Bad Brother

Bad Brother
Chapter 41


__ADS_3

Mereka menjatuhkan kedua tubuhnya di ranjang, dengan bibir yang terus menyatu, lidah yang saling terpaut menelusuri setiap titik di rongga mulutnya.


Juno mengangkat sedikit tubuh Selin mencoba melepaskan baju tersebut, gadis itu hanya mengikuti gerakan sang kakak, ia terlihat pasrah menerima sentuhan yang di berikan oleh kakanya, sesekali lenguhan yang merdu keluar dari mulut Selin, ia bahkan menggigit bibir bawahnya dengan mata yang mengerjap, ketika bagian kelelakian Juno mulai menerobos bagian intinya.


Dipotong :D


Juno yang saat itu terlihat sangat kelelahan karna sudah mengeluarkan semua tenaganya untuk memuaskan sang adik, ia memejamkan matanya sejenak dengan keadan tubuh yang memeluk menyatu dengan Selin.


"Bruakkk"


Mama Alda tidak berkutik ketika mendapati kedua anaknya telah benar-benar melakukan hal tersebut, menjalin hubungan gelap di belakangnya.


*****


Beberapa waktu sebelumnya.


Papa Aryan masih terlihat santai menanggapi ucapan pelayannya, ia masih sibuk mengunyah dan memotong makanan tersebut.


"Tuan muda datang bersama Nona Selin."


"Ohhh, lalu?"


Mama Alda pun merespon dengan santai ucapan Bi Marni sambil meraih segelas air di hadapannya.


"Itu Tuan muda dan Nona Selin."


Kegugupan Bi Marni benar benar sangat membuang-buang waktu, bahkan makanan kedua orang di hadapannya sudah hampir habis, namun makanannya masih penuh tanpa di sentuh di atas piring tersebut.

__ADS_1


"Katakan Bi, tidak usah ragu." ucap mama Alda memiringkan senyumnya.


"Sebelumnya bibi minta maaf Tuan, Nyonya, bibi tidak tau apa Tuan dan Nyonya sudah mengetahui hal ini, tapi beberapa waktu lalu tuan muda dan Nona Selin datang."


Lagi-lagi mama Alda melebarkan senyumnya, bagaimana tidak, sedari tadi Bi Marni hanya mengatakan Selin dan Juno datang, ucapannya selalu terhenti di bagian tersebut.


"Lalu kenapa Bi? Mereka kan sudah menjadi saudara." Celetuk papa Aryan yang masih terlihat cuek.


Bi Marni menghirup udara begitu banyak, ia kembali melanjutkan apa yang sebenarnya yg ingin ia katakan.


"Tuan muda dan Nona Selin, ia tidur di dalam satu kamar tuan." ucap Bi Marni dengan penuh kegugupan, dan nyalinya yang mulai menyusut.


Mama Alda menatap sang suami dengan tatapan tanpa ekspresi, ia meletakan pisau dan garpu itu di atas piring dengan raut wajah yang dingin.


"Bi tolong katakan semuanya dengan jelas."


Papa Aryan menatap tajam Bi Marni, wajahnya memerah, seolah tidak percaya mendengar ucapan pelayannya tersebut.


"Cukup Bi, jangan di teruskan." Ucap Mama Alda dingin.


Tentu saja ia mengerti dengan apa yang akan dikatakan Bi Marni selanjutnya, perasaan Mama Alda tidak karuan, sedangkan Papa Aryan dengan mata yang memerah mengepalkan tangannya dengan amat kesal.


"Bibi tidak bercanda kan?"


"Sumpah nyonya, Bibi sudah mengabdi selama bertahun-tahun, itu sebabnya Bibi mengatakan hal ini pada Tuan dan Nyonya."


Keduanya beranjak, mengingat kedua anaknya hanya beduaan di rumah, Mereka langsung pergi meninggalkan tempat tersebut untuk segera kembali kerumah.

__ADS_1


Langkah Mama Alda tidak karuan, rumah saat itu memang terlihat sepi, meskipun kedua mobil anaknya terparkir rapi di garasi.


Papa Aryan hanya terduduk di soffa, ia tidak berani mengikuti langkah sang istri yang saat itu langsung menuju kamar Selin. perasaan mama Alda hancur ketika ia benar-benar mendengar suara erangan Selin, ternyata benar apa yang dikatakan pelayan papa Aryan, kedua anaknya benar-benar menjalin hubungan gelap itu di belakangnya.


Ia mendorong kuat pintu kamar Selin dan mendapati kedua anaknya tersebut sedang terbaring di atas ranjang hanya dengan menutupi tubuh telanjangnya dengan Selimut.


Raut wajah Juno dan Selin yang terkejut di selingi rasa bersalah itu sudah menjelaskan segalanya, mereka tidak perlu mengatakan apapun karna apa yang di Mama Alda itu sudah cukup jelas, tidak ada alasan untuk Selin dan Juno menyangkalnya.


"Kalian berdua-"


Belum sempat mama Alda menyelesaikan ucapannya namun, wanita paruh baya itu langsung berlalu dengan raut wajah kehancurannya.


Mama Alda melangkah dengan cepat, ia sampai tidak bisa menahan rasa kecewanya, air matanya terus berjatuhan, papa Aryan yang melihat tangisan sang istripun juga langsung bisa menyimpulkan, apa yang di lihat oleh istrinya, pria paruh baya itu benar-benar prustasi, ia menghela napasnya dengan kasar, sampai menarik rambutnya sendiri karna tidak bisa membayangkan apa yang sudah di lakukan oleh Selin dan Juno selama menjalin hubunga gelap tersebut.


Ia tidak menyangka kenapa hal ini harus terjadi pada keluarganya, sudah cukup ia kehilangan istri pertamanya, membesarkan Juno seorang diri, dan sekarang, setelah pria itu memulai kembali hidupnya, dengan mudah Juno yang tidak lain adalah anak kandungnya sendiri, anak yang selalu ia banggakan menghancurkan kepercayaannya begitu saja.


Di tempat lain Selin dan Juno saling memandang dengan raut wajah yang penuh penyesalan, dengan keadaan tubuh yang masih telanjang, Selin menangis karna rasa takutnya, detak jantungnya tidak karuan tubuhnya bergetar memukul tubuh sang kakak.


"Kak ini gimana?, mamah udah tau semuanya!"


Juno terdiam penuh kecemasan, ia pun kebingungan denga apa yang harus ia lakukan.


Selin terus memukul dan menggoyangkan tubuh sang kaka, air matanya terus berderai memandangi sang kaka yang hanya membisu saat itu.


Juno beranjak dari tempat tidur tersebut, ia kembali mengenakan pakiannya dengan tergesa-gesa.


"Kak, kamu mau kemana? kak?"

__ADS_1


Selin yang melihat sang kakak pun terheran-heran di buatnya, Namun saat itu Juno tidak meresponnya, dengn dahi yang mengkerut dan bibir yang datar Juno keluar meninggalkan Selin saat itu.


NEXT GUYS LIKE KOMEN DAN BANTU VOTENYA😔😭


__ADS_2