Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.

Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.
tak semanis yang di bayangkan


__ADS_3

Setelah acara semalam reno merasa badan nya tidak enak maka dari itu reno memutuskan tidak ke mana mana karena hari ini adalah hari minggu. Reno kembali memejamkan mata nya karena merasa pusing dan lemas.


sementara renita dan lukis yang sedang menginap di penginapan baru saja bangun, mereka bersiap menuju cafe nya karena kalau hari minggu banyak customer yang datang apa lagi bengkel nya. lukis sebenarnya menyuruh renita untuk tinggal di rumah saja tetapi renita kekeh ke pingin ikut ke cafe lukis sedang kan bengkel ia percayakan ke pegawai yang ia sangat percaya lukis hanya menerima pembukuan saja.


sebelum berangkat ke cafe nya lukis dan renita pergi mencari sarapan terlebih dahulu, kali ini renita ingin sekali makan bubur ayam yang dekat dengan rumah orang tua renita. sekalian renita pingin main saja ke rumah nya dari pada menunggu lukis bekerja pikir nya .


Dalam perjalanan renita dan lukis sudah sampai di depan gang rumah renita dimana sudah ada penjual bubur ayam. renita yang sejak tadi membayangkan makan bubur segera turun dan meminta mamang tukang bubur membuatkan nya. sedang kan lukis sudah was was ketika melihat istri nya buru buru turun dari mobil .


" sayang hati - hati dong jalan nya, kasian dede bayi nya. " keluh lukis pada istrinya


" hehehe iya maaf, habis aku ke pingin banget makan bubur nya. "


" ya sabar sayang, "


" iya iya, " jawab Renita yang merasa suami nya berlebihan



( kira kira ini lah bubur yang di rindu kan oleh renita. aku saja sampai ngeces. )


setelah bubur datang renita segera menyantapnya dengan rakus, lukis yang melihat tingkah istri nya merasa gemas sekali.


" pelan pelan sayang, nggak akan ada yang merebutnya juga. " ucap lukis


" ini enak banget sayang, kamu kok nggak makan." tanya renita yang merasa suami nya tidak ikut makan


" aku sudah kenyang sayang. " ia lah siapa yang tidak kenyang melihat istrinya yang makan begitu lahap nya kaya yang gak makan beberapa hari saja


" apa kamu jijik liat makan aku yang kaya kerasukan gitu." tanya renita dengan wajah yang akan menangis


" ehe eh nggak kok sayang. ini aku mau makan. udah jangan sedih gitu. " ucap lukis khawatir melihat renita yang akan menangis


" nah gitu dong, " kata renita dengan berbinar

__ADS_1


lukis harus extra sabar menghadapi sikap bumil karena bumil itu sangat sensitif sekali. setelah drama itu selesai dan acara makan pun sudah kini renita dan lukis pergi ke rumah mertua nya. jarak dari penjual bubur dan rumah nya tidak begitu jauh.


Di rumah renita, mamah nya sedang menyapu dan menyiram tanaman. tidak jauh dari pandangan mata mamah nya ia melihat mobil lukis. dan bener saja ketika melihat siapa yang datang mamahnya begitu senang melihat kedatangan anak serta mantunya.


" assalamu'alaikum. " ucap salam kedua nya sambil mencium tangan ibunya


" waalaikum salam, mamah senang liat nya kamu mau datang ke sini sayang. " sambil memeluk anak nya


" bapak mana bu.? " tanya renita


" ada, mungkin lagi mandi. masuk aja dulu yuk sayang. " ajak ibu nya renita


" bu, tapi saya harus segera pamit soal nya mau ke cafe dan bengkel mau cek pembukuan akhir bulan. " kata lukis yang tidak enak


" tapi kamu sudah sarapan belum.? kalau belum sarapan dulu di dalam. " tawar ibu nya renita


" udah tadi di depan bu makan bubur Karena renita pingin banget makan bubur. " kata lukis


" wahh, seperti nya cucu ibu pingin makan bubur ya. " sambil mengelus perut renita


" nggak apa - apa sayang kami ngerti kamu tidak mau pulang ke rumah kalian terlalu malam kan.? apa lagi kalau udah siang takut macet belum lagi bengkel dan cafe mu banyak. nanti biar ibu bilangin ya sama bapak mu. " kata mertua nya


" makasih bu, kalau gitu saya berangkat dulu assalamu'alaikum. " ucap lukis sambil menyalami kedua nya


" waalaikum salam . " jawab keduanya


setelah kepergian lukis renita serta ibu nya masuk ke dalam rumah, saat sampai di dalam ia melihat bapak nya sedang sarapan di meja makan.


" pak coba liat siapa yang datang.? " kata ibu renita kepada bapak nya renita


" sini nak duduk, mana suami kamu.? " tanya bapa nya


" tadi mau pamitan bapa nya lagi mandi, soal nya mantu kita kan sibuk banyak usaha nya. karena nggak mau sampai anak kita khawatir karena suami nya takut pulang malam. jadi suami nya berangkat pagi pulang sore. " jawab ibunya

__ADS_1


" iya bapa juga tau bu kalau mantu kita itu banyak usaha nya bahkan di mana - mana. nggak usah di juga. " kesel bapanya Renita


" udah udah, bapa sama ibu itu kenapa sih. kaya lagi yang berantem gitu.? " tanya renita heran karena tidak biasanya


saat akan bicara ibunya mengajak renita untuk duduk terlebih dahulu sebelum cerita di mulai. " oh ya nak, kamu kan punya suami ganteng, baik kaya lagi jangan sampai pergi ke tempat usaha nya sendiri takut nya ada ulat gatel yang terus menggoda dan merayap. " ucap ibunya sambil melirik ke arah amir


" sudah lah bu, jangan bahas itu terus,. lagian bapak nggak macam - macam kok apalagi sampai berpaling ke yang lain. kan uang di pegang ibu semua. " kesel amir yang terus saja membahas yang sudah sudah


" maksud ibu bapa selingkuh begitu.??? " tanya Renita yang sedikit mulai paham


" dengar bapa baik baik ya" ucap amir yang akan menjelaskan.


Flasback


Saat matahari tiba semua nya mulai beraktivitas sama hal nya pagi ini amir akan segera berangkat ke toko untuk mengecek stok apa saja yang kosong. beberapa hari yang lalu Karena toko sudah ramai pembeli jadi amir memutuskan untuk menambah karyawan satu lagi. kebetulan saat itu juga ada seorang cewek yang Sedang mencari pekerjaan, rumah nya juga tidak terlalu jauh dari toko amir apalagi karyawan nya sudah ada yang kenal jadi amir setuju setuju aja dia kerja.


Cewek yang baru kerja di toko amir masih mudah, ya paling tidak jauh usia nya dari amir sekitar 35thn nan. amir yang usia nya sudah 45 thn tapi karena sering olahraga dan menjaga pola makan membuat dia tetap awet muda dan gagah. cewek itu bernama sinta, sinta yang menjadi single parents pun mencoba mengoda amir apalagi melihat amir di usia nya sudah matang masih bisa menghasilkan uang.


" ini pak kopi nya, biar bapa nggak pusing. " ucap sinta yang menghampiri amir di meja nya.


" makasih ya, kebetulan saya haus juga. " tidak sengaja tangan amir dan sinta saling berpegangan padahal amir hanya mau menerima gelas yang di sodorkan oleh sinta aja. tapi bagi siapa pun yang melihat seolah olah dia sedang memegang tangan sinta.


Saat kedua nya saling tatap titba - tiba saja rani datang ke toko untuk membawakan ia makan siang. tapi saat sudah sampai ia tidak sengaja melihat pemandangan itu di depan mata nya. salah paham pun akan di mulai


" pak, bapak apa apaan ini.? " tanya rani yang mulai kesal


" bu... bu ini tidak yang seperti yang ibu liat. " ucap amir gugup dan mulai mendekati rani


" sudah lah jelaskan nanti di rumah. " ucap rani tegas dan berlari serta melupakan makanan yang ada di atas meja.


sedangkan amir hanya mengacak rambut dan wajah nya secara kasar.


Flashback off

__ADS_1


" Oh gitu cerita nya, udah lah bu ith juga tidak sengaja. " kata renita


" nggak bisa, dia sudah ke enakkan. " jawab ketus ibu nya Renita.


__ADS_2