
"Loh juno kok masih nyantai ajh?" Ujar mama alda yg menghampiri pemuda jangkung itu sedang linglung di ruang tengah.
"Iya ni mah, Nunggu selin lama banget"
"Selin udh berangkat dari pagi, mama kira kamu cuti hari ini" Ucap mama alda yg membuat juno terkejut.
sepertinya gadis itu sedang kembali menghindar dari juno akibat kejadian semalam. Sesegera mungkin juno berangak pergi meninggalkan ruangan tersebut hingga membuat mama alda sedikit keheranan.
"Apa mereka sedang bertengkar?" Gumam mama alda dalam batinnya yg memperhatikan juno berlalu
*****
Mobil juno terhenti di sebuah lobi perusahaan, ia berjalan dengan cepat karna sudah terlambat akibat menunggu selin yg sebenarnya sudah lebih dulu pergi meninggalkannya, Juno menekan gagang pintu dan sedikit mendorong pintu itu untuk memasuki ruangan rapat, di sana sudah ada beberapa karyawan dan selin yg sedang memainkan pulpen di bibirnya sambil menunggu juno datang.
"Maaf aku terlambat" Ujar juno pada semua orang yg sudah menunggunya.
Rapat di mulai seseorang memulai pembicaraan pandangan juno menuju selin sama sekali tidak teralihkan, namun wanita itu fokus pada topik pembahasaan mengenai rapat, tidak menghiraukan juno yg terus saja memperhatikannya, Selin terlihat sexy memainkan pena di sekitar bibirnya sambil memperhatikan pembicara saat rapat hingga pikiran kotor juno terlintas, juno membayangkan dirinya lah yg menjadi pena tersebut, bermain main di sekitar bibir sexy milik selin.
"Tuan juno,"
"Tuan, Tuan juno???"
Juno tersentak kaget "euu yaaa?"
"Rapat sudah selesai apa kau ingin menambahkan sesuatu?" ujar sah satu pekerja
"Ti, tidak"
Selin hanya menatap apatis juno tanpa exspresi hingga rapat di bubarkan gadis itu pun menunggu semua orang keluar dari ruangan tersebut sambil merapikan tas dan berkas yg ia bawa.
__ADS_1
"Tunggu" Ujar juno yg menghentikan langkah selin
"Kenapa lo ngehindar?"
"Apa maksud kaka?"
"Itu maksudku" Juno mulai gugup gaya bicaranya mulai terbata bata mengingat ciuman panas semalam
"Gk usah di bahas kak, lupain ajah" Celetuk selin yg langsung keluar dari ruangan tersebut.
*****
Badan maudy terbujur kaku di sebuah ranjang besar dan empuk milik pemuda yg membawanya, perlahan ia membuka matanya namun cuaca yg sedikit hujan memaksanya untuk tetap bergelut dengan selimut tebal yg menutupi setengah badannya.
"Mmmmmm"maudy menarik selimutnya namun ada sesuatu yg menahannya hingga selimut itu tidak bisa menutupi dirinya sepenuhnya
"Tunggu tunggu ini bukan di kamar gue"
maudy melirik ke sekeliling memang benar dia tidak sedang berada di kamarnya.
"Ahhhhhhhhhhhhhhhh" teriakan wanita itu pecah, ketika mendapati ken yg tertidur di sampingnya hingga pemuda itu terbangun dan terkejut.
"Ada apa, ada apa" ujar ken yg kepanikan.
Maudy menatap tajam dan garang pemuda itu, ia sedikit menaruh curiga jika ken sudah berbuat yg tidak tidak padanya
"Apa yg udh lo lakuin? kenapa gue disini? lo pasti udh nidurin gue" Celetuk maudy hingga membuat ken tertawa geli mendengar ucapannya
"Hah? nidurin? Hahahahaaaa itu mau lo ajah kali"
__ADS_1
Raut wajah maudy berubah sedikit memerah, matany mulai menggenang detik-detik tangisan itu akan pecah ia mengerucutkan bibirnya.
"Eh eh jangan nangis gue gak ngapa ngapain lo" Ucap ken yg mencoba menahan tangisan yg hampir keluar tersebut
"Bohonggg!!!! Trus kenapa gue ada di sini,lo pasti ngejebak gue kan" Ujar maudy menutupi dirinya dengan selimut
Ken semakin tertawa geli melihat tingkah laku maudy yg seolah olah telah dirugikan olehnya, padahal kenyataanya maudy lah yg mabuk terlalu banyak hingga gadis itu kehilangan kesadarannya
"Baju lo masih utuh, sumpah gue gak ngapa ngapain, lo semalem mabuk berat, juno maksa gue buat bawa lo balik, tapi gue gak tau tempat tinggal lo" Tegas ken mencoba memberi penjelasan
Maudy melihat pakaiannya yg masih utuh, ia menyingkab selimut di tubuhnya melihat sprei dan selimut itu untuk memastikan jika semalam memang tidak terjadi sesuatu padanya dan ken
"Ngapain?" Tanya ken keheranan
"Cuma mau mastiin ajah, gak ada darah berarti kita emang gak ngapa ngapain" Celetuk maudy
Ken memiringkan senyumnya dan kembali berujar "Emng masih virgin?" Tanya ken sedikit mengangkat alisnya.
Maudy kembali menatap sinis wajah tampan itu hingga ken terkekeh kekeh
"Maaf maaf, sensitif banget si jadi cewe" Celetuk ken
Maudy lantas mencari barang barangnya di dalam kamar tersebut, ia merapikan dirinya terlebih dahulu menatap cermin besar yg memantulkan bayangan dirinya
"Mau kmna?" Tanya ken
"Balikk lah, balikin kunci mobil gue" Tegas maudy senada ketus, wanita itu memang angkuh, dia bahkan tidak mengucapkan terima kasih kepada pemuda yg sudah menolongnya semalam malah bersikap arogant padanya.
NEXT, LIKE KOMEN DAN BANTU VOTE SEBANYAK BANYAKNYA BIAR AUTHOR MAKIN RAJIN UP❤️
__ADS_1