
Berbeda dengan yang di cafe, setelah kepergian lukis dan renita. mereka memperkirakan bagaimana keadaan keduanya apa baik baik saja, atau akan terjadi perang dunia ke 5 , karena mereka menghitung ketika lukis dan renita memiliki masalah dalam hubungan nya.
" tebakan, apa yang akan terjadi setelah ini. ? " kata rama
" paling berantem " jawab reno dan yuli berbarengan
" kalau menurut gue.. sama kaya reno. " jawab anwar
" berarti tinggal cewek nih.? " tanya rama
" sama " kompak
" ah, nggak asik nih . jawab nya sama. " ucap rama
" karena sudah kelihatan dari raut wajah mereka. kita liat saja besok di sekolah. " usul rita di angguk kan semuanya
☀ ☀☀☀☀
pagi telah tiba renita dan lukis bangun dengan malas karena masalah semalam. tapi lukis harus semangat sekolah agar ketemu renita dan menjelaskan semuanya supaya salah paham nya tidak berkepanjangan.
beda dengan di rumah renita yang bangun dan segera mandi. dia tidak mau di jemput lukis lagi karena bagi dirinya lukis tidak menghargai hati renita yang sudah menjelaskan bahwa dia akan sensitif tentang yang namanya cemburu . selesai mandi renita segera berangkat sekolah dan tidak sarapan dulu.
" renita, ini sarapan nya. " tunjuk ibu nya
" nggak bu, takut telat. " jawab renita malas
" nanti maag kamu kumat lagi. " yang khawatir
" nggak bakalan, sudah kebal. renita pamit assalamu'alaikum. " pamit renita segera pergi
setelah kepergian renita, lukis datang dan menyapa ibu mertuanya. tapi masih calon ya. hehehe
" assalamu'alaikum bu. " ucap lukis
__ADS_1
" wa'Alaikum salam, baru saja pergi renita nya. emang nggak janjian.? " tanya ibu renita yang penasaran
" nggak bu, ya udah saya pamit dulu takut telat. " ucap lukis
" nggak sarapan dulu.? " saran ibu renita
" nggak bu, makasih assalamu'alaikum. " pamit lukis
" wa'alaikum salam. " jawab ibu renita
lukis melajukan motor nya menuju sekolah dengan hati tak menentu. dia merasa sudah ingkar janji sama renita kalau dirinya tidak akan dekat dekat lagi sama sri tapi dia malah mengkhianati ucapan nya sendiri.
saat di parkiran dia ketemu dengan yuli dan reno. lukis menyapa reno dan yuli, tapi yuli cuek dan pergi gitu saja. dia sadar pasti yuli sudah tau masalah nya. berbeda dengan reno.
" sabar bro. wanita memang begitu kalau sedang cemburu. tapi tak seharusnya juga kita tidak kelewat batas. ada saat nya kita membedakan sikap kita terhadap teman sendiri. mana teman dan mana pacar. apa lagi kamu sudah tunangan sama renita, lho harus bener - bener terbuka dan jujur. karena dua hal itu yang di butuhkan. agar pondasi yang kita bangun tidak runtuh begitu saja. gue tau lho peduli sama dia karena sri teman renita, tapi tak seharusnya lho begitu apa lagi dekat dengan rumah nya. untung yang liat lho renita, coba kalau ibunya.? bisa lho bayangkan sendiri nasib lho. " kata reno sambil berjalan " sudah jangan di pikirkan dulu biarkan renita sendiri dulu, istirahat lho bisa ketemu dia di kantin karena gue nyuruh yuli, walau sebenernya yuli nggak mau, tapi dia juga nggak mau liat sahabatnya begini terus. " saran reno
" makasih ya ren, lho mau bantuin gue. " tulus lukis
" baik bos. " semangat 45 yang mau masalahnya selesai
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jam istirahat berbunyi, lukis dan reno berjalan menuju kantin , reno yang melihat semangat lukis yang dari tadi dia tersenyum senyum sendiri merasa geli sendiri. memang ya cinta itu memabukkan. batin reno
sesampai di kantin, reno melihat yuli dan renita yang sudah duduk di bangku duluan. sedangkan yang lain belum sampai. reno mengajak lukis untuk menghampiri mereka, lukis hanya bisa pasrah melihat mata renita yang sembab. ada rasa bersalah dalam dirinya.
sesampai nya di meja, reno mengajak yuli pergi dan membiarkan renita dan lukis ngobrol berdua. sebenernya yuli tidak mau. tapi karena paksaan reno, yuli pun mau.
" sayang, maaf. " ucap lukis yang merasa tersayat melihat mata renita. tapi renita hanya tersenyum
" kenapa dari semalam hanya tersenyum saja, jawab aku renita.? " yang penasaran terhadap renita
" aku harus jawab apa.? " tanya renita
__ADS_1
" ya apa saja, mau marah ke, atau apa ke. asal jangan menghindar, jauhi aku atau cuekin aku. " ucap lukis
" tak ada yang perlu di bahas semua nya sudah lewat. "
saat renita dan lukis ngobrol berdua. ada cowok yang menghampiri renita, yang lebih cool, tampan, sixpack dan gagah.
" kamu yang namanya renita.? " tanya pria tadi
" iya kenapa.? " tanya renita yang gak tau siapa dia. berbeda dengan lukis yang sudah menahan kesel nya. karena lelaki itu memandang renita terus
" aku Tyo kakak kelas kamu waktu SD dulu. apa kamu nggak ingat.? "
" sebentar aku ingat - ingat dulu. " ucap renita yang masih mengingat nya. " oh iya aku ingat, kakak sekolah di sini juga.? " tanya renita penasaran
" iya lah, tuh sama azril juga. " tunjuk tyo
" wah, nggak nyangka ya. bisa ketemu gini. " yang tak percaya
" ya udah gue ke tempat mereka dulu. " pamit tyo
" eh kak, aku ikut. " sambil mengejar tyo, dan renita tak peduli dengan tatapan lukis. seolah masa bodo dia saja begitu malah lewat parahnya.
saat lukis melihat kepergian renita, dan melihat renita menghampiri cowok lain. ada rasa kesel dan kecewa terhadap tingkah nya yang kekanak-kanakan.
" udah jangan di liatin terus, kau sendiri yang bermain api. maka kau juga yang memadamkan apinya. " kata yuli
" liat dia bisa tertawa lepas kan. nggak kaya lho, bikin mata nya sembab begitu. pasti yang dia rasain perih karena bengkak di matanya. " merasa khawatir
" udah sayang, biarkan saja jadi urusan mereka. "
" pasti sebentar lagi renita pingsan. " tebak yuli. dan bener saja renita pingsang. untung di tangkap oleh cowok tadi.
sedangkan tangan lukis sudah mengepal di bawah sana. ada rasa tak rela renita di pegang orang lain. tapi dia menyampingkan ego nya
__ADS_1