Bad Brother

Bad Brother
Chapter 34


__ADS_3

Beberapa waktu sebelumnya...


Suara gemuruh dan gemericik hujan di luar caffe terdengar, saat itu seorang gadis arogant cantik sedang menatap ke arah luar memperhatikan tetesan demi tetesan air yg berjatuhan.


Maudy, ia sedang berada di sebuah caffe favoritnya bersama selin untuk sejenak melupakan masalah yg terjadi hari ini padanya di kampus, tentu saja si rektor yg selalu dengan keras memaki Maudy jika gadis itu melakukan kesalahan, meskpipun kesalahannya sangat begitu kecil, hal tersebutlah yang membuat Maudy sebelumnya menghentikan studynya, ia sangat malas berhadapan dengan rektor materi pembelajaran bahkan soal skripsi, hal itu yg paling ia benci, tetapi mau bagaimana lagi ayah gadis itu selalu menekannya agar Maudy menyelesaikan studynya.


Semenjak ibunya meninggal, ayah Maudy tidak pernah mencoba mencari pengganti sang Mama, ia larut dalam kesendirianya membesarkan Maudy seorang diri sejak gadis itu berumur 10 tahun.


"Woy"


Seketika lamunan gadis itu buyar, ia mengerjap ketakutan ketika seorang pemuda menepuk bahunya.


"Eh gila lo ngagetin gue ajah." tegas Maudy dengan wajah garangnya.


Ken langsung duduk di hadapan Maudy, tidak segan pemuda itu bahkan memakan kentang goreng yg sudah Maudy pesan.


"Sendirian?."


"Gue berdua kan sama lo."


"Haha bisa ajah lo bambank."


Mata gadis itu terlihat menggenang, pandangannya kembali teralihkan pada luar pembatas ruangan yg terbuat dari kaca tersebut.


"Liatin apa si lo?"


Pemuda itu bahkan melirik ke arah luar, tepat dimana Maudy memperhatikannya.


"Air hujan."


"Kenapa?"


"Gapapa suka aja!"


Ken melirik ke sebuah arah, dimana di sana terdapat sebuah kunci mobil, tas kecil, dan ponsel milik Maudy.


"Lo bawa mobil?" tanya ken senada keheranan, bagaimana tidak, pemuda itu sedang menunggu hujan reda karna ia berjalan kaki dari rumahnya, yg sebenarnya tidak jauh dari tempat tersebut, dan Maudy memperhatikan hujan berdiam diri di dalam caffe, Ken pikir gadis itu sedang melakukan hal yg sama dengannya.

__ADS_1


"Iya bawa!"


"Udah malem lo pulang sana, kirain lagi nunggu hujan reda lo gak bawa mobil" tegas Ken.


Baru saja pria jangkung itu menyelesaikan ucapannya, pegawai caffe langsung menghanpiri mereka berdua.


"Maaf Tuan dan Nona, caffenya mau tutup" ucap pelayan itu dengan penuh kehati-hatian


"Tar dulu dong, gue gak bawa mobil diluar masih ujan."


"Maaf tuan, sudah waktunya tutup, ini sudah lewat jam oprasional." tegas pelayan tersebut.


Ken mencoba memberi penjelasan, namun hal itu sia-sia, akhirnya pemuda itu langsung meraih kunci mobil Maudy yg tegeletak di atas meja di hadapannya.


"Eh itu kan,"


"Anterin gue balik ya, ujan pliss."


Pemuda itu melebarkan senyumnya dengan wajah yg memelas, karna di luar hujan semakin deras akhirnya Maudy pasrah mengiyakan hal tersebut.


Maudy langsung mengantar Ken, ia masih saja terlihat murung, entah apa yang terjadi pada gadis itu, cuaca pun semakin memburuk, kabut ,gemuruh di sertai angin kencang seakan menyempurnakan hujan tersebut.


Gadis itu keheranan mendengar ucapan Ken.


"Kok diem? ayo."


"Kemana? gue mau langsung balik ajah."


Ken terkekeh, bagaimana mungkin ia membiarkan seorang gadis menyetir mobil tengah malam dalam keadan hujan badai berkabut seperti ini.


"Gak liat ujan? kabut? petir?."


Tanpa menghentikan ocehannya Ken langsung menarik tangan Maudy keluar dari dalam mobil untuk menunggu hujan reda.


"ih lepasin, yaudah iya gue bisa jalan sendiri."


Gadis itu mencoba melepaskan tangan Ken yg terus menariknya kedalam rumah, gadis itu terduduk di sebuah sofa, entah kemana pria jangkung itu pergi, namun saat itu Maudy benar-benar sendirian di ruangan tersebut.

__ADS_1


"Ken?." Maudy berteriak memanggil nama itu, bagaimana tidak suara gemuruh yg keras membuatnya mengerjap ketakutan berada di ruangan tersebut sendirian.


Listrik mulai padam, gadis itu semakin ketakutan menjerit memanggil nama pria jangkung yg telah membawanya.


"Kennnnnnn!!!!!"


Maudy menyalakan pencahayaan dari ponselnya, ia bahkan langsung berlari menuju kamar Ken untuk menemui pemuda tersebut.


"Ken bukaaaa." Maudy menggedor pintu kamar Ken yg saat itu terkunci, ruangan tersebut saat itu sangat gelap hingga membuat Maudy tidak berani melirik ke sekitar


"Kennnn."


Gadis itu terus menggedornya dengan keras hingga Ken keluar dan Maudy langsung menubruknya.


"Ken lo gak waras ya? lo ninggalin gue sendirian, gelap banget Ken gue takut"


Maudy memeluk erat tubuh pria itu dengan penuh ketakutan.


"Gue ada, gue abis mandi, lebay deh lo."


Ken menuntun Maudy untuk duduk di tepi ranjangnya.


"Ken lo jangan pergi, gue takut!"


Dengan suara memelas, gadis itu terus mencengkram kuat tangan sang pria.


"Iya gue ada."


Suara deru napas Maudy yg terengah-engah kian terdengar, pemuda yg duduk di sampingnya pun tertawa kegelian mendengar hal tersebut yg sangat jelas melintas ditelinganya.


"Udah jangan takut, gue ada."


Ken memeluk tubuh itu dengan erat, tubuh yg bergetar akibat ketakutan.


"Ken?."


"Udah diem, gue disini."

__ADS_1


Kekacauan yg terjadi hari ini seakan sirna ketika pemuda itu memberikan sebuah pelukan hangat pada Maudy, ia bahkan meneteskan air matanya ketika Ken mendekap tubuhnya, hal yg tidak pernah ia dapatkan dari siapapun, seorang ibu yang sudah meninggal, karna seorang ayah tidak akan pernah mengerti, kasih sayang bukan hanya tentang apa yang sudah ia penuhi pada sang anak, Maudy hanya ingin mendapat perhatian kecil seperti ini dari orang-orang sekitarnya, biasanya hal itu Selin yang melakukannya, karna semenjak Selin menjalin hubungan bersama Juno, gadis itu jarang meluangkan waktunya bersama Maudy.


SEBELUM LANJUT LIKE KOMEN DULUUUUU WOYYY VOTENYA JUGAAA


__ADS_2