
Selama perjalanan selin dan juno hanya terdiam, tida ada percakapan ataupun hal lainnya yg terjadi selama perjalan pulang mereka, hingga mobil mewah itu terhenti di sebuah garasi luas persegi, Juno memang sedari tadi sudah memperhatikan adik tirinya tersebut, apalagi dengan pakaian selin yg terbilang minim membuat dirinya semakin gelisah, namun karna keduanya memang sedang tidak saling bicara, juno akhirnya memilih untuk tetap menahan rasanya tersebut, ia takut jika selin akan semakin kecewa karna dirinya terus berbuat kurang ajar pada adik yg telah ia kagumi
Berbeda dengan selin, sepanjang jalan gadis itu terdiam, bahkan tidak berani menatap wajah sang kaka, ia merasakan sesak tapi ia tidak ada riwayat penyakit asma, hatinya terasa hancur ia terus mengingat Juno dan wanita lain itu sedang melakukan sesuatu tepat di hadapan matanya. bayang bayang itu rasanya tidak pernah hilang dari ingatan selin hingga membuat perasaan selin semakin kacau.
"Aku gak mungkin kan cemburu?" Batin selin yg perasaannya tidak karuan, ia terus mengepal menahan sakit hatinya hingga ia tidak sadar jika mobil sudah terhenti.
"Sel turun" Ujar Juno pada selin yg terus saja melamun, pandangannya teralihkan, ia menatap wajah tampan sang kaka dengan tatapan sendu dan mata yg menggenang.
"Sel lo kenapa?"
Juno mencoba meraih gadis itu namun Selin langsung memalingkan tubuhnya dan keluar dari dalam mobil
"Gak aku gk boleh suka sama kak juno" Air matanya terjatuh tanpa ia sadari, sesosok wanita paruh baya yg memang sudah berdiri menunggu kepulangan kedua anaknya itu pun bisa bernafas lega ,karna selin anak gadisnya patuh, pulang bersama juno dengan selamat
"Sel udh pulang?" Mama alda menghampirinya dan memancarkan senyum cantiknya
Gadis itu menatap mama alda dengan tatapan sendu, wajah memucat dan mata yg menggenang membuat mama alda sedikit khawatir padanya.
"Mahh" Selin kaku di hadapan mama alda
"Maafin aku" Selin langsung berlari menuju kamar setelah mengucapkan ungkapan tersebut yg di dengar juga oleh juno
"Juno apa selin ada masalah?" Tanya Mama alda menghampiri pemuda jangkung tersebut
"Setau Juno enggak mah, selin baik baik ajah tadi" Ujar juno yg tentu saja sedikit menaruh kebohongan
__ADS_1
Selin juga tidak mengerti kenapa air matanya terus saja mengalir, sedari tadi perasaannya sudah tidak karuan, entahnapa yg terjadi pada gadis itu
"Mah maaf" Selin menyeka air matanya dengan tangan
"Maaf karna aku udah jatuh cinta sama kak juno" Ucapan tersebut berhasil membuat air matanya tidak dapat ia bendung lagi
"Aku emang bodoh, kenapa bisa aku jatuh cinta sama kak juno? dia itu kakak aku" Selin menangis lirih bingung apa yg harus ia lakukan dengan perasaan bodohnya
"Aku keterlaluan banget, gak ngehargain perasaan mama sama papa"
"Tapi aku juga bingung, aku gak bisa boongin perasaan aku sendiri, aku bener bener udah jatuh cinta sama kak juno" Suara tangisan itu berhasil membuat langkah juno yg lewat di depan pintu kamar selin terhenti, pemuda itu merasa khawatir tentang apa yg terjadi pada selin, ia bahkan mengetuk pintu kamar selin dan mencoba melihatnya.
"Sel???"
"Hey" Juno menyeka air mata selin yg terjatuh
"Lo kenapaa?" Suara juno teramat lembut menyentuh wajah selin hingga menenangkan hatinya
"Ada masalah? Atau itu karna gue?" Juno menatap sendu wajah cantik selin yg terlihat sedikit memerah akibat menangis.
Selin menggelengkan kepalanya, ia menatap wajah tampan juno tanpa mengedip sedikitpun
"Kalo itu emang karna gue, gue minta maaf ya sel" Selin tetap terdiam tidak merespon, matanya kembali menggenang ketika ia melihat bayangannya sendiri di mata hitam kecoklatan milik juno.
Juno memeluknya guna menenangkan gadis itu, tidak ada respon dari selin, ia tetap diam dengan mata menggenangnya
__ADS_1
"Kalo ada apa apa cerita, gue siap dengerin ko"
"Apa yg harus aku ceritain? masa iya aku harus cerita kalo aku suka sama kak juno" Gumam selin dalam batinnya
"Sel" Ucap mama alda dari atas tangga terakhit melihat kedua anaknya yg sedang berpelukan, meskipun juno hanya anak tiri namun mama alda sudah menganggap juno seperti anak kandungnya sendiri.
Spontan juno terkejut dan melepaskan pelukan tersebut
"Eh mah" Ucap juno gugup
"Ada apa juno? apa yg terjadi pada selin?" Mama alda memiringkan senyumnya menatap selin dan juno
"Gak tau mah, pas juno mau ke kamar tiba tiba denger suara nangis dari dalem kamar selin"
Mama alda menatap wajah anak gadisnya
"Selin ada apa? kamu masih marah sama mama?" Tanya mama alda lembut
Gadis itu hanya menggelengkan kepalanya tidak mengeluarkan satu patah katapun
"Kamu perhatian banget sama ade kamu, sampe nenangin dia gitu, terima kasih ya juno udah peduli sama selin, perhatian sama selin, mama percaya sama kamu kalo kamu bisa jagain ade kamu ini" Celetuk mama alda menepuk nepuk bahu juno
Pemuda itu hanya tersenyum tipis menatap mama alda, pandangan sesekali melirik ke arah selin yg saat itu ternyata selin juga sedang memandangi wajahnya.
**NEXT GUYS LIKE KOMEN DAN BANTU VOTE SEBANYAK BANYAKNYA❤️**
__ADS_1