Bad Brother

Bad Brother
Chapter 40


__ADS_3

"Kamu udah bangun Sel? di jailin kakak kamu ya."


Mama Alda melebarkan senyumnya, ia memang tidak menyadari apa yang telah di lakukan oleh kedua anaknya, pada saat dirinya mencari berkas yang di inginkan Juno.


Pemuda itu selalu saja bertindak ekstrime, jantung Selin rasanya seperti akan terlepas dari tempatnya karna rasa takut jika saat itu Mama Alda akan langsung memalingkan tubuhnya mendapati apa yang sedang di lakukan kedua anaknya.


Wanita paruh baya yg masih terlihat cantik itu terduduk di depan kaca riasan, ia memoles tipis wajahnya di hadapan Selin dan Juno.


"Kalian tunggu rumah ya, Papa sama Mama mau keluar sebentar."


Mendengar hal itu Selin dan Juno hanya saling menatap satu sama lain, hal ini tentu sangat menguntungkan bagi mereka, keduanya jadi bisa leluasa ketika orang tuanya tidak di rumah.


"Pulang kapan mah?."


"Enggak tau papa kamu, kayanya sih besok, dia mau ngajak mama liat kondisi rumah lamanya."


Keduanya memancarkan senyum yang berbinar, Gadis itu beranjak dari ranjang sang Mama dan langsung berlalu keluar kamar, Juno yang masih berada di sanapun mengikuti langkah Selin setelah beberapa adiknya keluar.


"Ayo pah, mama udah siap."


Mama Alda sudah terlihat cantik layaknya hot mama, meskipun umurnya sudah tidak muda lagi, namun wanita itu masih menjaga penampilannya agar tetap terlihat cantik dan awet muda.


"Udah siap?."


"Iya, Ayo, mama udah bilang sama Selin dan Juno tadi."


Keduanya sudah berada di depan pintu utama melangkah, menuju mobil yang sudah terparkir sempurna di garasi, Selin dan Juno yang saat itu memperhatikan kedua orang tuanya yang akan bergegas pun terlihat santai, tenang memancarkan senyum yang berbinar.


"Dah mah." Ucap Selin melambaikan tangannya pada mobil yang sudah melaju pergi dari hadapannya.


Juno mendekatkan dirinya pada sang adik, ia berdiri menempel sejajar pada gadis itu sambil merangkulnya.

__ADS_1


"Kita berduaan dong Sel."


Juno melebarkan senyumnya dengan mata yang masih menatap mobil keluar melewati gerbang.


Ketika mobil tersebut sudah tidak terlihat dari hadapannya, Selin langsung memeluk sang kakak dengan agresif.


"Ahhhh aku kangen banget sama kamu."


Sontak pria itu langsung membalas pelukan sang adik dengan begitu eratnya, kedua bibir itu kembali saling bertemu, hisapan kecil yang Juno lakukan berhasil membuat Selin merinding kenikmatan, pria itu bahkan mengangkat tubuh sang adik, hingga kaki jenjang Selin melingkar sempurna di bagian punggung sang kakak, tanpa melepaskan ciumannya Juno melangkahkan kakinya untuk pergi membawa gadis itu kedalam.


*******


Mama Alda sedang mencicipi masakan yang sudah Bi Marni hidangkan, ketiganya nampak saling menikmati makanan tersebut, pelayan yang sudah mengabdi selama bertahun-tahun pada keluarga Papa Aryan memang sering bergabung dengan sang majikan, menyantap makanan itu bersama. Mama ada pun tidak pernah keberatan akan hal ini, mengetahui masa kecil Juno juga di isi dengan kasih sayang Bi Marni.


Wajah pelayan tersebut terlihat pucat, keringat dalam suhu dingin itupun terlihat, entah apa yang terjadi, namun Mama Alda sudah menyadari ketidak nyamanan Bi Marni sejak dirinya datang.


"Bi, kenapa? apa ada masalah?."


"Anu nyonya."


Kegelisahan Bi Marni semakin terlihat jelas ketika Mama Alda bertanya padanya, hal tersebut semakin menambah rasa penasaran Mama Alda.


"Bibi sakit?"


"Ti-tidak nyonya, anu."


"Anu apa bi?"


Mama Alda memotong makanannya sambil terus mengelurkan kalimat-kalimat pertanyaan, pria yang tidak lain adalah suaminya masih terlihat santai memakan-makannya.


"Tu-tuan Bibi mau bicara."

__ADS_1


"Mmm katakan."


Meskipun papa Aryan terihat cuek, namun ia merespon dengan baik ucapan pelayannya, sambil terus mengunyah makanan tersebut.


"Tu-tuan Muda tuan."


"Kenapa dengan Juno? kau merindukannya, jika iya aku akan menyuruhnya untuk tinggal di sini selama beberapa waktu." Ucap Papa Aryan


Tentu saja pria itu berpikir jika Bi Marni merindukan Juno, bagaimana tidak, masa kecil Juno di habiskan bersama Bi Marni sampai ia harus pindah ke luar negri untuk menyelesaikan study-nya.


"Bukan Tuan."


Wajah Bi Marni semakin memucat, ia semakin ketakutan, suhu tubuhnya juga sudah tidak karuan, detak jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya.


"Ngomong ajah Bi, Bibi mau naik gajih?." timpal mama Alda sambil melebarkan senyumnya.


"Beberapa waktu lalu tuan muda datang."


"Mmmm? lalu?."


Papa Aryan masih terlihat santai menanggapi ucapan pelayannya, ia masih sibuk mengunyah dan memotong makanan tersebut.


"Tuan muda datang bersama Nona Selin."


"Ohhh, lalu?"


Mama Alda pun merespon dengan santai ucapan Bi Marni sambil meraih segelas air di hadapannya.


"Itu Tuan muda dan Nona Selin."


Kegugupan Bi Marni benar benar sangat membuang-buang waktu, bahkan makanan kedua orang di hadapannya sudah hampir habis, namun makanannya masih penuh tanpa di sentuh di atas piring tersebut.

__ADS_1


NEXT GUYS, LIKE KOMEN DAN BANTU VOTENYA😭


__ADS_2