnya dengan begitu cantik, sambil berkata, "Mau aku dulu apa kamu dulu mandinya?"


Juno memalingkan pandangannya ke arah Selin, sepertinya pria itu masih merindukan sang buah hati.


"Kamu duluan ajh, nanti aku nyusul."


"Dih." Selin menyeringhai sambil berlalu dari hadapan sang suami.


Raut wajah itu yang sangat Selin rindukan, kata-kata mesum Juno bahkan baru ia dengar kembali setelah sekian lamanya tidak bertemu.


Juno mengelus wajah mungil putranya yang masih begitu halus, dengan penuh kelembutan dan kasih sayang "Ustt, nanti malem jangan bawel ya, papa sama mama mau bikin dede buat kamu."


Sungguh begitu menggemaskan wajah Kelvin Fernando, yang tidak lain adalah putra kecil dari Juno Fernando, dari mulai hidung, mata sampai bibir semua Kelvin ambil dari wajah sang papa, sepertinya bayi itu khawatir jika Selin dan Juno tidak bertemu setelah ia dilahirkan, Kelvin takut sang ayah tidak mengenalinya.


"Tok Tok Tok" Terdengar suara ketukan pintu dari luar, Juno pun beranjak dari tempat tidurnya melangkah menuju pintu tersebut.


"Mah? Stela?"


Mariane dan gadis kecil itu memiringkan senyumnya.

__ADS_1


"Mama mau bawa Kelvin tidur sama mama malem ini, kamu gak keberatan kan?"


Tentu Juno akan mengiyakan hal tersebut, padahal tujuan Mariane juga untuk memberikan waktu kesempatan pada Junl dam Selin, Mariane takut jika malam setelah pernikahan mereka akan di ganggu oleh Kelvin.


"Eh mah? kenapa?" Ucap Selin yang baru saja menyudahi mandinya, ia masih mengenakan handuk yang melingkar di bagian tubuhnya.


Dengan santai Mariane masuk kedalam, ia mengendong bayi mungil tersebut yang tergeletak di atas ranjang dengan penuh kehati-hatian.


"Papa nyuruh mama buat bawa Kelvin malem ini, kamu gak usah khawatir, mama bakalan jagain dia."


"Tapi mah-"


Selin sedikit ragu, ia hanya tidak ingin merepotkan mama tirinya secara terus menerus, bagaimanapun juga Mariane bukanlah ibu kandungnya, meskipun kebaikannya sudah seperti Mama Alda.


"Kamu gimana si, malah di biarin aja Mama bawa Kelvin."


Juno langsung mengunci pintu tersebut tanpa rasa bersalah, ia langsung mendekati sang istri yang terlihat sedang jengkel.


"Kamu gimana si Sel? Mama itu mau ngasih kita waktu buat malem ini, peka dong."


"Trus kamu mau manfaatin gitu ajah, kamu liat dong Kelvin ajah masih kecil." tegas Selin


Juno terkekeh, ia memegang kedua bahu milik sang istri dan menatap kedua bola matanya.

__ADS_1


"Dengerin aku, ini malem pertama kita, kamu jangan nyulitin diri kamu sendiri gini Sel."


Selin mengerutkan dahinya, ia merasa geli mendengar ucapan tersebut yang keluar dari mulut Juno.


"Apa? malem pertama? ngaco kamu."


Selin melepaskan tangan Juno dari dirinya, ia mendekati lemari besarnya dan mencari pakaian untuk ia kenakan.


"Loh kenapa? apa yang salah?" tegas Juno


"Malem pertama itu cuma buat orang-orang yang belum ngelakuin itu sama sekali."


Juno menarik tangan Selin, seakan tidak mengijinkan jika wanita itu mengenakan pakaiannya.


"Apa bedanya Sel? kita juga harus ngelakuin itu, kan kita udh resmi jadi suami istri, salahnya dimana?"


"Salahnya itu, anak udah satu dan kamu masih nganggep ini malem pertama, dasar gak waras." Tegas Selin


Bibir Juno mengerucut, ia melepaskan tangannya dari sang istri dan langsung berlalu begitu saja menuju kamar mandi. Meskipun begitu Selin tetap tidak memperdulikan hal tersebut, bagaimana tidak hari ini sangat melelahkan, ia hanya ingin tidur lebih awal meskipun saat itu Selin sangat mengerti apa sebenarnya keinginan Juno.


Pada akhirnya hubungan rumit tersebut berakhir dengan pernyataan tanggung jawab Juno yang mengajak Selin menikah dan membesarkan buah cintanya bersama. meskipun bisa dikatakan hal itu sedikit terlambat.


NEXT, LIKE KOMEN DAN BANTU VOTE😍

__ADS_1


__ADS_2