
Yuli bergegas pergi ke rumah nya karena kuliah pun sudah selesai, sedangkan dede dalam perjalanan dari bandara menuju rumah yuli .
Yuli memutuskan untuk cuek dan acuh kepada dede, karena yuli pingin tau tentang perasaan dede kepada yuli. Sementara bapa yuli sudah jarang pulang dan mamah nya memilih kost dekat pabrik nya. Sebenernya mamah yuli sudah tau kenapa bapa nya yuli jarang pulang, mamah yuli memilih untuk berpisah dari pada ia di madu. Untuk masalah anak mereka belum membicarakan nya, apalagi mereka sama-sama sibuk dan jarang ketemu. Yuli yang mengetahui orang tua nya akan berpisah tidak memperdulikan nya, buat apa dia peduli sedangkan orang tua nya saja tidak memperdulikan keadaan anak nya. Akhirnya yuli memutuskan untuk hidup mandiri tanpa orang tua nya .
Yuli yang sudah sampai di rumah nya lebih dulu segera membersihkan rumah yang sangat berantakan itu, dari mulai membuang sampah yang berserakan, menyapu, mengepel lantai setelah itu baru mencuci piring. Tak lupa sambil menyapu ia mengisi air kedalam mesin cuci agar nyapu beres air penuh.
Tak berapa lama pekerjaan yuli beres, ia segera mandi karena badan nya terasa lengket. Baru saja selesai mandi ketukan pintu terdengar , yuli buru - buru memakai pakaian nya dan membuka pintu.
" Masuk a. " Ucap yuli setelah membuka pintu, dede pun masuk sambil membawa tas rangsel nya. Saat hendak duduk dede melihat yuli pergi ke dapur, dede pun hanga bisa melihat punggung yuli yang menjauh. Sungguh dede sangat merindukan pelukan hangat yuli, biasa nya jika ia baru sampai yuli akan memeluk nya tapi kali ini ada yang berbeda.
Selesai membuat kan minum, yuli kembali ke ruang tamu dan meletakkan air minum. Tanpa mau melihat wajah dede ia sungguh kesel sama dede saat ini.
" Oh ya silahkan di minum, bapa hari ini lembur mungkin nanti malam baru pulang. Kalau mau istirahat sudah saya siapkan kamar yang biasa kamu pakai. " Setelah mengucapkan kata itu yuli bergegas kembali ke kamar nya. Sementara dede hanya memandang yuli dengan tatapan bingung.
Dede mencoba mengingat kembali terakhir dia ketemu yuli, setelah mengingat nya dede mengusap wajah nya secara kasar, dia merasa gelisah karena tidak biasa mendapat perlakuan seperti ini dari yuli, yuli slalu bersikap manja, bawel, menggemaskan, posesif dan manis. Kini sudah tidak ada lagi , dede mencoba menunggu yuli sudah 1 jam tapi tidak keluar juga. Dede tidak bisa diam begini terus ia harus melakukan sesuatu agar bisa kembali seperti dulu lagi bersama yuli.
Apa aku harus menerima tawaran nenek , menikah dengan yuli.??? Tapi kalau melihat sikap yuli yang cuek dan acuh kepada ku, sungguh aku tak sanggup. Apa aku harus mengatakan sejujurnya kepada yuli, kalau aku sangat mencintai dan menginginkan dirinya. Tapi bagaimana dengan pasangan kita, tapi aku sudah lama tidak bertemu dengan dia apalagi menghubungi dirinya. Dan bagaimana dengan pacarnya yuli pasti ia akan sakit hati. Pikiran dede sangat kacau saat ini, tapi ia sudah bertekad akan mempertahankan yuli bagaimana pun caranya.
Dede perlahan berjalan ke kamar yuli, sebelum menuju ke kamar yuli. Ia mengunci pintu terlebih dahulu lalu berjalan ke arah kamar yuli dengan ragu. Saat sampai di kamar yuli dede perlahan membuka kamar nya, ternyata yuli tidak mengunci kamar nya. Lalu dede melanjutkan langkah kakinya dan menutup pelan pintu kamar yuli.
Sesampainya di depan yuli, ternyata yuli sedang tidur pulas. Yuli saat sedang tidur hanya memakai baju piyama yang bertali di leher dengan bahan yang tipis. Tanpa pikir panjang dede membuka baju serta celana nya , karena dede sudah terbiasa tidur hanya mengenakan celana boxer saja. Setelah pakaian terlepas semua, dede merebahkan dirinya di samping yuli dan memeluk nya erat.
Sementara yuli yang di peluk oleh dede, mengeratkan pelukan nya karena ia merasa nyaman dalam dekapan dede. Tapi yuli tidak tau kalau yang ia peluk adalah orang.
Beberapa jam kemudian yuli yang merasakan badan nya sulit untuk di gerakan melihat ke arah sebelah nya, dan ternyata dede yang sedang tertidur sambil memeluk dirinya. Ada seulas senyuman dalam diri yuli, yuli yang melihat dede tidur dengan pulas, dengan hati - hati menurunkan tangan nya. Selepas dari itu yuli melihat jam di kamar nya, ternyata sudah malam.
Yuli dengan langkah perlahan pergi menuju dapur dan memasak makanan yang simpel seperti nasi goreng. Saat sedang memasak yuli di kaget kan dengan tangan yang memeluk pinggang nya. Tapi ia mencoba diam dan biasa saja, karena dia tau siapa yang berani memeluknya selain dede dan reno. Yuli sengaja mendiamkan dede, dia hanya fokus ke masakan nya. Yuli mencoba mengambil piring tapi susah karena dede yang terus memeluknya.
__ADS_1
" Bisakah kamu melepaskan pelukanmu.? " Tanya yuli
" Nggak bisa, karena kamu terus cuek acuh dan mengabaikan ku. " Jawab dede
" Terus aku harus bagaimana.? " Tanya yuli kembali
" Apa sekarang kita berbahasa formal.? Tidak bisa kah kita seperti dulu lagi.? " Tanya dede kembali
" Bukan kah kamu hanya menganggap diriku sebagai adik mu walau bukan adik kandung. Maka perlakukan aku seperti adik mu, " Ucap yuli tegas
" Tolong lepaskan tangan mu dari pinggang ku, aku mau ambil piring aku sudah lapar. " Kata yuli kembali, dede pun melepaskan pelukan nya dan duduk di meja makan.
" Ini makanan mu, seperti nya bapa nggak pulang. Mau kopi susu apa teh manis.? " Tanya yuli
" Kopi hitam ada.? " Tanya dede dan di jawab anggukkan oleh yuli.
Selesai makan yuli mencuci peralatan yang di pakai tadi, selesai mencuci piring yuli pergi ke kamar nya tapi sebelum tidur yuli mencuci muka serta gosok gigi. Selesai melakukan ritualnya yuli duduk di depan meja riasnya sambil memakai kan cream nya. Dede yang tidak selera makan menyusul yuli ke kamar nya, setelah sampai di dalam kamar yuli. Dede memeluk kembali yuli dan menaruh kepalanya di leher yuli sambil menghirup aroma wangi tubuh yuli.
" Please jangan diam begini terus, jangan acuhkan aku, jangan cuekin aku. Aku rindu kamu yang dulu " Lirih dede
" Aku sadar dan tidak bisa membohongi diriku sendiri, saat aku jauh dari mu. Kamu tidak pernah memberi ku kabar, tidak pernah membalas pesan atau telpon ku. Aku merindukanmu, aku mencintai kamu yuli. " Sambil menangis di pundak yuli dan memeluk nya erat. Yuli yang mendengarkan kata kata dede seketika diam, tak terasa air mata yuli mengalir di pipi nya.
" Apakah kamu masih mencintai ku.??? Jika memang benar aku akan melamar mu. Besok aku akan datang menemui bapa mu, aku tidak mau kehilangan dirimu lagi. " Ucap dede lirih dan membawa yuli duduk di pangkuan nya lalu memeluk yuli erat.
Sementara yuli tetap diam dan mendengarkan ucapan dede yang sudah lama ia nantikan. Yuli membalas pelukan dede tak kalah eratnya, sambil menangis yuli begitu senang karena dede membalas perasaan nya. Dede membawa yuli ke tempat tidur, masih sama seperti tadi. Mereka terus berpelukan, di rasa cukup yuli dan dede saling pandang.
" Maukah kamu menjadi istri ku.? " Tanya dede
__ADS_1
" Ya aku mau, aku mau menikah dengan mu. " Dede yang mendapat jawaban dari yuli, tanpa pikir panjang dede mencium bibir yuli dengan mesra dan menuntut lebih dalam lagi. Kini gelombang hasrat mereka naik, tanpa kata kata dede melepaskan pakaian yang menempel di badan yuli. Setelah lepas dede menyerang yuli habis habisan karena sudah di ubun-ubun, mereka melakukan sampai menjelang pagi.
Sinar matahari hari masuk kedalam kamar yang semalam memadu kasih. Yuli terbangun karena silauan matahari, yuli melihat ke sebelah nya ternyata itu bukan mimpi. Yuli mengelus wajah dede, dede yang merasa tidur nya terganggu segera bangun dan tersenyum.
" Pagi sayang. " Cup sambil mencium yuli
" Pagi, aa ganas banget semalam. " Ucap yuli yang sebal dengan kelakuan dede semalam
" Habis aku tidak bisa mengontrol nya lagi, jam berapa sekarang.? " Tanya dede
" Jam 10 , emang kenapa.? " Tanya balik yuli
" Bapa mu belum pulang. Aku takut dia marah sama kamu sayang. " Khawatir akan mamangnya atau bapa yuli yang mengetahui anaknya di tidurin
" Belum kayak nya, apa mau ke tempat kerjanya saja.? " Tawar yuli
" Ya sudah ayok, aku tak mau sampai keduluan sama reno untuk melamar kamu. " Kata dede
" Aku sudah putus sama reno. " Jawab yuli
" Benarkah.? " Tak percaya apa yang barusan ia dengar
" Serius, ayok mandi katanya mau melamar anak gadis. " Senyum yuli membuat dede senang
" Iya, " Sambil mencuri ciuman yuli
Yuli hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah dede yang seperti abg saja padahal sudah dewasa.
__ADS_1