
Astaga sudah dua jam lamanya Juno menunggu Selin di lantai dasar dengan gelisah, bagaimana tidak keduanya berencana untuk hadir ke sebuah acara, acara tersebut akan di langsungkan beberapa jam lagi, dan Selin masih sibuk mengunci dirinya di kamar untuk bersiap.
"Sel buruan."
Pemuda itu terus saja menggerutu di hadapan papa dan mamanya, lama sudah Juno menunggunya, pria jangkung itu bahkan terus menekuk wajahnya dengan kesal sambil melirik ke arloji yang melingkar ditangannya.
"Se-"
Ucapan Juno terhenti, ketika ia melirik ke arah tangga, di sana terlihat Selin berjalan dengan elegantnya, ia mengenakan gaun mini dress dengan balutan make up yang tidak terlalu tebal, Juno sampai tidak bisa mengedipkan matanya ketika ia melihat gadis tersebut mencoba menghampirinya.
"ihh anak mama cantik banget."
Mama Alda pun sampai terkagum-kagum melihat kecantikan putrinya.
Gadis itu tersipu, ia mengedipkan mata genitnya ke arah sang kakak yang saat itu sedang menatapnya dengan penuh kekaguman.
"Jun liur kamu netes tuh." ucap papa Aryan yang memberikan sedikit gurauan, menyadari pemuda itu sedang terkagum-kagum melihat kecantikan sang adik.
"Kalian mau kemana si? kok rapih-rapih banget,"
Wanita paruh baya yg masih terlihat cantik itu bertanya, ia mencoba memastikan kemana tujuan kedua anaknya.
"Dateng ke pernikahannya Ken mah." ucap Selin
"Ken? Ken temen kamu itu Jun?."
Pemuda jangkung itu masih saja memandangi sang adik, ia hanya menganggukan kepalanya mengiyakan ucapan sang papa.
"Oh, trus kamu kapan? papa sama mama udah gak sabar mau nimang cucu."
Pemuda itu memiringkan senyum piciknya, berbeda dengan Selin yang terlihat tidak suka dengan ucapan mama Alda ketika ia menyuruh Juno sang kaka untuk segera menikah.
"Aku sih siap ajah kalo kalian berdua ngerestuin."
Pernyataan Juno tersebut langsung membuat Selin cemas setengah mati, bagaimana tidak, pemuda jangkung itu sedang mengumbar hubungannya bersama aang adik, secara tidak langsung di depan kedua orang tuannya.
"Glek."
Selin menelan salivanya, matanya membulat sempurna menatap Juno yang saat itu sedang memperhatikan kecemasan sang adik, Selin sangat terlihat menggemaskan ketika berada di situasi seperti ini menurutnya.
__ADS_1
"Yakan Sel?."
Astaga, Juno malontarkan hal tersebut pada sang Adik, batin Selin ingin rasanya ia menarik rambut sang kaka dan menyentil bibirnya dengan amat keras, agar pria itu bisa sedikit menjaga ucapannya.
"Kamu apaan si!"
Gadis itu segera menarik tangan Juno untuk segera bergegas pergi ke Acara pernikahan Ken.
"Dah Mah, Pah."
Selin berlalu dari hadapan kedua orang tuanya, Kedua orang tersebut tertawa kegelian dengan bangga, melihat kedekatan Selin dan Juno yang menurutnya kedekatan tersebut hanya sebatas kaka beradik saja.
"Kadang mama gak bisa bedain, mereka itu kaya orang pacaran ya."
Mama Alda menyandarkan kepalanya di bahu papa Aryan sambil menatap kepergian Selin dan Juno.
"Syukur deh kalo mereka udah makin deket, bisa saling menyayangi satu sama lain." tambah papa Aryan yg saat itu juga sedang memperhatikan kedua anaknya
"Mama bangga sama Juno, dia bisa luluhin sikap kekanak-kanakan Selin,"
"Kamu tau gak pah? anak itu susah sekali bergaul, bahkan mama perhatiin temennya cuma Maudy ajah, dari jaman mereka SMA."
Selin mengeratkan giginya dengan sangat jengkel, gadis itu bahkan menarik rambut sang kakak guna meluapkan rasa kesalnya akibat, kebodohan Juno di hadapan kedua orang tuanya.
"Aduh-duh sakit Sel,"
"Bodo amat!!"
Pria yang sedang mengemudikan mobil dengan posisi rambut kepala yg Selin tarik itu meringis kesakitan.
"Iya ampun maaf, ampun Sel."
Gadis itu melepaskan tangannya dari rambut Juno, ia masih saja melipat wajahnya dengan kesal, bagaimana tidak, kecerobohan Juno itu akan membuat kedua orang tuanya curiga, ia malah dengan santai memberikan isyarat pada mama dan papanya untuk memberi tahukan hubungan tersebut pada mereka.
"Kamu tuh ceroboh, gimana kalo papa sama mama tau, enak ajah kamu mau ninggalin aku setelah apa yang udah kamu lakuin!"
Juno terkekeh, pria itu malah tertawa kegelian mendengar ocehan Selin.
__ADS_1
"Emang aku udah ngapain kamu?." tegas Juno dengan raut wajah yang seolah sedang mengejek sang adik.
Selin memalingkan wajahnya menatap pemuda itu dengan tatapan yg menakutkan, matanya melotot seolah sudah tidak bisa menahan rasa kesal tersebut.
"Haha Sel, kamu apaan si,"
Juno mengeraskan gelak tawanya yang sangat kegelian melihat ekspresi sang adik.
"Mama sama Papa gak mungkin sadar, mereka gak bakalan tau kalo kamunya gak ngasih tau." tegas Juno.
"Kalo mereka curiga gimana kamu tuh ih."
Selin mencubit perut rata sang kaka, hingga pemuda itu menggelinjang di buatnya.
"Haha oke aku salah, maafin aku sakit ini lepasin."
***
Keduanya sudah berada di tempat, dimana Ken akan melangsungkan pernikahannya, gadis itu menarik napasny dalam-dalam guna menghilangkan rasa jengkelnya, ia bahkan kembali menatap dirinya di pantulan cermin karna takut riasan wajahnya rusak.
"Udah cantik sayang." tegas Juno menggoda sang gadis.
Selin saat itu hanya memainkan mimik wajahnya dengan raut wajah mengejek sang kaka.
Keduanya turun dari dalam mobil berjalan masuk kedalam aula besar tersebut, tidak lupa Juno menggandeng tangan gadisnya dengan sangat bangga memamerkan kemesraan di hadapan semua orang yg sudah berkumpul disana.
"Kak itu Ken,"
Selin menatap ke sebuah arah yang terdapat Ken, lengkap dengan setelan jas putih khas pengantin pria.
"Wah dia ganteng banget ya" ucap Selin memuji ketampanan seorang Ken
Raut wajah Juno langsung berubah, Juno memang terbilang pasangan posesif, ia tidak suka jika gadisnya membanggakan pria lain, meskipun itu temannya sendiri, Juno akan menjadi sangat pencemburu jika Selin melakukan kesalahan itu, ia bahkan akan mendiamkan sang adik sampai gadis itu menyadari kesalahannya.
**NEXT GUYS, LIKE KOMEN DAN VOTEEEE, GILIRAN AKU UPNYA DERES KALIANNYA GITU😭
DAH AH KECEPATAN UP TERGANTUNG ANTUSIASME KALIAN**
__ADS_1