
Sebelum lukis pergi dia menyempatkan untuk mencium pipi renita juga kening nya. setelah itu dia pulang dan berpamitan pada ibu renita, tapi saat sampai lukis terdiam melihat ibu mertua nya dengan dokter itu. ternyata dia belum juga pergi. kata lukis dalam hati nya.
" ibu lukis pulang dulu nanti ke sini lagi. " ucap lukis sambil menyalami ibu mertua nya
" iya hati - hati lukis. " ucap ibu renita
setelah kepergian lukis dokter itu bertanya mengenai siapa lukis. " itu siapa bu.? " tanya dokter itu
" oh itu lukis tunangan renita, " ucap ibu renita santai
" bukan nya renita masih SMA ya bu. kenapa udah tunangan.? " tanya dokter itu heran
" nggak tau itu keputusan mereka, tapi kalau nikah nya jelas masih lama. sebenernya ibu nggak setuju kalau anak ibu tunangan di saat masih sekolah. pingin nya ibu dia menikmati masa muda nya dulu. " saran ibu renita buat anak nya
" terus kenapa ibu terima.? " ucap dokter itu
" renita yang memohon sama ibu, tapi tadi ibu liat mereka lagi ada masalah. " sendu ibu renita
" masalah apa bu.? "
" mungkin mereka salah paham, sebab renita itu memiliki sikap yang posesif. sama seperti saya. dan ujung - ujung akan berakhir perceraian sama kaya saya. " melihat sikap dirinya yang dahulu
" maaf sebelum nya bu, kenapa bisa sampai bercerai. ayah renita ketahuan selingkuh waktu itu. mungkin itu pemacu kenapa suka posesif sama pasangan nya. " sambil menunduk kan kepalanya
" maafin saya bu, saya nggak tau. " merasa bersalah
" nggak apa - apa nak. mungkin kamu perlu tau. " jawab ibu renita " kalau boleh tau kenapa ke sini, bukan nya lagi banyak pasien.? " heran
__ADS_1
" sebenarnya iya bu, tapi entah kenapa saya pingin ke sini. " merasa malu
" nggak apa - apa kok, ini bukan kamu saja yang ke sini. masih banyak yang lain nya. tapi renita hanya memilih lukis. "
" berarti mereka pasangan serasi ya. "
" tapi kaya nya lukis akan sedikit goyah sama perasaan nya dan itu membuat saya khawatir sama mental anak ibu. " lirih membayangkan nasib anaknya yang begitu mencintai lukis
" tenang aja bu, biar saya yang akan menemani ke seharian nya jika itu terjadi. " lantang karena itu harapan nya
" makasih ya nak. "
" sama - sama, kalau gitu saya pamit dulu bu mau ke klinik lagi. " pamit nya
" iya nak hati - hati. "
☀☀☀☀☀
Kini kemarin berganti hari dan malam berganti pagi. walau lemas renita memaksakan untuk sekolah karena hari ini lebih baik dari kemarin. saat akan berangkat sekolah lukis menghampiri renita,
" kamu mau sekolah.? " tak percaya
" iya, aku bosen di rumah. "
" tapi wajah kamu masih pias renita. "
" nggak apa - apa tadi sudah sarapan dan minum obat. " ucap renita
__ADS_1
" udah biarin aja, kalau sakit lagi suruh pulang aja. " saran ibu renita sama lukis
" ya udah kamu sama aku saja naik mobil, biar nanti di jalan bisa istirahat sebentar. "
" ibu saya pamit dulu. "
" iya nak, ibu titip renita ya. " pinta ibunya
" iya bu. "
renita memasuki mobil lukis dan lukis duduk di tempat supir untuk menjalankan mobil nya, dalam mobil lukis menanyakan tentang persoalan kemarin.
" renita, apa aku boleh bertanya.? "
" bertanya apa.? " tanpa melihat lukis
" apa kamu bakal ninggalin aku. ? " penasaran
" semua keputusan ada di tangan mu lukis. jika kamu sudah tak menginginkan aku. aku harap kamu segera memutuskan pertunangan ini. " jawab renita yang tetap fokus ke depan
ciiittt... suara rem mobil lukis berhenti tiba - tiba untung di belakang mobil lukis sepi
" kenapa begitu, sampai kapan pun aku takkan mau membatalkan nya. " bentak lukis
" kenapa.? apa kamu nggak rela kalau aku dengan yang lain tapi kamu bersama cewek lain.? itu namanya egois lukis. cinta tak harus memiliki tapi jika kamu ingin memiliki nya pegang dia dengan erat, jangan pernah kamu menyakiti atau pun mengkhianatinya. " ucap renita tenang
lukis tak bisa menjawab dia hanya memeluk renita dengan erat, tapi renita tak membalasnya. lukis sedih dan tak terasa mengeluarkan air mata. sungguh bukan ini yang dia mau. mungkin orang bilang dia cengeng tapi entah perasaan nya yang aneh atau takut kehilangan renita.
__ADS_1