
Siang tadi mereka sudah janjian di cafe depan karoke, renita dengan lukis sedang menunggu yuli dan reno, sedangkan anwar dengan rama. yang belum datang tinggal yeni dan rita.
tidak lama datang lah yeni di susul dengan rita, mereka melambaikan tangan agar yeni dan rita segera menghampiri mereka. saat sudah sampai pada meja temen - temen nya mereka duduk.
" akhir nya datang juga kalian, kemana saja sih lama amat.? " tanya rama
" mampir dulu ke masjid, " jawab jujur yeni
" kalau gue dari rumah ke sini lama karena nyokap gue yang rempong, suruh ini lah itu lah pusing pala Barbie. " jujur rita yang kesel sama ibu nya
" aduh ayang mbeb kacian banget sih. " goda rama sama rita
" udah sih diem, aku lagi kesel. jangan bikin aku kesel deh. " yang tak mau di ganggu
" sebelum aku ke sini aku mampir ke cafe yang agak jauh dari sini, tadi habis janjian sama temen aku. tak sengaja aku melihat sri, tapi aku nggak tau bener atau tidak karena sekilas. " jawab yeni yang tak sengaja liat sri keluar dari cafe itu
" yang bener kamu yen.? kalau emang bener kenapa kamu nggak tegur dia.? usul reno
" kan tadi aku sudah bilang bahwa aku sekilas liat nya, takut salah liat nanti yang ada aku malu kalau nyamperin atau tegur dia. " jawab yeni jujur
" sepertinya dia nggak akan datang ke sini kalau menurut aku, soalnya dia posting aneka roti. " kata renita sambil liat sosmed nya
" masa sih.? aku liat deh. " sesaat mereka melihat sosial media nya dan bener saja kalau sri memposting aneka roti. memang dia ke bilang jaga dalam segala yang berbaur dengan dapur. " iya bener, keliatan nya enak. " jawab rama jujur
" apa dia mau berhenti dan memilih jualan delivery order saja. tapi bagaimana kerja di PT nya, itukan di kontrak mana bisa keluar.? " tanya rita penasaran
" ya mungkin aja dia buka online saat pulang kerja. sebaiknya kita jangan suudzon sama dia. yang penting kita doakan saja yang terbaik buat sri, walau begitu dia juga temen kita. " saran renita supaya tidak berpikir negatif dulu kepada sri
" bener yang di katakan renita, walau bagaimana pun sri adalah temen kita. barang kali dia kerja sampingan ke tempat karoke itu untuk menutupi kekurangan biaya nya atau ada masalah dalam keluarganya. seharusnya kita sebagai temannya harus membantu dan setidaknya kita bisa mengurangi sedikit beban nya. " usul yuli yang setuju akan pendapat renita
" iya juga ya, kalau kaya gini kita menjadi teman yang buruk. tidak ada saat dia dalam kesulitan. " lirih yeni
" bagaimana kalau kita pesan saja roti nya, lumayan kan uang hasil dari pembelian kita. setelah itu kita rekomendasikan ke teman - teman kita dan saudara. " usul rita
" setuju, gue setuju sama ayang aku ini. " kata rama
" apa sih uyang ayang mulu dari tadi. ingat ya aku ini bukan pacar kamu.! " ucap rita tak terima
__ADS_1
" udah sih jangan berantem terus, nanti kalian jodoh. " kata anwar
" ogah "
" amin. "
" ih ngeselin lho. " kesel rita
" awas, kesel kesel ntar cinta dan rindu. "
" najis " sewot rita
" udah ah, aku pusing dengar kalian berantem mulu. " kata anwar
sedangkan lukis dari tadi diam saja tak menanggapi ucapan mereka, sebenernya tadi lukis juga liat sri yang menangis di pinggir jalan. mau berhenti takut telat jemput renita, belum lagi kalau ada yang liat bisa berabe. pasti bakal ada salah paham lagi.
lukis terdiam sambil memikirkan kenapa sri menangis, tak sadar renita melirik bahkan memperhatikan lukis yang tadi diam saja. curiganya pun kumat, pasti tadi sebelum jemput dia ketemu sri atau memikirkan sri. seketika dia beranjak akan pergi, namun kepergian nya di tanyain oleh temen - temen nya. tapi lukis diam saja seolah - olah dia tak sadar bahwa di samping nya ada renita yang terus memperhatikan dirinya.
" loh, kamu mau ke mana ren.? " tanya yuli yang melihat renita akan pergi
semuanya kini diam, mereka tau apa yang membuat renita kesel, karena dari tadi lukis diam saja saat sampai cafe ini. mereka menduga pasti ini ada hubungan nya dengan sri. apa jangan - jangan apa yang di tuduh kan renita bener, bahwa lukis menyimpan rasa suka kepada sri. ? batin semuanya.
setelah kepergian renita yang sudah tak terlihat lagi, mereka menyadarkan lukis. " lukis " teriak serempak mereka
" apaan sih, ngagetin gue aja. " jawab lukis kesel
" lho nggak nyadar kalau renita tidak ada di sini. " tanya reno yang kesel sendiri melihat kelakuan teman nya ini
seketika dia sadar, bahwa renita tidak ada di sampingnya. " kemana dia.? " guma lukis yang masih di dengar reno
" dia sudah pulang sendirian. dia kesel sama lho yang diam saja dari tadi. emang lho ngelamunin apa sih sampai tunangan lho aja pergi gak tau. " ejek reno
" ngelamunin cewek kali makanya dia nggak sadar. kalau gue punya pacar cantik seperti renita yang tak matre bakal gue pepet terus, nggak akan gue biarin dia jalan sendiri. gimana kalau dia di godain cowok yang lebih cakep dari pada gue. yang pasti bakalan nyesel." sindir rama yang memprovokasi kan lukis biar panas tuh hati nya
tampa babibubebo lukis keluar mencari renita, tapi dia tidak menemukan renita,. segera menghampiri motor nya dan mencari renita, tapi saat jalan pulang ke rumah renita iya tidak sengaja ketemu sri yang akan nyebrang jalan, hampir saja lukis menabrak sri. lukis turun dari motor nya dan menghampiri sri,
" sri, lho gak apa apakan? " tanya lukis yang takut tergores motor nya
__ADS_1
" gue gak apa apa lukis, kok lho ada di sini. " tanya sri
" gue mau ketemu renita, kenapa mata lho.? habis nangis ya., cerita sama gue barang kali bisa bantu. " usul lukis sambil membawa sri ke pinggir jalan dan duduk di bangku yang ada di pinggir jalan itu. sekilas lukis melupakan renita
" gak apa apa lukis, ini masalah gue sama seseorang yang belum lo kenal sama sekali. " jawab sri yang tak mau temannya tau permasalahan dirinya
" siapa.? barang kali gue bisa meringankan beban kamu. " pinta lukis yang penasaran
" gue,... bingung harus cerita dari mana sama kamu. yang jelas gue lakuin itu buat kebahagian dirinya. gue nggak mau dia menyesal karena dia milih gue, gue merasa tak pantas buat jadi pendamping dirinya. masih banyak wanita lain yang lebih baik dari pada diri gue. " mengungkapkan isi hati nya sambil terisak tak sadar lukis menarik kepala sri agar bersandar di pundak nya agar ia bisa leluasa menangis nya.
tanpa mereka sadari di sebrang jalan renita melihat lukis dengan sri berduaan. rasa cemburu pun kian kembali, tadinya renita merasa bersalah sama lukis karena menuduh lukis yang tidak - tidak tapi saat akan kembali ke cafe renita melihat pemandangan itu tak lama mata lukis dan renita bertemu.
deg
lukis terdiam sambil memandangi renita, syukur renita baik baik saja. pikir lukis. tapi lukis tak sadar tangan nya memeluk sri dan kepala sri ada di pundak nya. itu yang membuat renita salah paham, renita memutuskan kontak dengan lukis sambil berderai air mata. lalu pergi dari tempat itu dengan hati kecewa, setelah renita pergi lukis baru menyadari kecerobohan nya. hati lukis pun tak karuan mengingat renita pasti dia akan berpikir yang tidak tidak.
" sri, lebih baik kamu pulang dan tenangkan dirimu. aku mau pamit ketemu renita dulu " saran lukis
" oh iya lukis, makasih ya. " ucap tulus sri
lukis segera menaiki motor nya dan menuju rumah renita, sesampai rumah renita. ada rasa yang tak menentu di hatinya tapi lukis bertekad harus meluruskan masalah nya agar tak salah paham.
tok tok tok
" assalamu'alaikum. " ucap lukis
tak lama pintu di buka, muncul renita sambil membawa air minum. dan menaruh minuman itu di meja yang di luar setelah itu renita duduk dan mendengarkan lukis. tapi tetap saja dalam hati renita kecewa sama lukis. sama yuli saja tak segitu nya lukis perhatian tapi ini sama sri berbeda.
lukis duduk dengan sekat meja di tengah nya " sayang, kamu habis nangis.?" tanya lukis, yang sebenarnya lukis tau pasti karena dirinya.
tapi renita diam saja sambil melihat ke depan tapi tetap mendengarkan ucapan lukis. " tadi aku ketemu sama sri nggak sengaja, dia mau nyebrang jalan terus nggak sengaja aku menyerempet nya. makanya aku ajak dia duduk dulu, kalau masalah itu. ... aku reflek karena dia lagi ada masalah sama seseorang tapi sungguh aku nggak ada niatan sedikit pun apa apa sama dia. " jawab jujur lukis
renita hanya tersenyum miring dengan ucapan lukis, " di minum dulu air nya. " pinta renita, karena tidak mau membuat renita tambah kecewa. saat meminum air itu rasanya tak karuan, ada pahit asam pedas asin. lukis pun memuntahkan air minum itu. dan renita masuk kedalam saat kembali lukis tak melihat renita lagi seketika handphone nya berbunyi pertanda ada pesan masuk dari renita. " pulang lah tidak enak sama tetangga.! " mengusir lukis secara halus.
lukis tak bisa berbuat apa pun. segera dia menaruh gelasnya lalu tak lupa membalas pesan dari renita " iya, aku pulang. selamat istirahat. " lukis memasukan kembali handphone nya ke dalam saku dan menaiki motor nya meninggalkan rumah renita.
renita memandangi kepergian lukis dari balik tirai kamar nya. ada rasa sesak di dadanya, begini kah rasa nya kalau sedang cemburu. pikir renita ternyata sungguh sakit.
__ADS_1