Bad Brother

Bad Brother
Chapter 39


__ADS_3

Terdengar suara lenguhan yang merdu dari balik pintu kamar Juno, Bi Marni yang melewati pintu kamar tersebut terlihat begitu cemas mendengar suara-suara indah yang khas keluar dari mulut Selin. tentu saja Bi Marni mengerti apa yang sedang Juno dan Selin lakukan, ia semakin yakin Jika kedua orang tersebut telah menjalin hubungan yang lebih dari sekedar kakak beradik.


"Dikit lagi kak."


Selin mencengkram kuat rambut sang kaka yang saat itu terus menghentak tubuhnya, mencari titik terdalam dalam lubang kenikmatan tersebut.


"Udah makin berani ya kamu sekarang."


Pemuda itu memperlambat tempo gerakan tubuhnya, seolah menahan agar sang adik tidak jadi mencapai puncaknya.


"ih kamu nyebelin."


"Usaha sendirilah, enak ajah aku terus."


Selin mendorong tubuh sang kakak yang sedang berada tepat di atasnya.


"Uhhhh"


Juno melenguh ketika Selin mendorong tubuh itu hingga kelelakiannya keluar dari tempat seharusnya, Pemuda itu mengira jika Selin akan sedikit lebih agresif, wajar saja ia baru beberapa kali tidur bersama Juno, sepertinya Sekin masih kikuk jika harus mengambil pergerakan terlebih dahulu.


Juno terpejam, ia menopang kepalanya menunggu keagresifan sang adik, tubuhnya di biarkan polos tanpa benang dengan keadaan yang masih menegang.


"Loh Sel mau kemana?"


Juno mengerjap keheranan ketika gadis itu membungkus tubuh indahnya dengan selimut tebal.


"Aku cape ah, mau mandi trus bobo deh."


Ingin rasanya Juno berteriak dengan amat keras, bagaimana tidak, Selin meninggalkan sang kaka dengan keadaan seperti itu, Juno sampai harus menghela napasnya dengan kasar melihat kelakuan sang adik yang menurutnya begitu kejam.


Ketika Gadis itu akan menutup pintu kamar mandi yang terbuat dari kaca tersebut, Juno malah memaksa menerobos mengikuti langkah sang adik, Gadis itu terlihat menolak, tentu Selin pun merasa kesal padanya akibat Juno yang sudah mempermainkannya tadi.


"Ih kamu mau ngapain?."


Selin memncoba menahan pintu itu dari dalam, meskipun dari luar Juno sudah mendorongnya.

__ADS_1


"Pokonya kamu harus tanggung jawab."


"Tanggung jawab apa, udah dua kali juga." Balas gadis itu dengan suara melengking.


"Dikit lagi Sel."


"Bodo kamu ajah licik."


Selin terus menahan pintu tersebut dengan sekuat tenaganya, tetapi apa daya tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan sang kakak, ia terdorong ketika Juno berhasil membuka pintu tersebut dengan sempurna.


"Pokonya aku gak mau."


Selin memundurkan langkahnya menatap sang kaka dengan sinis, hingga langkah tubuh itu terhenti mengenai pembatas tembok.


"Aku gak mau tau."


Dengan cepat pemuda itu menarik tangan sang adik, mengunci setiap pergerakannya, tidak lupa Juno menyalakan shower yang berada tepat di atasnya, hingga tetesan air itupun menjadi saksi akan apa yang dilakukan Selin dan Juno pada waktu itu.


***


"Selin kemana mah?"


Juno yang saat itu mencari keberadaan gadisnya, karna seharian ini ia tidak bertemu dengan Selin, rencananya di akhir pekan ini ia ingin megajak gadis itu untuk berjalan-jalan, puluhan pesan yang Juno kirimkan pada gadis itu, namun tidak ada satupun yang terbalas, bahkan membaca pesannya saja tidak.


"Lagi tidur di kamar mamah."


Mama Alda berlalu, membawa jus dintanganya, wanita paruh baya itu merasakan jika Selin semakin tidak bisa jauh darinya, itu sebabnya Mama Alda membuatkan sesuatu hal kecil untuk membahagiakan anak gadisnya.


"Kamu kalo mau jusnya ada di kulkas ya Jun, udah mamah buatin sekalian buat kamu." Tegas Mama Alda


Bukan malah menuju kulkas, namun Juno malah mengikuti langkah sang mama menuju kamar untuk melihat gadis yang di cintainya tersebut.


"Loh kok malah ngikutin mama."


"Iya di suruh ambil salinan data kerja sama papa, katanya di kamar."

__ADS_1


Tentu saja Juno berbohong, alasan sebenarnya adalah Selin, jadi ia membuat kebohongan kecil itu untuk melihat sang adik yang sedari pagi tidak memberikan kabar padanya.


Juno mengikuti langkah Mama Alda yang mulai masuk kedalam ruangan kamar tersebut, bibir pemuda itu tersenyum sempurna ketika mendapati sang adik dengan cantiknya tertidur pulas di atas kasur Mama Alda.


"Dari kapan Selin tidur mah?." Ucap Juno yang langsung terduduk ditepi ranjang bersebelahan dengan sang adik.


"Dari pagi tadi, ya kamu tau sendiri kerjaan dia di hari minggu cuma tidur."


"Aku jailin ya mah."


"Terserah kamu."


Mama Alda mencari data pekerjaan yang Juno butuhkan di dalam lemari besarnya, sedangkan Juno menyentuh bibir Selin dengan lembutnya, Ingin rasanya ia mengecup bibir tersebut dengan keadaan Selin yang belum tersadar.


"Jun kok gak ada ya." Ucap Mama Alda


"Gak tau mah, papa bilang di kamar."


Keadaan wanita paruh baya itu masih membelakanginya dengan sang adik, hingga Selin mengerjap membuka matanya ketika Juno terus memainkan bibirnya dengan tangan.


Matanya membulat, Spontan Juno langsung menutup mulut sang adik yang akan mengeluarkan suara dengan tangannya, gadis itu melirik ke arah sang Mama yang masih sibuk mencari sesuatu yang memang sebenarnya tidak ada di sana.


Juno melepaskan tangannya, ia langsung mengecup bibir Selin dengan lembut, pandangan Selin terus tertuju pada sang Mama, meskipun saat itu Juno sedang melu*at bibirnya.


"Gak ada Jun"


Mama Alda menghampiri Selin dan Juno yang saat itu sedang memperhatikannya.


"Kamu udah bangun Sel? di jailin kakak kamu ya."


Mama Alda melebarkan senyumnya, ia memang tidak menyadari apa yang telah di lakukan oleh kedua anaknya, pada saat dirinya mencari berkas yang di inginkan Juno.


Pemuda itu selalu saja bertindak ekstrime, santung Selin rasanya seperti akan terlepas dari tempatnya karna rasa takut jika saat itu Mama Alda akan langsung memalingkan tubuhnya mendapati apa yang sedang di lakukan kedua anaknya.


NEXT GUYS, LIKE KOMEN DAN VOTEEEE😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2