Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.

Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.
kecelakaan


__ADS_3

Lukis berdiri di depan pintu IGD. Dia terus menatap pintu itu berharap dokter segera keluar dari ruangan. Setelah menunggu beberapa saat lukis melihat dokter keluar.


" Bagaimana dokter keadaan renita.? Apa ada yang serius padanya dok.? "


" Alhamdulilah pasien baik - baik saja, tapi pasien cukup kehilangan banyak darah untung saja stok darah di sini ada. Jadi pasien bisa di selamatkan. Tidak ada luka yang serius pada pasien , pasien bener - bener kuat. Kalau gitu saya permisi dulu. "


" Ia dok silahkan, terima kasih banyak."


" Alhamdulillah ya allah dia baik - baik saja. Aku harus kasih tau keluarganya. "


πŸ“ž renita


Hallo, assalamu'alaikum.


πŸ“žaku


Waalaikum salam, maaf ini sama keluarga renita.?


πŸ“žrenita


Iya bener. Ada apa ya.?

__ADS_1


πŸ“žaku


Maaf, ini renita kecelakaan . Dan sekarang ada di rumah sakit. Apa bibi bisa kemari.?


πŸ“ž renita


Ya allah renita, iya saya ke sana. Kamu kirimkan alamatnya.


πŸ“ž aku


Iya bi, saya kirimkan alamatnya. Assalamualaikum bi


πŸ“ž renita


Waalaikum salam


Detik berganti menit, menit berganti jam. Jam berganti hari, hari berganti minggu. Tak terasa sudah 1 minggu renita di rawat dan hari ini dia keluar dari rumah sakit. Tapi selama seminggu dia tidak melihat lukis menjenguk nya, renita bertanya dalam dirinya. Ke mana lukis,?? Bertanya - tanya dalam hatinya. dalam lamunannya renita tidak menyadari ada yuli di samping ranjang renita berbaring membuyarkan lamunan renita. Dan betapa terkejutnya sudah ada yuli di sana.


" Yuli, ngagetin aja.. Kamu ke sini sama siapa.? "


" Aku sendiri saja, lagian kenapa kamu melamun.? Emang kamu nungguin siapa.? "

__ADS_1


" Apa lukis tadi sekolah.? Apa dia baik - baik saja.?. "


" Tunggu dulu deh., perasaan terakhir aku ketemu sama dia saat kamu nangis di kelas dan setelah itu lukis datang. Saat itu aku tidak melihat dia lagi, aku kira dia ada sini selama kamu sakit dia juga tidak ada di sekolah. Bukannya sama kamu ya.?? Apa jangan - jangan kalian bertengkar lagi.? " Tanya yuli penasaran


" Iya, aku yang salah. Aku berucap ketika dia tidur. Aku kira dia beneran tidur. Nyatanya enggak, dia mendengarkan apa yang aku katakan. Bahwa nanti setelah lulus aku bakalan ninggalin dia. Karena aku merasa tidak pantas untuknya. " Sambil menangis


" Kamu sih, udah tau dia sayang banget sama kamu. Bahkan dia rela kamu sakiti karena dirinya merasa kalau awal kesalahan ini darinya. Bahkan dia terus menyalahkan dirinya sampai sakit dan bangkit setelah dia berpikir kalau dia bakalan memulai dari nol lagi untuk kembali sama kamu. Sehingga dia bertekad ingin memiliki usaha kalau usaha nya maju dan sukses dia berjanji bakalan nikahin kamu setelah lulus sekolah nanti. Kamu beruntung renita dapatkan cowok kaya lukis., tapi kamu malah mau ninggalin dia. "


" Sekarang dia di mana.? Tolong kamu bilang sama bibi ku. Kalau aku pulang bareng kamu. Setelah itu antar aku ketemu lukis. ! " Mohon renita


" Aku dengar sih, dia tidak jadi ambil sekolah otomotif. Dia akan mengambil sekolah jurusan penerbangan di luar kota. Mungkin sekarang lagi menuju bandara. " Berpikir sejenak karena tadi dia bertemu lukis


" Antar aku ke sana sekarang. Aku nggak mau kehilangan lukis. " Bangun dari tidurnya dan segera berlari. Dan di susul yuli


Yuli membawa mobil. Karena yuli anak yang berada. Segera dia tancap gas agar tepat waktu. Setelah berapa jam perjalanan mereka sampai di bandara. Mereka berlari mencari lukis bahkan renita tidak menghiraukan rasa sakit di kaki nya. Sampai akhirnya renita ketemu orang tua lukis.


" Tante, di mana lukis.? " Tanya renita tanpa basa basi


Sejenak mereka saling pandang. Lalu setelah itu mamahnya lukis menjawab. " Renita emang kamu tidak tau kalau lukis mau pergi.? Kirain tante kamu sudah tau. Lukis sudah masuk ke dalam pesawat dia mau pergi ke luar kota. Tante sudah cegah tapi dia tetap pergi. Entah dia kapan kembalinya tante juga tidak tau. Kalau gitu tante sama om duluan ya. " Lalu berjalan meninggal kan yuli dan renita


" Iya tante om silahkan. Makasih ya om tante infonya. "

__ADS_1


" Sama sama sayang. Mari. " Sambil tersenyum


Setelah kepergian orang tua lukis. Renita menangis dan Tertunduk di lantai meratapi kesalahannya sama lukis. Yang dia rasa sekarang menyesal dan betapa bodohnya dirinya telah menyakiti perasaan lukis lagi. Dan seketika dia pingsan, saat yuli panik ada seseorang yang menggendong renita dan berlari menuju mobil. Dan setelah itu baru yuli sadar bahwa itu lukis., segera dia menyusul lukis ke mobilnya.


__ADS_2