Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.

Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.
Rencana kedatangan dede


__ADS_3

Pagi telah tiba, hari ini renita dan kawan-kawan nya akan melakukan ujian tengah semester setelah itu mereka akan libur panjang. Renita akhirnya memilih untuk tetap kuliah bagaimana pun ini bukan sepenuhnya salah lukis tapi dirinya juga yang salah maka dari itu ia akan tetap menegakkan badan nya. meskipun pandangan mereka yang melihat dirinya berbeda.


Lukis slalu menggenggam tangan Renita agar ia tidak merasa sendiri untuk menghadapi masalah ini, saat sedang berjalan lukis dan renita cuek saja tidak menanggapi omongan orang karena ia tidak mau ambil pusing. mereka hanya orang orang yang merasa dirinya tidak pernah berbuat dosa saja. padahal mereka lebih parah dari pada dirinya, hanya saja mereka tidak mau mengakui kesalahan atau menunjukkan sisi buruknya.


Saat sedang berjalan tidak sengaja mereka berhadapan dengan yuli, sedangkan yuli yang melihat Renita serta lukis hanya acuh bahkan tidak merasa bersalah sama sekali, padahal diri-Nya juga sering melakukan nya bersama reno. tapi Renita serta lukis lebih menjaga perasaan reno, bagaimana pun reno juga sahabat mereka. saat sudah dekat yuli justru membuang muka ke arah lain ia merasa tak adil pada hidup nya. sementara Renita dan lukis hanya bisa menahan amarah nya serta sabar.


" sabar sayang, jangan kamu masukan ke hati, walau yuli begitu tapi dia sudah banyak membantu kita. mungkin yuli sedang ada masalah atau ia merasa iri, tapi jika di lihat yuli makin ke sini makin berbeda dengan yang dulu. " keluh kesah renita


" kamu bener sayang, aku aja yang berteman lama sama dia belum begitu paham akan sifat serta watak nya seperti apa. " kata lukis menimpali ucapan renita


" ya sudah, selamat mengejar kan soalnya, nanti ketemu di kantin ya. " kata renita


" No. !!! aku yang akan jemput kamu di sini, di depan kelas mu. " setelah berkata lukis mengecup kening Renita dan renita membalas dengan mencium tangan lukis.


setelah mengantarkan renita ke kelas nya, lukis berjalan menuju kelas dirinya. tapi saat melewati lapangan ia melihat reno yang Sedang duduk sambil merenung, tapi entah apa yang di pikirkan nya. lukis mencoba mendekati reno walau bagaimana pun reno tetap sahabat baik dirinya.


" reno." panggil lukis


reni yang merasa dirinya di panggil ia pun menoleh ke arah sumber suara. dan saat melihat siapa yang memanggilnya reno merasa bersalah karena belum bisa menyuruh yuli meminta maaf reno hanya bisa menundukkan kepalanya saja. bukan mendapatkan solusi tapi yuli meminta putus padanya .


" why.? tanya lukis kembali


" aku hanya bingung sama diriku sendiri, apa lagi sama yuli yang akhir - akhir ini menjadi pemarah. bahkan sekarang dia meminta mengakhiri hubungan kita. sedangkan aku masih berharap bisa mewujudkan impian kita yaitu menikah tapi seperti nya impian itu akan sirna. " keluh reno


" Cinta itu memang sulit di tebak, kadang bisa membuat kita bahagia, kadang bisa membuat kita kecewa bahkan kehilangan seseorang. Tapi beri dia waktu dan ruang untuk menyendiri, kita sudah mengenal dia sudah lama bahkan kamu sudah mengenal dia jauh lebih dalam dari pada aku. Kamu harus percaya sama dia, pasti dia akan kembali sama dirimu. Sekarang kita masuk ke kelas sebentar lagi akan dimulai. " Ajak lukis


" Makasih, makasih untuk semua nya. " Kata reno tulus


" Sama - sama, ayok. " Kata lukis


Reno dan lukis berjalan menuju kelas nya, tak berselang lama pengawas datang membawa kertas ujian nya. Reno dan lukis mengerjakan dengan tenang serta teliti agar bisa membuahkan hasil yang maksimal.


Tak berselang lama waktu mengerjakan soal telah selesai, semua siswa membawa kertas hasil ujian tadi. Reno dan lukis yang sudah menyelesaikan ujian nya segera keluar dan menuju kantin tapi sebelum menuju kantin lukis menjemput renita. Sesampainya di kelas renita lukis melihat istri tercinta nya sedang menunggu kehadiran, terbesit senyum di bibir lukis karena istri nya menuruti ucapan nya.


" Sayang, gimana tadi ujian nya bisa.? " Tanya lukis


" Alhamdulillah gampang - gampang susah. Ayok anak kamu sudah lapar nih. " Keluh renita


" Ya udah ayok. " Kata lukis


Mereka segera menuju kantin berjalan melewati beberapa kelas bahkan ruangan, lukis terus memegang tangan renita seolah tidak mau melepaskan bahkan kehilangan dirinya. Mereka tidak begitu menghiraukan netizen yang penting mereka bahagia. Saat sampai di kantin sudah ada reno yeni anwar suci, tapi tidak ada yuli. Tapi renita tidak mau ambil pusing yang jadi pikiran nya adalah anak nya buah hasil cinta renita dan lukis.


" Hai kak reni, apa kabar.? " Kata suci


" Hai juga, aku baik - baik aja. Kamu sendiri bagaimana.? " Tanya renita balik


" Alhamdulillah juga aku baik, wah kandungan kakak sudah lumayan besar ya. Udah berapa bulan sekarang.? " Tanya suci balik

__ADS_1


" Sudah 7 bulan, tinggal nunggu beberapa bulan lagi. " Ucap renita sambil mengelus perut nya


" Sehat - sehat ya kak, " Doa suci


" Amin 🙏" Ucap renita


Sedangkan anwar yang melihat Renita yang begitu bahagia hanya bisa berdoa agar ia mendapat kan jodoh yang baik seperti renita.


" Sabtu nanti kita kumpul yuk, sudah lama nih nggak kumpul lagi. " Ajak yeni


" Boleh tuh, kan ujian juga sudah selesai bagaimana kalau ke bandung. " Usul suci


" Kaya nya kalau yang jauh nggak bisa aku, apa lagi sudah besar kaya gini. " Kata renita sambil memperlihatkan perut nya


" Oh iya, hehehe lupa. Maaf ya kak. " Tutur suci tak enak


" Kamu gimana sih Ci, bagaimana kalau di cafe aja. " Kata yeni


" Boleh aja kalau yang deket - dekat mah gak masalah ya kan sayang. "


" Iya, di cafe gue aja gratis buat kalian semua. " Kata lukis mengiyakan ajak mereka


" Oke kalau gitu deal. " Seru yeni


Anwar yang melihat reno yang tak baik - baik aja menanyakan " Lo kenapa ren. " Tanya anwar


" Bener nih.? Kalau lo ada masalah lo cerita sama kita - kita. " Usul anwar


" Thanks ya kalian sudah mau berteman sama gue, dan slalu ada buat gue walau gue salah sama kalian. " Lirih reno


" Santai aja ren, sudah jangan di pikirkan . " Kata anwar


Saat yang lain sedang makan lain hal nya dengan yuli yang mendapat kabar dari bapa nya kalau anak dari kakak tiri bapa nya akan datang berkunjung ke rumah nya. Yuli yang mendapat kabar dari bapa nya merasa senang dan gembira.


Bagaimana tidak senang karena yuli dan kakak nya sempat di jodoh kan oleh nenek nya, karena tidak memiliki darah yang sama walau satu ibu tapi beda bapa itu pun menurut nenek nya yang tak ingin persaudaraan nya putus saat dirinya sudah tiada. Yuli yang mendapat tawaran merasa senang tapi saat yuli akan menjawab iya lain hal nya dengan kakak nya yang langsung menolak tawaran itu, sungguh hancur hatinya. Iya sudah jatuh cinta kepada kakak nya tapi belum mengutarakan nya sudah dapat penolakan. Tapi yuli tidak tau dalam hati kakak nya apa mencintai yuli atau tidak, karena saat kakak nya pulang dari bali yang pertama dapat kabar dirinya, saat sudah di kampung yuli yang sering dia ajak jalan dari pada pacar nya, padahal adik sepupu yang lain juga cewek tapi hanya yuli yang sering di ajak. Usia mereka terpaut 11 tahun, tapi yuli tidak pernah mempersalahkan usia kalau mereka memang berjodoh.


Flashback


Saat ini dede ( kakak yuli ) sedang ada di rumah nya, mereka berdua sudah selesai berbelanja di swalayan. Yuli yang merasa gerah segera menganti pakaian nya dengan rok mini dan tengtop saja, menurut yuli mana mungkin kakak nya sendiri berbuat senonoh pada adik nya, walau bukan kakak adik sungguhan.


Yuli yang sudah ganti baju, pergi ke dapur untuk membawa minuman dingin dan menghampiri kakak nya yang sedang menunggu dirinya. Dede kala itu yang sedang merebahkan dirinya di kursi seketika matanya membulat karena melihat yuli yang


sangat sexy walau bagaimana pun dia pria normal.


" Aa ini minum nya, tadi katanya haus. " Ucap yuli sambil menaruh gelas di meja


" Eh iya, makasih ya. " Jawab dede walau Terkesima tapi ia berusaha menahan gejolak nya. Dede yang melihat yuli sedang mengambil makanan dalam Kresek tidak sengaja melihat belahan yang sangat indah. Seketika dede menahan nafasnya agar tidak memburu mangsa nya

__ADS_1


" Aa kapan pulang ke bali lagi.? " Tanya yuli tapi yang di tanya hanya bengong saja, yuli lun mendekati dede dan duduk di samping nya


" Aa iihhh, kok diam aja di tanya tuh. " Kesel yuli sambil cemberut dan memajukan bibirnya. Dede yang melihat bibir yang begitu menggoda segera mencium nya.


Cup


Yuli yang mendapat perlakuan seperti itu merasa kaget, ia tidak menyangka kalau dirinya akan di serang. Sedangkan dede terus ******* bibir yuli, yuli yang terbuai dengan perlakuan dede memejamkan matanya dan merasakan setiap sensasi nya, tangan dede tidak pernah diam mencari apa yang dapat ia raih dalam tubuh yuli. Saat dede ingin melakukan yang lebih jauh lagi, tiba - tiba di kaget kan suara handphone nya. Seketika mereka melepaskan adegan manis nya dulu, sedangkan yuli merasa salah tingkah.


Telolet telolet telolet


( anggap saja bunyi telepon dede seperti itu)


" Hallo assalamu'alaikum. " Jawab dede


......


" Lagi di rumah yuli, kenala.? " Tanya dede


......


" Iya nanti ke sana sama yuli, jam berapa.? " Tanya dede lagi


.....


" Ya udah sampai ketemu nanti malam. " Telpon pun di tutup


Dede yang melihat yuli tidak ada di kursi segera mencari nya, ia merasa bersalah kepada yuli karena sudah melakukan hal yang tidak baik kepada adiknya itu ya walau bukan adik kandung.


" Yuli. " Panggil dede tapi tidak ada saut, dede terus mencari yuli sampai tiba di depan kamar yuli, dede yang mendengar suara tangis seseorang sudah di pastikan kalau itu suara tangis yuli, dede pun mencoba masuk kedalam kamar yuli. Saat dede sudah masuk ke dalam ia melihat yuli tidur dengan di selimuti menutupi tubuh nya. Dede duduk di pinggir ranjang yuli dan menyentuh pundak nya.


" Yul, aa minta maaf . Aa sudah salah sama kamu, aa seharusnya tidak memperlakukan kamu seperti itu. Aa benar - benar khilaf yul. " Lirih dede


Yuli bangun dan menatap mata dede, sungguh ia bingung dengan dirinya. Di satu sisi dia menikmati nya dan di sisi lain ia teringat akan ucapan dede yang menolak perjodohan itu. Sungguh ia dilema akan perasaan nya, ia bener - bener sudah jatuh cinta sama kakak nya itu. Apalagi mendapat perlakuan yang begitu manis dan lembut.


" Kenapa a.? Kenapa aa menolak yuli saat nenek mau menikah kan kita.? " Tanya yuli dengan sorot mata yang tajam


" Yul, kita tidak mungkin menikah apa kata orang nanti yul. Apalagi kita sudah memiliki pasangan masing-masing mana mungkin kita menyakiti mereka kan.? " Tanya dede


" Tapi kenapa setiap aa pulang, aa slalu menghabiskan waktu bersama yuli dari pada pacar aa.? " Jawab yuli menggebu-gebu, tapi dede tidak menjawab karena sejujurnya dia juga tidak tau kenapa dia slalu bersama yuli daripada pacarnya. Dede hanya bisa menundukkan kepala


" Nggak bisa jawab kan. Aa itu hanya memikirkan apa kata orang, tapi tidak mau berkata jujur pada diri aa sendiri. Sudah lah a, dari pada kita melakukan yang lebih, lebih baik aa pulang dan gak usah ketemu yuli lagi. Sana pergi. " Usir yuli sambil mendorong tubuh dede dan menutup pintu kamar nya keras.


Sedangkan dede hanya bisa pasrah mungkin ini yang terbaik untuk keduanya. Dede berjalan gontai meninggal kan rumah yuli dan menuju rumah nya.


Sesampainya di rumah dede, dede dapat telpon dari tempat kerja bahwa ada karyawan yang jatuh sakit dan dede harus segera kembali untuk menggantikan karyawan tersebut. Entah sadar atau tidak dede lebih mengutamakan mengabarkan kepada yuli kalau malam ini dia harus kembali untuk bekerja lagi. Sungguh dede tidak bisa pergi dengan hati yang gelisah ia slalu teringat yuli. Tapi bagaimana pun dede slalu menepis jauh perasaan nya untuk yuli walau sebenarnya dia juga mencintai yuli.


Yuli yang mendapat kabar kalau dede akan pergi ke bali hanya bisa menangis tanpa membalas pesan darinya. Ia sungguh amat kecewa dengan kelakuan dan sifat kakak nya itu.

__ADS_1


Flashback off


__ADS_2