Bad Brother

Bad Brother
Chapter 78


__ADS_3

Beberapa tahun berlalu setelah pertengkaran hebat antara Ken dan Maudy.


"Mamy Kenapa?" tanya Kenia yang sudah menyadari jika raut wajah sang Mama terlihat sedang gelisah.


"Mmmmmm, kamu ngerasa gak sih Papa kamu udah lama gak pernah dateng?" tanya wanita tersebut pada sang buah hati.


Kenia masih terlihat kikuk dan polos, ia menyantap makanan yang sudah Maudy hidangkan dengan begitu lahap. "Papa Ken selalu dateng kok, Mamy ajah yang gak tau." celetuk gadis itu disela-sela kunyahannya.


"Hah?" Maudy terkejut, ia mengerutkan dahinya menatap Kenia tajam seolah menuntup jawaban lebih dari yang ia dengar sebelumnya.


Kenia meraih segelas air dan meminumnya, kemudian melanjutkan ucapannya. "Aku pernah bawa gulali besar, itu dari Papa Ken. tapi dia nyuruh aku jangan kasih tau Mamy. takut Mamy marahin Kenia, trus gak ngijinin Kenia ketemu sama Papa lagi." celetuk gadis kecil tersebut.


Maudy tersenyum tipis, sambil menyodorkan makanan penutup untuk Kenia. "Gak mungkin Mamy larang kamu ketemu sama, Papa. dia kan Papa kamu, lain kali kalo Papa dateng suruh masuk ajah." ucap Maudy penuh kelembutan.


"Papa takut Mamy ngusir dia lagi," Nada bicara Kenia kali ini terdengar sangat sedih, dan penuh kekecewaan. "Mamy sering marah-marahin Papa, Kenia sayang Papa. Papa baik." ucap Kenia memelas.


"Yaudah... abis makan Mamy anterin kamu ketemu Papa. gimana?"


Kenia memandang sendu wajah Maudy, "Tapi Mamy jangan marahin Papa lagi." celetuk gadia tersebut hingga sukses membuat Maudy terkekeh.


"Mamy gak marah-marahin Papa sayang..." sahut Maudy mengelus pucuk kepala Kenia dengan penuh kelembutan.


Sedikit lega, kali ini pemikirannya tentang Ken yang tidak bertanggung jawab atas Kenia ternyata tidaklah benar. justru sebaliknya Maudy keheranan, seberapa menakutkan dirinya saat bertengkar dengan Ken hingga pria jangkung itu tidak berani lagi menampakan wajahnya di hadapan Maudy.


"Lo pasti udah bahagia sama, Nesa." gumam Maudy dalam batinnya.


Setelah menemani Kenia sarapan, akhirnya Maudy menepati janjinya untuk mempertemukan gadis kecil itu dengan ayahnya. lama tidak bertemu Maudy hanya ingin hubungan keduanya baik-baik saja meskipun sudah tidak bersama.

__ADS_1


"Mamy kok rumah Papa sepi?" tanya Kenia saat keduanya sudah berada tepat dikediaman Ken dan Nesa.


"Apa Papa kamu lagi gak dirumah ya Ke?" sahut Maudy.


"Ketuk lagi Mamy." rengek Kenia menarik-narik ujung dres yang Maudy kenakan.


Tokk... tokkk.. tokk..


Cukup lama keduanya menunggu, tetali masih saja belum ada yang membukakan pintu tersebut.


"Kee... Papa sama tante Nesa gak dirumah. kita coba lain waktu yaa...


Kenia langsung menekuk wajahnya dengan mata yang menggenang. "Tapi aku kangen sama Papa."


"Iya kita temuin Papa besok lagi yah..."


"Papa kamu lagi gak dirumah sayang. tolong ngerti, besok kita cari Papa lagi. Oke!"


Akhirnya Kenia pun memgangguk terpaksa dengan bibir yang mengerucut.


"Jangan sedih gitu dong, sekarang Mamy beliin kamu es krim yang banyak. kamu mau kan?" ucap Maudy menenangkan.


Lagi-lagi Kenia hanya mengangguk terpaksa mengiyakan ajakan sang Mama, meskipun ia tidak ingin, dan hanya Ken yang ia rindukan.


Keduanya kembali masuk kedalan mobil, tentu Maudy tahu jika Kenia sangatlah kecewa sebab dirinya tidak bisa bertemu dengan Ken sekarang. itu sebabnya Maudy memutuskan untuk membawa gasis itu kesebuah kedai eskrim yang cukup terkenal dipusat kota.


"Jangan cemberut terus dong, Mamy jadi ikutan sedih." ucap Maudy menggoda Kenia sambil mengemudikan mobilnya.

__ADS_1


"Aku kangen Papa."


Betapa tidak teganya Maudy melihat raut wajah melas sang buah hati. meskipun ia sudah mencoba segala cara untuk menghibur Kenia tersebut.


"Mamy itu tante Nesa." pekik Kenia menunjuk kesuatu arah.


"Iya Ke, mungkin ajah dia lagi sama Papa kamu."


Tidak butuh waktu lama, Maudy langsung menghentikan mobilnya mencoba menghampiri Nesa untuk mempertemukan Ken dan Kenia.


"Kamu tunggu disini, Mama nyamperin tante Nesa dulu." titah Maudy.


Kenia menurut kemudian gadis itu keluar menghampiri Nesa yang sedang berdiri di depan caffe.


"Ness..." sapa Maudy lembut.


Nesa pun menoleh kearahnya dengan ekspresi terkejut. "Maudy... lo disini? apa kabar?" ucap Nesa kemudian memeluknya.


"Gue baik... dimana Ken?" sahut Maudy berbalik bertanya.


"Kok nanya sama gue, lo kan istrinya." celetuk Nesa.


"Becanda ajah lo."


"Eh serius, gue gak tau Ken dimana. gue udah gak sama dia. gue pikir lo berdua nikah pas sidang perceraian gue sama dia selesai."


Mata Maudy membulat sempurna, betapa terkejutnya ia mendengar pernyataan tersebut dari Nesa.

__ADS_1


LIKE KOMEN DAN VOTENYYYAAAAAAAAA...


__ADS_2