
Setelah kembali dari pulau, Pagi itu semuanya sudah berkumpul di meja makan untuk menyantap sarapan, Juno menarik kursi untuk ia duduki di samping papa aryan dan di hadapannya tepat gadis cantik yg ia kagumi dalam diam, gadis itu terlihat muram setelah kejadian di pulau, ia jauh lebih tidak banyak bicara wajahnya sedikit dingin terhadap juno dan yg lainnya.
"Selin kamu sakit?" tangan mama alda menyentuh dahi selin
Gadis itu hanya diam menggelengkan kepalanya sambil mengoleskan selai roti, seperti biasa ada sepasang mata di hadapannya sedang memperhatikan tingkah aneh selin.
"Kamu cuti ajah hari ini, kayanya kamu sakit deh" Ujar papa aryan
Lagi-lagi selin hanya menggelengkan kepalanya menanggapi sikap papanya, ia melirik ke arah juno yg saat itu sedang memperhatikannya
"Astagaaaa" Gumam selin dalam batinnya memergoki sepasang mata itu sedang menatapnya, selin menelan salivanya ia mengambil segelas air penuh dan meminumnya
"Uhuk uhukkkk"
"Ehhh selin pelan pelan dong, kamu ini kenapa kok sikap kamu aneh banget?" Ujar mama alda menepuk nepuk punggungnya
"Aku cuti ajah pa" ujar selin yg langsung beranjak dari duduknya, lalu pergi
"Ehh kamu mau kemana? abisin dulu makananya selinn" Teriak mama alda memanggil anak gadisnya
Sikap aneh selin membuat juno berpikir keras, ia menyimpulkan jika gadis itu takut akan ancamannya jika dia banyak bicara, bahkan selin tidak pernah mengatakan apapun pada juno mekipun sekedar menyapa saja tidak.
"Dia benar benar takut kah?" Gumam juno dalam batinnya
*****
Selin menjatuhkan dirinya di atas ranjang, pandangannya lurus ke langit langit ruangan tersebut, selin memejamkan matanya sesekali. "Aku harus menjaga jarak dengan kak juno" selin menggulingkan badannya mencari ponselnya ia bingung entah apa yg harus ia lakukan dia hanya membolak balik beranda ponselnya saja, mau bagai mana lagi? kekasih pun ia tidak punya, bukan karna tidak laku, selin awalnya terlalu fokus mengejar pendidikan dan karir sehingga selalu menolak pemuda yg berusaha mendekatinya dengan alasan tersebut.
Gadis itu mencoba menghubungi Maudy melalui video call.
"Ehh kok masih tidur? gak ke kampus?" Celetuk Selin melihat di layar ponselnya maudy masih terbaring di tempat tidur
__ADS_1
"Mmmmmmm males banget,"
"Kenapa si pagi pagi gini udh gangguin? kangen lo?"
"Dih sembarangan, lo tau? Hari ini gue gak ke kantor, sikap juno benar benar semakin aneh"
"Juno siapa" tanya maudy setengah sadar dalam keadaan kantuknya
"Maudy ihhhhh,"
"Ohh iyaa juno juno, iya juno"
"Ceklekkkk" Suara tekanan gagang pintu tanda ada yg mencoba masuk kedalam kamar selin
"Eh ada yg datanggg" Selin langsung memutuskan panggilannya
Selin terkejut ketika sosok pria jangkung itu datang membuka kamarnya
"Apa lo liat-liat gue?" ujar juno dingin, Selin terdiam tidak menjawabnya
ngasih obat ini" Ia meletakan segelas air putih dan beberapa obat di meja kecil samping tempat tidur selin. juno memperhatikan gadis itu yg terus menatapnya, "Dia benar benar tidak mengatakan apapun" Gumam juno dalam batinnya
Dengan kesal juno melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan tersebut
"Kakkkkk,"
Seketika langkah juno terhenti mendengarnya, ia langsung membalikan tubuhnya menatap gadis itu
"Hmmmm???"
"Te.. terima kasih" Ujar selin dengan nada terendah
__ADS_1
"Yaaa"
*****
"Pahh anak kita belum ada perkembangan yaa??"
"Apa maksud mama selin dan juno? balas papa aryan yg langsung menghentikan kunyahannya menatap mama alda
"Iyaaa, mereka masih tidak banyak bicara" ujar mama alda
Papa aryan meminum segelas air _" Sudahlah mah, mungkin mereka berdua masih sedikit canggung, lama lama juga mereka akan terbiasa."
"Hmmmm mungkin saja,"
" Minggu depan kita akan pergi ke pulau proyek baru papa, kita harus mengeceknya secara langsung, ada beberpaa investor yg harus kita temui disana" Ujar papa aryan
"Selin dan juno juga ikut?"
"Untuk apa??"
"Apa tidak masalah meninggalkan mereka berdua di rumah?" ucap mama alda gelisah.
Papa aryan memiringkan senyumnya merasa geli mendengar apa yg dikatakan mama alda
"Maa, mereka itu saudara, kita sudah menikah, kok mama mikirnya gitu?"
"Namanya orang khilaf, kita gak pernah tau kapan setan dateng paaa" Celetuk mama alda
Papa aryan tertawa geli, ia merasa lucu dengan pemikiran mama alda yg menurutnya terlalu berlebihan _"Ustttt, kalo begitu mama gak percaya sama juno dong??"
Spontan wanita itu membalas _"maksud mama gak gitu pa, mama percaya, mama cuma khawatir ajah"
__ADS_1
"Iya papa ngerti, udahlah mereka gak mungkin ngelakuin hal yang nggk nggk, sikapnya aja masih canggung canggung" ujar papa aryan menenangkan mama alda
Next next like komen dan voteenya💋🙄❤️😘