
"Ken... lo disini?" tanya Maudy kikuk.
Pria jangkung itu terlihat sangat dingin. wajahnya sama sekali tidak berekspresi, dengan tatapan yang begitu tajam kearah Maudy.
"Ke.. Kenia, kamu ke kamar bobo sekarang yahh." titah Maudy pada sang buah hati.
Dengan wajah polos gadis kecil itu mengangguk, mengiyakan ucapan sang Mama, berlalu dengan membawa boneka wortel kesayangannya.
Ken menatap tubuh kecil Kenia yang pergi dari hadapannya, untuk memastikan jika gadis kecil itu benar-benar pergi kekamarnya, Ken sama sekali tidak mengalihkan pandangannya tersebut.
"Ken?"
Pria jangkung itu langsung memangaks jaraknya dengan cepat, ia bahkan mendorong tubuh Maudy hingga tubuh keduanya jatuh di atas soffa.
"Apa maksud semua ini?" tanya Ken penuh penekanan.
"A... apa?"
__ADS_1
"Kenapa lo ngajuin surat perceraian, sementara kita belum lama menikah?" tegas Ken meninggikan suaranya penuh amarah.
"Lepass..." Maudy mendorong dan memukul bahu pria tersebut. "Gue cuma lakuin pernikahan itu demi, Kenia. sampai kapanpun gue gk sudi jadi orang ketiga diantara lo sama Nesa."
"Enggak, lo gak bisa lakuin ini sama gue!" celetuk Ken kemudian meraup bibir wanita tersebut dengan sangat kasar.
"Mmmmm... lepsin gue!" Maudy mencoba melepaskan penyatuan bi ir tersebut, dan memberontak agar Ken menjauh darinya, "Lepass!!" Bentak Maudy meninggikan suara.
"Sampai kapanpun gue gak akan pernah tanda tangan!"
Maudy meradang, sulit baginya untuk menjelaskan hal tersebut pada Ken. entah apa maksud dan tujuan pria tersebut, "Apa yang lo pikir? gue bakalan terima jadi yang kedua? lo gila! lo gak waras!" pekik Nesa.
Plakkk.....
Tamparan keras Maudy layangkan tepat diwajah tampan seorang Ken, dan kemudian ia berkata. "Lo egois! lo gak punya perasaan! lo sama sekali gak mikirin perasaan Nesa! apa lo pikir gue mau hidup sama suami yang udah hianatin istrinya?"
"Tapi gue... semua itu cuma perjodohan!"
__ADS_1
Maudy terkekeh, semudah itu untuk Ken mengakhiri dan memulai hubungan. sementara dari awal dirinya sendiri telah menyetujui perjodohan tersebut hingga sekarang Nesa benar-benar sangat takut kehialngannya.
"Kenyataannya Nesa istri pertama lo! dia takut kehilangan lo! dan gue... gue cuma orang ketiga yang ada diantara kalian. gue tau diri, gue juga perempuan! gue ngerti ras atkut dia itu bukan egois! itu karna dia cinta sama lo, dia takut kehilangan lo!" Tegas Maudy meninggikan suaranya.
"Gue mohon... gue..."
"Pergi Ken!" titah gadis itu dingin.
"To..."
"Gue bilang pergi Ken!!" Gadis itu langsung mendorong keluar tubuh Ken meskipun Ken terus memohon padanya.
Maudy menatap Ken yang terpaksa meninggalkannya, air matanya menetes saat pria itu sudah benar-benar tidak terlihat dari hadapannya. "Satu hal yang harus lo tau, gue juga cinta sama lo! selamanya lo bakalan jadi yang terakhir, Ken. hati, tubuh gue cuma milik lo! lo bakalan tetep jadi satu-satunya orang yang nyentuh gue!" gumam Maudy lirih.
Di tempat lain pada saat yang bersamaan Ken terus memukul kemudi mobilnya dengan sangat prustasi. "Enggak... gue gak mau ngelakuin kesalahan yang kedua kalinya. oke! gue bakal tanda tanganin surat cerai yang lo mau!"
Ken meraih selembaran kertas disampinganya, tidak butuh lama Ken langsung menandatangani surat persetujuan cerai yang Maudy layangkan terhadapnya. entah bagaimana Ken akan menghadapi Nesa wanita yang sangat takut kehilangannya setelah masalah ini.
__ADS_1
LIKE KOMEN DAN VOTEEENYAAA... KOMEN YANG PANJANG...