
Pagi kini telah tiba, lukis dan renita sudah sampai di rumah nya. Sedangkan orang tua lukis pun sama, mereka kembali ke rumah lama nya yang mereka tempati dulu.
Seperti biasa renita sudah menyiapkan pakaian suami nya sebelum berangkat ke cafe, sementara renita pergi ke dapur untuk membuat sarapan.
Saat di kamar mandi lukis memandang wajah nya di pantulan kaca, lukis melihat ia harus membersihkan kumis dan jenggot nya. Selesai dengan urusan nya lukis segera mandi dan bergegas menemui istrinya.
Renita yang sedang asyik membuat sarapan untuk suami dan anak nya, tiba tiba ia di kaget oleh tangan yang memeluk tubuh nya sambil menyandarkan Kepala nya di bahu renita.
" Astaga naga, kamu mengagetkan aku saja. Duduk aja sebentar lagi masakan aku selesai, mmm sayang boleh aku minta tolong. " Pinta renita
" Minta tolong apa, ? " Tanya lukis
" Tolong lihat nathan barang kali ia sudah bangun. Jika sudah bangun sekalian mandiin ya. " Pinta tolong renita
" Dengan senang hati. " Kata lukis melepaskan pelukan nya dan berjalan ke arah kamar nya lagi.
Lukis membuka pintu nya, ia melihat anak nya masih tidur. Dengan jahilnya lukis menciumi wajah sang anak dengan gemas, apa lagi lukis senang menghirup bau badan anak kecil.
Nathan merentang kan otot otot nya, lalu mengucek mata nya . Ia melihat papa nya sedang tersenyum ke arah nya.
" Pa pa. " Ucap Nathan
" Apa sayang, bangun yuk. Mamah sudah menunggu kita, " Kata lukis
" Ma mam, " Ucap Nathan
" Mandi dulu ya baru makan. " Sambil membuka pakaian nya dan membuang pempers nathan.
Lukis memandikan nathan dengan begitu telaten dan hati hati, ini pertama kali nya ia memandikan anak nya setalah sekian lama nya.
" Ingin ingin, ma ma hiks hiks " Ucap nathan yang kedinginan padahal airnya campur dengan air hangat
" Sayang, ini tidak dingin. Ini airnya pakai air hangat. Coba nathan raba dulu nak. "
Tapi tak lama nathan malah bermain air, saat susah selesai di sabu ni serta shampo nathan tidak mau berhenti main air.
" Sayang sudah ya, jangan main air terus. Nanti mamah marah . " Bujuk lukis.
" Aaaa, " Teriak nathan saat lukis memaksa membawa nathan ke kamar nya
" Huwa huwa hiks hiks. " Nathan nangis hingga kedengaran oleh renita, renita yang berada di dapur pun panik. Kenapa nathan nangis.? Pikir renita
" Sayang kenapa nangis hmm.? " Tanya renita mengambil alih nathan.
" Dia nggak mau berhenti main air sayang. " Kata lukis
" Sayang mau sosis nggak.? " Bujuk renita
" Oncis.? " Tanya nathan
" Iya, tadi mamah goreng sosis dan juga susu. " Kata renita
" Au au ncis. " Kata nathan
Renita memakaikan pakaian nya, setelah itu iya menitipkan sama lukis. Karena mau mandi dulu. Tak butuh waktu lama renita menyelesaikan mandi nya, ia sama suami dan anak nya pergi menuju tempat makan.
Sementara lukis dan nathan duduk, renita membawa makanan nya satu persatu karena tangan nya hanya satu.
Usai dengan sarapan Keluarga lukis pergi ke cafe lama di mana jarang sekali dikunjungi karena lukis tidak sempat apalagi ia harus kuliah.
Lukis bukan melupakan di mana usaha ia pertama kali di bangun, justru ia pingin sekali berkunjung tetapi ada saja halangan nya dan hari ini baru sempat.
Saat sampai di depan cafe di mana ada salon, bengkel serta cafe, hati lukis menatap haru karena di sini lah ia pertama membuka usaha nya. Lukis berjalan dengan tangan kanan memegang tangan renita sedang kan tangan satu nya untuk menggendong anak nya, saat sampai pintu karyawan lukis menyambut nya secara hormat.
" Selamat pagi pak bu. " Sapa karyawan lama
__ADS_1
" Pagi juga. Kenal kan ini anak saya nama nya nathan. " Kata lukis memperkenalkan anak nya
" Pagi de nathan. " Kata karyawan, sedang kan yang di sapa diam saja terpaksa yang jawab ibu nya
" Pagi, maaf anak saya masih suka malu. "
" Nggak apa apa bu. "
" Ya sudah, saya mau ke bengkel dulu ya. Kalau ada apa apa panggil saya. " Ucap lukis dan setelah di anggukkan karyawan nya ia membawa anak serta istrinya ke bengkel.
Lukis melihat anak anak nya sedang memperbaiki motor padahal baru jam 8 , karena lukis menyuruh kerja jam 9 pulang magrib.
Lukis bukan menolak rejeki tapi ia ingin anak buah nya cukup untuk istirahat. Uang bisa di cari tapi kesehatan susah, maka dari itu lukis menyuruh anak buah nya memperbanyak istirahat serta makanan sehat.
( uuuhhh bos yang baik hati dan pengertian. 😍)
" Assalamu'alaikum. " Ucap salam lukis
" Waalaikum salam, eh a lukis sudah pulang. " Kata udin yang mengenal lukis
" Alhamdulillah udah, malah anak saya sudah lahir nih, " Kata lukis
" Wahhh, anak nya tampan sekali putih lagi. "
" Ia lah, kalau beda ntar di sangka anak orang lagi. "
" Aakhh bisa aja si a mah, masuk aja a. Tapi maaf kotor. " Kata udin
" Nggak apa apa, kan kalian kerja. Gimana kabar semuanya.? " Kata lukis
" Alhamdulillah sehat, malah tambah banyak aja pasien nya. "
" Syukur alhamdulillah itu rejeki kalian semua. Ya sudah saya mau mampir dulu ke salon. " Kata lukis
" Iya mangga a. "
Lukis memasuk ki ruangan salon yang masih sepi, hanya ada karyawan yang baru beres beres karena mengikuti jam kerja bengkel. Saat beberapa langkah karyawan yang tidak mengenal lukis pun bertanya.
" Selamat pagi pa bu, ada yang bisa saya bantu.? " Kata karyawan nya sendiri
" Pagi, kami mau bertemu sama yang punya milik salon ini. " Kata lukis
" Maaf, ada keperluan apa ya.? Soal nya a reno yang sering ke sini belum datang. " Kata karyawan itu
" Oh belum datang ya, boleh saya menunggu nya di dalam ruangan nya. " Kata lukis mencoba mengetes karyawan nya itu
" Mohon maaf sekali, saya tidak bisa. Bapa sama ibu bisa nunggu di sini saja. " Kata karyawan tersebut
" Oke kita tunggu di sini. " Lukis anak dan istri nya duduk sambil memperhatikan karyawan nya.
Lukis memperhatikan setiap gerak gerik karyawan nya, tapi ada satu yang tidak membantu karyawan nya bersih bersih. Dia hanya berdandan dan memakai pakaian agak seksi, tapi lukis hanya acuh saja.
Sedangkan karyawan yang tadi menyambut lukis begitu rajin, tida begitu lama reno datang. Saat reno datang karyawan yang sibuk mendekati reno, tapi reno menjawab acuh.
" Selamat pagi pa. "
" Pagi. " Lalu reno berjalan ke arah ruangan nya, sebelum sampai reno menyampaikan sesuatu kepada karyawan nya. Karena membiarkan pemilik salon menunggu di luar.
" Kenapa di luar, ?? Kenapa tidak di dalam saja . ? "
" Tak apa, kan mereka tidak ada yang tau. Seperti nya karyawan di sini baru semua. " Kata lukis
" Kita bicara di dalam saja, hai anak ganteng mau sama om nggak. " Kata reno
" Au au kut anteng. " Kata nathan
__ADS_1
" Uuhhh, gemes banget sih. Kamu anak siapa.? "
" Pa pa pa. " Celoteh nathan
" Iihhh sudah pintar menjawab ya, yuk masuk. " Ajak reno sambil membawa nathan, sampai di tempat ruangan reno. Mereka duduk di sofa ruangan tersebut.
" Seperti nya kamu sudah pantas ren punya anak. " Kata renita
" Ya memang, , tapi sama siapa gue membuat nya. " Yang masih sibuk dengan nathan
" Tuh karyawan yang nyapa kamu, kaya nya dia suka sama lo. " Ejek lukis
" Ogah, centil kaya gitu apalagi slalu tebar pesona. "
" Ya barang kali aja ya sayang. " Kata lukis ke renita
" Tapi aku suka sama cewek yang menyapa kita dari pada dia. " Kata renita
" Bener tuh, tapi sayang nya kita nggak tau nama nya. " Kata lukis
" Siapa.? " Kata Reno
" Nggak tau pokok nya yang paling rajin, tapi saat kau datang dia cuek cuek aja. " Kata lukis
" Oohh, si lusi. Dia sudah punya anak bro. " Kata reno
" Yahh, gagal dong. " Kata renita
" Ngomong ngomong tumben ke sini, kenapa nggak istirahat aja sulu. "
" Lah kamu sendiri kenapa sudah kerja aja, bukan nya istirahat. " Kata lukis balik
" Tau tuh. " Ucap Renita menimpali
" Biar dapat bonus gede. " Sambil tertawa
" Lo duit sudah banyak, kenapa masih minta kerja sama gue. " Kata lukis tak percaya
"Lumayan lah buat nambah nambah nikah dan cicilan. " Ucap Reno
" Kerja aja yang di pikirin, cari cewek. Suami gue sudah ada jadi kamu bisa fokus tuh ngejar cewek yang lo suka. "
" Bener apa kata istri gue, lo sesekali jalan jalan ke cari pacar. Kumpulin uang mulu, jangan sama kan perempuan dengan masa lalu lo, mereka itu punya sikap dan tingkah laku yang berbeda. Apa lagi akhlak nya, bener nggak sayang.? " Kata lukis
" Bener, dan satu lagi tidak semua perempuan matre. " Tegas Renita
" Iya nanti gue pikirkan. " Kata reno pasrah
" Secepatnya biar anak gue ada teman nya. Iya kan boy.? " Tanya lukis
" Mam mam. " Kata nathan
" Astaga sayang, di makan mulu. " Kata lukis
" Nggak tau, mungkin dia lapar. "
" Ya sudah kita ke cafe saja, barang kali ada yang bisa kamu buat. " Ajak lukis
" Ayok sayang ikut papa kita makan. "
" Mam mam, " Ucap nathan
" Iya kita makan. Atau mau cemilan aja sayang.? " Tanya lukis
" Susu aja. "
__ADS_1
Mereka pun pergi keluar menuju cafe, sementara Renita ke arah mobil mau mengambil susu untuk nathan.