
selesai bernyanyi lukis menyerahkan gitar nya lagi dan tidak lupa memberi ucapan terima kasih. sambil mengantar renita pulang setelah itu dia kembali ke tempat habitatnya. selesai membersihkan dirinya, dia tertidur dan tak lupa untuk berdoa agar tidak di ganggu syaiton.
menjelang pagi lukis bangun, karena mendengar ketukan pintu. lukis berusaha bangun dan mengumpulkan nyawa yang belum terkumpul. di rasa cukup dia bergegas bangun dan membuka pintu ternyata yang datang renita, kenapa renita datang sepagi ini saat melirik jam ternyata sudah jam 8 .
" eh sayang, maaf aku ke siangan bangun nya. " tak enak hati
" nggak apa - apa aku sengaja ke sini untuk ngasih kamu sarapan, tadi saat aku lewat sini kamar kamu masih pada nyala lampunya. berarti kamu belom bangun dan sarapan., maaf aku ke sini agak siang dikit soalnya tadi habis ke sekolah mau urus surat pindah sekalian pamit. bukannya hari ini kita pulang.? " tanya renita
" jadi kamu mau ikut aku pulang sayang.? " ucap serius lukis tak percaya renita mau pulang bersamanya
" iya aku pikir lebih baik aku tinggal sama bibi aku saja, kasian ibu aku yang biayain sekolah dan kontrakan juga terlalu boros. kamu tau sendiri kan mau ada aku atau tidak semua pemasukan keuangan dari ibu aku bibi aku yang pegang. " sendu renita. lukis pun ngajak renita masuk terus duduk di teras karena tidak ada kursi. tapi pintu tetap di biar kan terbuka lebar takut ada fitnah apa lagi di tempat orang.
" iya sayang aku ngerti, tapi apa tidak sebaiknya kamu yang pegang saja keuangan kamu biar tidak boros juga apa lagi aku melihat bibi kamu bergantung sama ibu mu yang menurut dia upahnya. karena yang pertama kamu sudah SMA, ke dua sudah bisa pegang kartu ATM dengan menggunakan kartu pelajar kamu. biar kamu kos aja dekat sekolah sama aku, lebih irit juga kan,? tapi aku terserah kamu saja. " usul lukis yang sebenernya tidak enak
" kamu bener lukis, tapi takut nya menimbulkan kesan yang tidak enak. apa lagi ibu aku yang selalu ngalah, pertama ibu ku tidak bisa merawat nenek ku, ke dua tidak bisa merawat aku, jadi semua bergantung sama dirinya juga. apa lagi bibi ku yang sangat sensitif bila di singgung tentang, kalau di tanya uang hasil ibu aku yang di kirim tiap bulan nya ke mana.? kamu tau sendiri jika ibu aku ngirim uang aku tidak tau nominal nya berapa, yang jelas kalau ibu aku ngirim uang, bibi ku slalu belanja berbagai buah, sayur beras bahkan tv lemari kulkas. belum lagi kemarin waktu SMP aku minta beli motor supaya aku bisa ke sana ke sini kalau ada tugas tuh gampang yang pakai motor nya siapa.? suami nya sendiri kan. aku gak pernah naik motor. " ucap renita
" bener juga sayang, kamu sudah berapa kali beli motor tapi aku lihat kamu tidak memakainya, kecuali belajar naik motor. aku juga liat suami bibi mu seperti orang yang genit dan curi perhatian menatap kamu. " lukis pernah liat suami bibi renita saat nganter renita sekolah
" kalau boleh jujur, itu pun kalau kamu percaya. tapi demi allah SWT aku belum di apa - apain ke buru teriak saking kaget nya. " mulai mengingat
" emang apa sayang.? " penasaran lukis
" waktu aku kelas 4 SD, aku sering memakai pakaian bibiku, karena badan ku sama dengan nya. tapi nenek ku melarang nya katanya pamali takut suami bibi ku menyukai aku. tapi aku tidak hiraukan ucapan nenek ku, aku tetap memakai pakaian punya bibi karena sudah kecil di badan nya. kebetulan aku tidur dengan nenek ku karena nenek ku takut kalau tidur sendiri dan tidak ada kamar lagi pastinya. apa lagi kamar aku yang tidak memakai pintu, kejadiannya menjelang subuh. nenek ku suka pergi ke masjid saat adzan subuh berkumandang. saat itu aku lagi tidur pulas, dalam tidur ku aku merasa ada yang membelai leher ku dan kaki ku. karena tak kunjung hilang aku mencoba membuka mata. saat aku buka mata aku melihat suami bibi aku yang telanjang dada, aku spontan teriak tapi tidak kencang setelah itu dia pergi. saat itu aku waspada dan tak pernah memakai pakaian miliknya lagi. dan meminta agar kamar aku di kasih pintu saat sendiri. " ucap lirih renita merasa ketakutan
" tapi kamu tidak di sentuh yang berlebihan kan.? atau tidak sampai itu terjadi kan.? " tanya lukis penasaran dan cemas plus khawatir
__ADS_1
" alhamdulillah tidak lukis, tapi aku syok dan slalu was - was. aku merasa sendiri dan bingung karena tidak ada yang melindungi dan menjaga aku. kamu tau sendiri ibu dan bapa aku bercerai saat aku sakit DBD. betapa sakitnya aku saat itu, orang butuh perhatian tapi mereka bertengkar dan memilih berpisah. mungkin sebentar lagi ibu aku pulang dan akan menikah dengan calonnya. sebenarnya aku tidak mengharapkan itu terjadi, jika ibu aku memilih berpisah jangan menikah lagi tapi ternyata tetap akan menikah lagi. " sendu renita yang tak menyangka keluarganya akan hancur
" sabar sayang, aku tidak bisa berbuat banyak dan aku tidak bisa mengatakan apa - apa karena aku tidak tau apa yang ada di hatimu, tapi aku akan belajar menjaga kamu sebisa aku dan memberimu perhatian . dan aku akan slalu mendoakan kamu supaya kamu tetap dalam lindungan allah SWT. " penuh keyakinan dan memegang tangan renita erat untuk memberikan kekuatan.
" makasih kamu sudah mau mendengarkan keluh kesah aku, percaya sama aku dan sabar menghadapi aku. terus berada di sampingku. " harap renita
" sama - sama sayang, kamu udah sarapan belum kok hanya 1 nasi nya.? " tanya lukis
" belum, kamu saja. aku gak suka sarapan tapi jarang sarapan juga sih, maklum aku kan tinggal sama bibi ku, bibi aku kan sibuk sama anaknya. kalau repot jarang masak, kalau aku masak nggak ke buru. jadi ya sudah tidak sarapan aja sekalian., " ucap santai renita
" ya ampun sayang, kamu harus makan. jangan sampai kamu gak sarapan, ayok aku suapin kamu atau kamu suapin aku.? " goda lukis
" ya udah makan berdua saja, aku suapin kamu. terus kamu mandi karena kita akan pulang. takut ke siangan. " sambil menyuapkan nasi ke mulut lukis
" aku sudah paketin barang aku. "
" kenapa tidak ngomong sama aku.? "
" aku kasihan sama kamu, pasti kamu cape dan butuh istirahat. jadi aku putuskan, aku sendiri yang bereskan. karena hanya peralatan sekolah saja kalau pakaian aku bawa dikit dan belum dapat seragam sekolah. jadi barang aku tidak banyak. " ucap santai renita yang tak menghiraukan tatapan lukis
" maaf ya sayang, aku yang ngajak kamu pindah tapi malah bikin kamu susah sendiri. " yang tak enak hati sama renita
" tidak apa - apa sayang. santai saja kali. ini sarapannya sudah habis, cepat mandi dan pulang. agar tidak ke Sore an pulang nya. supaya kamu juga bisa istirahat kalau sudah sampai. aki nggak mau kamu sakit gara - gara kecapean. "
" perhatian banget sayang. " goda lukis
__ADS_1
" buru ih, kalau nggak cepat aku nggak jadi pulang. " seru renita yang kesel
" iya sayang. "
renita membereskan bekas makan tadi, tak lama ada pemilik kos yang datang. menanyakan lanjut atau sudah, karena kalau penginapan di rasa besar. kalau ini kecil menurut ku, karena tadi sebelum mandi lukis nitip uang dan pesan kepada renita kalau ada yang ke sini biar renita yang bayar tapi tetap uangnya dari lukis.
" permisi neng, saya yang punya tempat ini. di mana orang nya.? " tanya bapa pemilik kos
" lagi mandi, setelah itu kita mau pulang. jadi berapa pa.? atau mau nunggu lukis selesai mandi. sebentar lagi juga selesai pa. " tawar renita supaya tidak bulak balik dirinya " itu sudah selesai pak mandi nya. "
" ada apa.? " tanya lukis
" ini ada pemilik kos ini. " jawab renita
" oh iya, tunggu sebentar aku masukin dulu baju kotor nya lalu ke depan sekalian pamit. " ajak lukis.
" permisi pak. ini kunci kamar nya terima kasih tempatnya. dan ini uangnya pak. "
" sama - sama dek, mau langsung pulang.? " tanya si bapa
" iya pak. besok harus sekolah lagi. "
" oh, ya udah saya duluan ya dek mari. " ajak si bapa
" silahkan pak. " mereka pun naik ke motor dan segera menjalankan motornya.
__ADS_1