
" eh bagaimana kalau ntar malem kita ke cafe nongkrong gitu sebelum anwar pergi kita sering banyakin buat bersama. " usul yeni
" gue sih mau - mau aja, tapi gue sama renita pulang sekolah mau liat - liat rumah dulu. iya kan sayang.? " tanya renita untuk mengiyakan jawaban lukis
" maaf, yang di katakan lukis emang bener. kalau mau malem aja kita kumpul nya. bagaimana.? " ucap renita
" kalau gue setuju sama renita, soal nya gue mau nganter mamah gue ke mall dulu. biasa dapet jepot arisan. " kata rama
" ya udah fix ya ntar malam jam 7 di cafe lukis atau cafe mana nih.? cafe lukis aja yang baru sambil nongkrong liat yang bening-bening. " ucap rita
" yang di sini lebih bening. " dengan pede nya rama jawab enteng
" iya liat nya dari depan sekolah. hi hi hi. " kata rita
" di cafe gue juga nggak masalah, oke oke aja. " kata lukis
" di cafe Mariando aja, biar ada musik nya. barang kali ada yang mau bernyanyi . ? " kata reno
" gue setuju. " jawab rama dan anwar
" wihhh tumben kompak. " ucap rita
" fix, jam 7 di cafe Mariando. " yuli menegakkan palu
" udah yuk masuk kelas, bentar lagi bel bunyi nih. " ajak renita dan di anggukkan semua nya.
...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸 ...
Kini lukis dan renita sedang dalam perjalanan menuju lokasi perumahan yang terbilang mewah tapi tak mewah, di bilang sederhana tapi cukup luas dan indah. jadi gimana ya.????
saat ini mereka telah sampai di salah satu rumah yang menurut renita bagus indah dan mewah. dalam hati renita ini rumah pasti mahal, apa lukis bisa membayar rumah ini.
__ADS_1
" sayang kenapa bengong , " sambil menggoyang kan bahu renita
" ah iya kenapa sayang.? " tanya renita balik
" kenapa bengong.? " tanya lukis lagi
" rumah nya terlalu bagus sayang, cari yang lain aja ya. " ajak renita
" masuk aja dulu, itu yang punya rumah udah nunggu. kalau nggak cocok kita cari lagi yang lain. " usul lukis
akhir renita pasrah dan nurutin kemauan lukis, ia terus berdoa agar lukis tak jadi membeli rumah ini. karena bagi renita walau sederhana yang penting nyaman untuk ditinggalin. dari pada mewah dan bagus tapi tak nyaman buat kita karena sama - sama sibuk. walau sederhana yang penting bahagia.
" assalamu'alaikum, selamat siang pak. saya lukis yang tadi telp bapa dan ini renita. " ucap lukis memperkenalkan dirinya dan renita
" waalaikumsalam, siang juga nak lukis. bagaimana apa anda tertarik sama rumah kami.? " tanya pak samsu
" semua keputusan saya serahkan kepada renita pak, dia calon istri saya. " kata lukis menyerahkan semua keputusan kepada renita
" kok aku sih, kan kamu yang mau beli nya. " kata renita tak enak bila dia yang harus menentukan semuanya
" boleh saya liat dulu rumah nya pa.? " tanya renita alih - alih takut salah bicara dan menyinggung pemilik rumah nya.
" boleh mari saya tunjukkan rumah dan isinya. " kata pak samsu mengizinkan masuk dan melihat isinya
halaman depan nya
ruang tamu
__ADS_1
ruang keluarga
kamar mandi bagian luar
ruang makan
" udah pak sampai sini aja. rumah nya bagus dan luas ya pak.? " tanya renita
" iya begini lah nak, ada tiga kamar , kamar utama ada di atas, kamar anak di sebelah nya. dan kamar tamu di bawah. dapur toilet ruang makan, ruang tamu ruang keluarga dan kamar pembantu. " ujar pak samsu
" banyak juga ya pak ruangan nya, begini pak ini kan saya masih ada urusan yang tak bisa di wakilkan. nanti keputusannya ya pak kami merundingkan dulu sama keluarga. takut nya kami mengambil keputusan sendiri tak enak sama orang tua kami. " ucap renita
" iya gak apa - apa nak, kalian bilang aja dulu sama keluarga kalian agar berkah juga nanti rumah nya. saya nggak akan memaksa jika memang kalian kurang suka. " kata pak samsu karena sebenarnya tak ada niatan untuk di jual tapi barang kali aja ada yang berminat.
" terima kasih pak atas pengertian nya, kalau begitu kami permisi dulu pak. assalamu'alaikum. " ucap lukis
" waalaikumsalam. " jawab pak samsu
mereka pun kembali ke arah motor dan menaiki nya. mereka akan menuju rumah yang kedua tak jauh dari situ cuman beda beberapa blok aja. yang ini bagian belakang sedangkan yang biasa bagian depan. jadi kalau pun tak jadi membeli rumah itu tak akan malu dan nggak kelewatan juga rumah nya.
Rumah yang ini agak pojok dan baru di bangun juga jadi masih serba baru. mereka tinggal menyusunnya saja nanti, di mana kamar utama, kamar tamu ruang makan dan yang lain nya. apa lagi mereka belum memiliki peralatan rumah tangga nya jadi harus hemat tak ingin menyusahkan lukis seorang diri dia juga harus membantu Lukis walau tak seberapa.
sesaat renita dan lukis kini sudah sampai di depan rumah yang sudah di rapihkan oleh tukang nya. sang manajer pun datang menghampiri dua sejoli itu karena sudah tau akan ada yang melihat rumah itu, bapa itu pun melangkah kepada sepasang kekasih ini saat sudah sampai mereka memperkenalkan diri serta menanyakan berapa ini di lepas. dan saat tau renita aga syok tapi semua ada di tangan lukis.
__ADS_1
rumahnya ini tidak sebesar tadi, bedanya yang tadi besar bagus mewah dan elegan. yang ini lantai satu dan yang tadi berlantai dua tapi ini masih baru sedangkan yang di sana sudah lama.
memang ini yang renita cari sederhana tapi nyaman, dan yang pastinya terjangkau. renita melihat ke arah lukis dan di anggukkan renita, lukis pun membalas dangan senyuman dia tau renita menyukai nya. lukis langsung saja mengajak manajer ke kantornya untuk mengurus surat - surat rumah tersebut dan akan segera mengucapkan ijal Qobul rumah nya agar cepat beres sebelum hari pernikahan nya.