
Tak terasa kini hubungan lukis dan renita tetap berjalan dengan baik dan lancar serta lagi anget - anget nya. begitu juga dengan yuli dan reno. sedangkan anwar yang belom move on tetap berusaha melupakan renita walau belum sepenuh nya. rama dan rita masih sama yaitu malu - malu kucing, kini semua nya sudah memasuki kelas 12 dan sebentar lagi mereka akan lulus.
Waktu berjalan begitu cepat semuanya di jalani dengan baik, bahkan sri dan feri sudah menikah keduanya bahagia bahkan menikmati pernikahan nya serta merawat baby boy yang tampan dan menggemaskan. tak lupa mamah dan bapak nya renita juga sudah bersama kembali keluarga renita kini tampak utuh seperti yang di harap kan oleh dirinya, kini renita sedang menikmati sarapan pagi bersama kedua orang tua nya. inilah momen yang di nanti - nantikan oleh renita bisa kumpul setiap saat apalagi waktu kecil ia tidak merasakan momen ini.
" sayang sarapan nya jangan di liatin aja, di makan dong.! " pinta mamah rina karena dari tadi renita hanya memandangi kedua orang tua nya saja
" iya mah, " jawab renita dengan senyum nya
" sayang kalau kamu punya adik lagi bagaimana.? " tanya mamah rina
seketika renita terbatuk - batuk " hukhuk, " meraih air minum nya dan meminum dengan tandas
" hati - hati sayang. " sahut mamah rina
" kenapa mamah bertanya seperti itu.? " tanya renita heran
" nggak apa - apa nanya aja sayang. " kata bapa renita
" kalau menurut renita sih, ya gak apa - apa. tapi apa mamah dan bapa sudah siap menerima kehadiran seorang anak lagi, renita hanya takut kalau kejadian kemarin - kemarin terulang kembali. " sahut renita merasa tak enak hati kepada kedua orang tua nya
" kami tau ke khawatiran kamu, tapi sekarang bapa udah punya usaha sendiri dan alhamdulillah bisa mencukupi hidup kalian nantinya walau sederhana yang penting berkah kan.? " kata bapa menyakinkan renita
" iya pa mah, renita paham. tapi semua keputusan ada di tangan kalian. renita sih nggak masalah " kata Renita sambil melanjutkan makan nya tak lama lukis datang menggunakan motor nya
__ADS_1
lukis pun turun dari motornya dan masuk menuju rumah renita, kini lukis tak sungkan - sungkan lagi. karena mereka sudah kenal dekat apalagi mereka akan menikah jadi tak canggung lagi saat bertemu. dan keluarga lukis pun sama sudah mulai membuka pintu untuk renita lebar - lebar beserta keluarganya. apalagi kedua orang tua lukis sudah menyayangi renita seperti anak kandung nya sendiri.
" assalamu'alaikum, pa mah lagi pada sarapan ya.? " tanya lukis yang sudah sampai di dekat meja makan dan duduk di sebelah renita
" waalaikum salam, iya. kamu sudah sarapan kis.? " kata bapa
" sudah pa, tadi di rumah. " kata lukis
" ya udah pa mah renita pamit dulu mau sekolah. " pamit renita sambil menyalami kedua orang tua nya di ikuti oleh lukis
" iya hati - hati, dan kamu lukis jangan ngebut-ngebut di jalan nya. " memperingati lukis
" iya pa, lukis akan ingat slalu pesan mamah. assalamu'alaikum " pamit lukis
" waalaikum salam. " ucap keduanya
renita memeluk lukis dan lukis mengelus punggung tangan renita. renita tak pernah menyangkan bahwa hubungannya dengan lukis bisa sampai sejauh ini dan sudah sampai di titik ini di mana sebentar lagi mereka akan terikat dengan sebuah pernikahan , tak pernah di bayangkan oleh nya.
usaha lukis pun makin berkembang di mana lukis sudah memiliki 5 cabang cafe dan bengkel. tak hanya cafe dan bengkel lukis membuka salon atau barbel shop di setiap bengkel supaya ketika menunggu motor nya di servis mereka bisa menunggu sambil keramas atau potong rambut. semua itu idenya renita, sungguh dia sangat beruntung memiliki kekasih yang pengertian serta slalu mendukung setiap usaha nya.
ya iyalah usaha tanpa doa nggak akan mengkhianati hasilnya. ðð
" sayang nanti pulang sekolah kita mampir dulu ke perum green house . " ucap lukis
__ADS_1
" mau ngapain ke sana.? '' tanya renita heran apalagi perum itu terkenal dengan indah, walau sederhana tapi keliatannya sejuk, asri nyaman dan tentram. apalagi yang tinggal di sana bukan orang sembarangan.
" liat rumah kita. " ucap lukis santai seketika renita kaget dan reflek melepas pelukannya
" jangan bercanda lukis, uang dari mana kamu.? " yang masih belum percaya dan bingung saja atas ucapan lukis yang menurutnya itu tak masuk akal
astaga,?? Aouthor tepuk jidat deh, ðĪŠ
ya bisa lah horang kaya . ððĪ
" apa kamu hilang ingatan sayang. " sahut lukis terkekeh geli bisa bisanya renita bertanya uang dari mana. ya jelas itu uang dari hasil usaha nya yang selama ini dari bengkel cafe dan salon.
" nggak kata siapa .? emang uang yang kamu tabung sudah cukup buat beli rumah. " tanya renita membayangkan betapa mahal nya rumah itu
" lebih dari cukup sayang, tapi maaf walau beli rumah di tempat terbilang elit tapi bekas orang yang setengah pakai nggak apa - apa kan.? " tanya lukis ragu bahwa renita mau menerima itu.
" apa kamu sudah membelinya.? " tanya renita penasaran karena kalau belum ia berharap lukis membeli rumah biasa saja walau tak bisa membeli di perumahan
" belum, makanya aku ngajak kamu ke sana. karena kalau kamu mau kita langsung beli. " kata lukis pada renita
" lebih baik kita beli rumah nya jangan di perum ya, beli di tempat biasa saja. walau bekas juga nggak masalah. yang penting nyaman. " sahut renita
" iya sayang, tapi kita liat aja dulu ya. nggak enak saman pemilik rumah nya. " karena ia sudah buat janji
__ADS_1
" iya sayang. " kata lukis pasrah
akhir nya mereka sampai juga di depan gerbang sekolah dan menuju parkiran motor di mana temen - temen nya sudah berkumpul. karena kebiasaan mereka sebelum bel berbunyi mereka berkumpul di parkiran.