Bad Brother

Bad Brother
Chapter 7


__ADS_3

Pumuda jangkung berahang tegas itu sedang bermain main dengan tongkat kehidupan dan bola kecil yg tidak lain adalah bola billiard, bukan Juno namun dia adalah Ken, Ken Yohannes pemuda dengan latar belakang bangsawan, Ken dan juno sudah berteman sejak sangat lama, Segala hal apapun Juno pasti akan menyceritakannya pada ken entah itu pekerjaan keluarga sekalipun urusan percintaannya.



"Plukkk" suara dorongan dari tongkat tersebut sangat terdengar nyaring.


bukan tanpa arti numun sekejap ken selalu mengalahkan Juno yg menjadi lawan mainnya.


"Pranggg!!! Okeee gue kalah lagi" Ucap Juno melemparkan tongkat tersebut kesembarang arah.


Juno terlihat sangat lelah karna seharian bekerja, lalu kabur dari kantor karna tidak ingin bertemu dengan selin karna rasa malu akan kejadian tadi pagi.


"Hahaa sepertinya Bakat lo cuma maenin perempuan" balas Ken dengan meminum segelas win di tangan kanannya.


Pemuda itu memperhatikan juno sedang memijat mijat kepalanya yg tidak pusing, Juno mengeha nafasnya ia mencoba menenangkan diri sebelum akhirnya memberitahukan pada ken jika dirinya sedang jatuh cinta.


"Kennnn?,"


Kenn menajwab sambil kembali menenggak win di gelasnya "Mmmmm???"


"Lo percaya gue jatuh cinta?"


Wajah ken terlihat biasa saja menanggapi pernyataan Juno, yg ia pikir selalu mengatakan cinta pada setiap wanita cantik yg juno temui.

__ADS_1


"Tampang kaya lo? cinta? udh biasa, tiap liat cewe cantik juga pasti bilangnya cinta" Ujar ken yg sedikit meremehkan perasaan Juno


"Ken gua seriussss"


"Apa lo pikir gua lagi bencandaa??" Celetuk ken menatap juno dengan senyum miringnya.


Juno hanya menghela Nafasnya, Pasti Ken tidak akan percaya, karna Juno dan ken selalu mempermainkan wanita, dan itu adalah pekerjaannya, bahkan mereka selalu bertaruh mempertaruhkan tubuh seorang gadis hanya untuk kesenangannya.


"Tuhhhh" Juno melempar ponselnya ke arah ken dengan hasil tangkapan yg sempurnaaaa.


"Apaan nihhh?," Celetuk ken mambalik ponsel dan menyalakan layarnya.Terlihat jelas foto foto selin yg sengaja Juno perlihatkan pada Ken sahabatnya


"Siapa??" Ujar ken mulai melihat satu persatu gambar selin


"Hahhhhhh????? Ade tiri lo?" ken kembali membolak bailkan ponsel juno melihat setiap detail gambar tersebut.


"Gilaaa cantik banget" Ujar Ken membolak balikan layar itu melihat setiap foto yg di ambil diam-diam oleh juno


"Glekkk" Ken menelan salivanya ketika mendapati salah satu gambar selin yg sedang berenang hanya mengenakan bikini.


Spontan juno langsung mengambilnya karna tidak ingin terlalu memamerkan tubuh gadis pujaannya pada ken.


"Dia tau?,"

__ADS_1


Juno hanya menggelengkan kepalanya sambil menuangkan win ke dalam gelas, pria itu dengan santai meminum win sambil memikirkan selin di dalam otak mesumnya.


"Cari mati lo jun" ucap Ken mencoba menyadarkan Juno yg saat itu sudah salah telah jatuh cinta pada selin adik tirinya sendiri.


"Tapi gue gk butuh pendapat lo" Juno mengambil tas kantor dan merapikan dirinya untuk segera kembali kerumah. Ken hanya memperhatikan Juno dengan mengangkat sedikit alisnyanya


"Usttt ustttt," suara dari mulut juno yg langsung membuat Ken menatap lurus dirinya


"Bodinya," Juno mengacungkan jempol sambil berjalan keluar dari ruangan tersebut.


Ken hanya mengerutkan dahinya melihat tingkah bodoh sahabatnya yg sudah jatuh cinta pada saudara tirinya sendiri, terdengar aneh meskipun tidak ada ikatan darah namun hal tersebut membuat Ken kebingungan dengan pola pikir juno dan penasaran dengan sosok selin yg sudah di gilai sahabatnya tersebut.


*****


Juno memakirkan mobil di garasi luasnya, ketika ia turun dari mobil, pemuda itu melihat selin dengan hotpant dan tank top crop yg memperlihatkan perut ratanya, dengan buku kecil dan segelas orange jus di tangannya, ia terlihat sangat cantik berdiri di sudut depan ruangan menikmati setiap kata dari dalam buku tersebut, gadis itu sedang membaca kisah cinta salah satu hobi yg ia terapkan dalam dirinya. Juno yg terus memperhatikan selin sampai tidak bisa mengedipkan matanya menatap kecantikan adik tirinya tersebut.


"Brukkk" Juno sampai menyenggol meja di depannya hingga membuyarkan konsentrasi selin.


"Kaaa hati hati" Ujar selin pada juno tanpa ia sadari pemuda tersebut sedang memperhatikannya, ia kembali menatap buku kecil tersebut mengabaikan.


Juno dengan segera memfokuskan pandangannya menuju kamar, namun mata itu tak hentinya memandang indah tubuh selin. "Sial setiap dia muncul, gue gk bisa mgontrol diri gue sendiri"


NEXT GUYS, LIKE KOMEN DAN BANTU VOTE SEBANYAK BANYAKNYA DONG😍

__ADS_1


__ADS_2