Bad Brother

Bad Brother
Chapter 35


__ADS_3

Ken menempelkan wajahnya di ceruk leher Maudy, ia bahkan mengelus punggung gadis itu dengan tangannya, memang Ken sudah menyadari jika Maudy sedang menyimpan masalah, terlihat jelas mata gadis itu menggenang saat Ken bersamanya di sebuah caffe tadi.


"Gue tau lo lagi ada masalah." Dengan santai Ken mengucapkan hal itu.


Ketika Listrik sudah kembali menyala, seketika semua isi ruangan bisa terlihat jelas, tanpa terkecuali Ken, pemuda dihadapan Maudy tersebut sudah bertelanjang dada, dan hanya mengenakan handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya saja.


"Ken lo kok?." Gadis itu membulatkan matanya ketika melihat Ken yang hanya mengenakan handuk saja.


"Iya gue abis mandi, pas mau pake baju, lo udah panik duluan." tegas Ken


Maudy terdiam, ia tertunduk, ternyata mata gadis itu sedari tadi sudah mengeluarkan air mata, ketika Ken memeluknya.


"Hey?." Ken mendongakan wajah Maudy, ia memandang mata indah gadis itu dan tersenyum penuh arti.


"Lo kenapa si?."


Maudy hanya terdiam, ia menggelengkan kepalanya sambil membalas tatapan Ken, menurut Ken gadis ini tampak tidak seperti biasanya, Seorang Maudy yang notabanenya terlihat arogant dan garang, sekarang jauh lebih lembut dan pendiam.

__ADS_1


Ingin rasanya Ken merengkuh bibir tipis Maudy dengan lembut, dalam batin Ken ternyata Maudy benar-benar terlihat cantik.


Ken benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya, ia langsung meraih wajah gadis itu dan mengecup bibirnya dengan lembut, perlahan dengan sedikit lumatan kecil, mata Ken tertuju pada mata Maudy yg saat itu terpejam, ia hanya terdiam dan menerima apa yang Ken lakukan padanya, untuk kali ke tiga Ken mencium Maudy.


Keduanya larut dalam suasana tersebut, Ken terus mendalami ciumannya, memasukan lidahnya kedalam mulut Maudy dengan sangat terlatih, ia bahkan membaringkan tubuh gadis itu tanpa melepaskan ciuman tersebut, pria itu menurunkan ciumannya perlahan, tangannya mulai membuka satu persatu pakian yg Maudy kenakan.


Ketika Maudy mencoba menahan tangan pria itu yang akan melepaskan kancing terakhir, Ken langsung mengunci tangan tersebut dan membiarkan ia membuka kancing terakhir, terlihat jelas tubuh indah gadis itu dengan penyangga dua gundukan yang masih berada menutupi kedua asetnya.


"Ken gue takut."


Pemuda itu tidak menggubrisnya, ia bahkan kembali merengkuh bibir Maudy dengan penuh hasrat, tangannya segera membuka penghalang kedua gundukan tersebut dengan cepat.


Ketika Ken sudah melucuti habis pakaian Maudy, keduanya saling menatap dengan keadaan tubuh tanpa berpenghalang sedikitpun, terdapat setitik keringat di dahi pria yg menatap Maudy dengan tatapan dingin tersebut, gadis yang terengah-engah tersebut menatap tubuh Ken yg terlihat sempurna, bahkan perut rata pria itu sangat terlihat sexy, tidak ada kenyamanan dalam diri Maudy ketika Ken dan dirinya hanya saling menatap tanpa mengenakan pakaian, gadis itu langaung meraih selimut mencoba menutupi tubuh telanjangnya.


Sepertinya Ken sedang mengamati setiap lekukan tubuh indah itu, tubuh indah yg tidak berpenghalang, tanpa sehelai benangpun menempel disana.


Maudy pikir permainan panas yg sudah berjalan tersebut akan terhenti ditengah-tengah, tangan Ken menahan selimut itu, sontak wajah Maudy kembali menatapnya, dengan cepat Ken kembali menin*dihnya dan memulai hal tersebut dengan lembut.

__ADS_1


Ken mulai mengarahkan sesuatu pada tubuh inti milik Maudy, hal itu bisa Maudy rasakan, ketika sesuatu mencoba menerobos bagian pribadinya.


"Mmmm ahh Ken!!"


Suara jeritan kecil yang khas terdengar dari mulut gadis itu, bahkan cengkramannya sangat kuat, ia mulia hilang kendali, wajahnya memerang ketika Ken menghentakan tubuhnya perlahan, namun semakin lama ia mempercepat tempo hentakan tersebut.


"Mmhhh Ken sakit!"


Maudy mencengkeram kuat kepala ken yg sedang tenggelam di dua gundukan miliknya, Ken semakin mempercepat gerakan tubuhnya, ia juga mencengkram kuat gundukan tersebut sampai pada akhirnya Keb terkulai lemah di atas tubuh Maudy dengan sisa-sisa tenaga yang tersisa.


Pemuda itu melepaskan tubuhnya dari Maudy dengan keadaan napas yang masih tersenggal, ia memandang wajah gadis itu yg telah memejamkan matanya tidak berdaya.


"thanks for to night." Ken berbisik di daun telinga Maudy dengan suara terendahnya.


Tubuh keduanya mengharuskan mereka untuk terlelap, setelah melakukan permainan tersebut dengan penuh kepuasan.


Ken yg merasa baru saja memejamkan matanya itu terbangun, ketika cahaya mentari yang cukup cerah berhasil menembus ke sela-sela jendelannya, pemuda itu melirik ke sebelahnya, Ken langsung tersentak ketika mengingat apa yang sudah ia lakukan semalam bersama Maudy, entah kemana gadis itu pergi, saat ini ia sudah tidak ada di sebelah Ken, yg tersisa hanyalah ikat rambut dan noda merah yg menempel di sprei tersebut.

__ADS_1


NEXT GUYS LIKE KOMEN DAN BANTU VOTENYA WOY🤔


__ADS_2