Bad Brother

Bad Brother
Chapter 56


__ADS_3

LIKE VOTE YANG BANYAK, TRUS KOMEN JUGA YANG BANYAK, POKONYA YANG BANYAK BNAYAK BANYAK..


****


"Emang kenapa Sel? Ken di dapur sama Maudy?"


Maudy tertunduk dengan wajah merona, dan saat itu Ken sudah panas dingin takut jika Selin mengatakan hal yang sebenarnya pada Nesa, yang terbilang istri pecemburu.


"Itu Maudy sama Ke- mmmm"


Juno langsung menutup mulut sang istri dengan tangannya, ia pun juga sangat sudah mengenal Nesa, dan hubungan rumah tangga atara sahabatnya tersebut. Jika Selin benar-benar mengatakannya, emtah apa yang terjadi pada Ken setelah acara makan malam tersebut selesai.


"Mmm kamu kenapa si, kenapa mulut aku ditutup." tegas Selin pada Juno


Nesa melirik ke arah Ken yang saat itu hanya terdiam membisu, ia juga melirik ke arah Maudy yang saat itu hanya tertunduk.


"Sel jawab dong, Kenapa Ken sama Maudy?"


Nesa memiringkan senyumnya menatap Selin


"****** gue kalo sampe Selin bilang." gumam Ken dalam batinnya.


"Udah ayo Sel, gua bantuin lo cuci piring"


Selin masih terdiam tidak menggubris ucapan Maudy, entah kenapa Juno merasa istrinya tersebut sedang memancing kemarahan dari istri Ken.


"Eh Kelvin."


Maudy memanggil pemuda cilik itu ynag sedang asik menggoda anaknya, dengan memberikan beberapa mainan pada Kenia

__ADS_1


"Iya tante?"


"Anter tante kedapur yu."


"Aku gak mau, aku mau maen sama Kenia."


Selin memiringkan senyumnya, ia menatap ke arah buah hati nakalnya, dalam bantin Selin mengatakan, "Bagus Ke, kamu memang jagoan Mamy." Gumam Selin dalam batinnya.


Maudy semakin di buat gugup dengan suasana yang seakan memojokannya dengan Ken tersebut, entah kenapa Maudy sampai di buat gelisah dan tidak bisa diam.


"Gue balik ajah deh."


Maudy beranjak, ia langsung menghampiri Kenia dan Kelvin yang sedang asik bermain.


"Ih gak asik, masa balik sih." ucap Selin, ia menekuk wajahnya mencoba menahan Maudy.


"Kenia sayang, ayo kita pulang." ucap Maudy


Entah apa yang terjadi pada gadis kecil itu, awalnya Kenia merngek menangis ketakutan, ketika Kelvin bersikap sangat agrsif padanya, dan sekarang ia malah tidak ingin di pisahkan dengan pemuda cilik tersebut.


"Ken aku mau pulang." tegas Nesa


Entah apa yang terjadi pada istri Ken tersebut, yang jelas wajahnya sangat tidak mengenakan, ia langsung beranjak begitu saja tanpa mengatakan apapun pada yang lainnya.


"****** gue."


Ken langsung mengekor di belakang Nesa, ia mengikuti Nesa, dengan perasaan yang tidak karuan, Ken sangat yakin jika Nesa saat itu benar-benar marah atas kejadian barusan padanya. Kecemburuan Nesa memang sangat sulit untuk di kendalikan, hingga Ken sendiri sering kali kehabisan cara menghadapinya.


"Kenapa jadi berantakan gini si?" ucap Juno.

__ADS_1


Selin memiringkan senyumnya, entah mengapa Selin memang tidak suka pada Nesa, sebab sikapnya yang terlalu berlebihan pada Ken, tentu ia dengan sengaja melakukan hal tersebut, Selin sudah tahu hal ini akan terjadi.


"Aku kasian deh sama Ken, dia tuh udah dibudakin banget sama si Nesa."


"Sel jangan bilang kamu sengaja ngelakuin hal itu." ucap Juno pada sang istri


"Ya biarin ajah, kamu sadar gak sih? hampir setiap hari Ken dateng bahkan sampe tidur disini, cuma karna dia cape ngadepin si Nesa, kita juga udah berumah tangga, tiap malem kamu tidur di sofa sama si Ken, sedangkan aku? mikir dong kak." tegas Selin


Juno terdiam tidak berkutik, hal itu memang kenyataan, ia bahkan sampai tidak pernah tidur di samping Selin akibat Ken yang selalu datang setiap malam melampiaskan .asalah rumah tangganya.


Saat itu Maudy pun hanya terdiam, ia sedikit kebingungan dengan apa yang terjadi, kedua pasangan suami istri tersebut malah saling bertengkar di hadapannya.


"Kenia ayo kita pulang." ucap Maudy dengan suara terendah


"Jangan, lo disini ajah, gue yakin si Juno pasti mau nenemin si Ken nanti malem, udah lo gak usah pulang." tegas Selin


Gadis itu sangat yakin, jika nanti malam Ken akan kembali datang, meminta Juno untuk menemaninya mendengarkan masalahnya dengan Nesa sang istri.


"Kenapa jadi kamu yang marah sama aku?" ucap Juno


Selin melipat tangannya dengan garang menatap Juno dengan kejam.


"Ya wajarlah, aku ini istri kamu, tapi setiap malem kamu tidur sama Ken, mana pernah kamu inget sama aku."


Juno terkekeh, sedikit geli, Ia tidak mungkin meninggalkan Ken sendirian disaat Ken sedang membutuhkannya, untuk mendengar segala curahan hatinya.


"Sel ngerti atuh, jangan kaya anak kecil gini."


Juno mencoba membujuk sang istri, sedangkan Maudy membawa kedua anak kecil tersebut menuju ruangan lain.

__ADS_1


"Serem banget ya punya suami." Gumam Maudy dalam batinnya.


Melihat pertengkaran tersebut, nyali Maudy untuk mencarikan seorang ayah untuk Kenia sedikit menciut.


__ADS_2