Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.

Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.
Merayakan kehamilan renita


__ADS_3

Saat firman sibuk, sarah menyerahkan beberapa lembar kepada firman untuk di tanda tangani padahal itu bukan surat tagihan kartu kredit tapi pengalihan kekuasaannya kepada sarah dan surat cerai. firman tidak menyadari kalau istrinya saat itu telah berkhianat kepada dirinya karena saat itu ia sangat Menyanyangi nya bahkan hampir bucin . jadi apa pun yang di katakan oleh istrinya pasti itu yang terbaik untuk anak nya.


Di sisi lain ibu nya firman yang tau akan kelakuan menantunya sengaja diam - diam membuat rekening dengan nama cucu nya sendiri agar tidak di ketahui oleh menantunya dan ia juga menyimpan separuh perhiasan mendiang dari suami nya untuk berjaga - jaga kalau suatu saat terjadi sesuatu kepada anak nya.


ia sudah berusaha untuk menyakinkan anak nya kalau sarah sudah berubah dan sering jalan sama pria lain ke hotel. tapi firman tidak mau mendengar kan nasehat ibu nya. dan benar saja kalau sarah sudah mengkhianati anak serta cucu nya, ia meninggal kan firman serta menggugat cerai firman bahkan firman tidak di berikan sedikit harta oleh sarah . anak yang sembilan bulan yang ia kandung pun tak peduli dan memberikan nya kepada firman. firman dan ibu nya tidak masalah yang terpenting cucu nya bahagia mau tinggal bersama siapa pun.


" Maafkan firman bu, yang tak mau mendengar kan nasehat ibu. sekarang ibu jadi ikutan susah dan menderita karena firman, firman memang bodoh dan tak berguna sebagai anak ibu. " sambil menangis dan bersujud di kaki ibu nya yang merasa bersalah


" sudah lah nak, jangan kau sesali keputusan mu itu. nasi sudah menjadi bubur tak kan kembali menjadi nasi lagi. tinggal kita racik bubur itu menjadi lebih enak dan bermanfaat, kamu ngerti kan maksud ibu nak.? " tanya ibu firman


" iya bu firman mengerti. tapi sekarang kita harus ke mana bu.? kita tidak punya apa pun bahkan firman tidak punya uang sedikit pun. " kata firman yang mengeluh


" tenang nak, ibu masih punya tabungan sedikit dan beberapa perhiasan peninggalan bapa mu. ibu sengaja menyimpan itu semua jika hal ini terjadi, tapi maaf ibu tidak bisa membeli rumah yang bagus. karena kita juga harus berhemat untuk makan dan susu serta pempers anak mu. "


" makasih ya bu, maaf firman hanya bisa membuat ibu susah dan kesulitan saat ini. " kata firman yang putus asa saat itu bahkan terlihat rapuh


" nggak masalah nak, dulu kita juga hidup susah tapi karena kamu yang giat bekerja sehingga membawa kami hidup dengan layak. tapi maafkan ibu yang tak bisa berbuat apa - apa sama kamu nak, hanya ini yang ibu bisa lakukan saat ini. " kata ibu firman


" nggak bu, ini sudah lebih dari cukup kok. sekarang kita mau ke mana bu.? " tanya firman


" kita pergi ke desa saja nak. mungkin di sana kita akan membuka lembaran baru dan kamu juga dapat pekerjaan yang bisa kami kerja kan yang penting halal nak " kata ibu firman


" iya bu. " kata firman


dan setelah itu kehidupan firman serta anak nya berubah serta membuka cerita yang baru tanpa sosok istri atau ibu untuk anak nya. menyesal pasti tapi bagaimana pun ia tidak bisa mengulang kembali seperti dulu semua itu tinggal kenangan.


Flashback off


🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋


Sementara hubungan yeni dan anwar entah bagaimana karena yeni yang sibuk mencari kerja paruh waktu serta kuliah. sedangkan anwar fokus merintis usaha nya dan juga kuliah nya anwar tak mengingat kalau dirinya sedang membuka hati untuk yeni. Mengirim kabar pun jarang bahkan tidak sama sekali, entah apa yang di pikirkan oleh anwar sampai ia bisa melupakan janji nya terhadap yeni.


Sedangkan yeni sama sekali tidak ada niatan untuk mengirim pesan terlebih dahulu. Mungkin yeni akan pasrah takdir allah SWT, jika memang yeni berjodoh dengan anwar pasti akan ada keajaiban dalam hubungan nya bersama anwar. Tapi jika tidak ia hanya berdoa agar allah SWT mengirimkan jodoh yang terbaik untuk dirinya serta menyanyangi keluarga nya.


Hari ini hari pendaftaran kuliah di universitas A, di mana tempat kuliah itu dekat dengan cafe lukis. ia begitu bersemangat untuk segera mendaftarkan dirinya di sana, ia juga akan menanyakan apakah di cafe nya lukis ada lowongan kerja paruh waktu atau tidak. jika ada ia akan mendaftar sebagai karyawan kalau pun tidak tak apa bisa mencari di tempat lain.


Saat ia sampai di depan kampus itu, ia segera bertanya kepada mahasiswa di sana tempat pendaftaran mahasiswa baru di sebelah mana. Setelah tau di mana letak nya di mana yeni bergegas menuju tempat pendaftaran mahasiswa baru, Saat sampai di sana ia melihat yuli, reno , rita, rama .


" Hai kalian daftar di sini juga.? " sapa yeni


" wahh ini kebetulan atau memang kita sehati satu jiwa ya.? kok bisa samaan gini ya. " ucap rama

__ADS_1


" ya iya lah sama, orang yang dekat dengan rumah kita hanya kampus ini. kalau kamu mau sanah pergi ke kota saja jangan di sini. " ucap ketus rita


" kebetulan kita satu kampus, jadi kita bisa tiap ada kuliah bisa kumpul dulu. kalau pun jam kuliah kita sama dan bareng satu menejemen. " ucap yuli


" oh ya lukis mana ya kok belum datang juga tuh anak. " ucap reno


" sabar mungkin lukis lagi di jalan . mungkin sebentar lagi dia datang. " ucap rita


" Mungkin lagi hem hem hem dulu kali, maklum pengantin baru lah hahaha. " kata rama


" kaya lo nggak mau nikah aja. " kata rita


" sudah sih jangan ribut mulu, kalian kalau tiap ketemu ribut mulu jangan - jangan kalian jodoh. " kata yeni


" ogah. "


" amin. "


jawab rita dan rama bersamaan


" kok gitu sih ayang mbeb, amin napa. " pinta rama


" idih ogah amat gue jodoh sama kamu. masih banyak cowok yang lebih segala nya dari pada kamu. " ketus rita




kira - kira seperti inilah penampilan lukis dan renita saat ke kampus.


" nah itu dia yang kita omongin baru nongol, hai lu lama amat sampai nya. " kata rama


" maaf, gue habis nganter bini gue dulu. sudah pada daftar semua belum. ? " tanya lukis


" kita - kita sih sudah daftar tinggal lo aja yang belum. oh ya kamu juga kuliah di sini kan.? " tanya yuli kepada renita


" iya tapi setelah kalian orientasi mahasiswa kelar baru gue daftar. " kata renita


" emang nya kenapa kalau sekarang.? " tanya yeni yang belum tau.


" gue sedang hamil. " bisik Renita pada yeni

__ADS_1


yeni hanya bisa menutup mulut nya tak percaya bahwa renita hamil sebelum menikah. sedangkan yang lain yang sudah tau biasa saja dan cuek karena mereka juga sudah melakukan nya. hanya rama, yeni dan rita saja yang belum melakukan hal senonoh itu. berbeda dengan yuli dan reno yang sudah sering melakukan nya sejak mereka menginjak bangku SMA. tapi kali ini ia membuang kecebong nya di dalam atas permintaan yuli sendiri.


yuli selalu tidak mau kalah apa pun dari Renita walau dia tau itu takkan bisa mengalahkan renita sampai kapan pun. tapi kali ini tekad nya sudah bulat ia juga menginginkan anak secepatnya agar orang tuan yuli merestui hubungan nya dengan reno.


" astaga.?? jadi kamu.. -" ucap yeni kepotong oleh lukis


" iya gue sudah nabung duluan. gue nggak mau kalau anwar masih mengharapkan renita lagi. " ucap lukis kesel jika mengingat hal itu


" oh, tapi kamu nggak masalah kan ren, gue takut nya kamu kenapa - napa. kalau lukis sih bodo amat ya lah. " sahut yeni


" gue nggak apa - apa. gue sudah nerima anak ini karena bagaimana pun dia anak aku, gue nggak tega kalau harus membuang bayi ini. bayi ini tak berdosa tapi yang berdosa itu yang melakukan nya, gue nggak mau nambah dosa lagi. " ucap renita


" jaga baik - baik ya, anak itu rezeki yang allah titipkan untuk kalian. di luar sana masih banyak yang menginginkan anak tapi belum juga di berikan momongan jadi kalian beruntung bisa di kasih allah SWT secepat itu. " kata yeni


" pasti, makasih ya yen atas perhatian juga pengertian nya. " jawab renita


" duh selamat ya buat kalian berdua, jaga keponakan aku baik - baik ya. " kata rita


" ciiieee calon pamud nih. " goda rama


" apaan tuh pamud.? " ucap lukis


" papah muda. hahaha "


" iya dong, bentar lagi gue jadi ayah muda yang tampan kaya serta rajin menabung. " bangga lukis


" yaelah baru juga di puji sombong nya sudah kumat lagi. " kata rama


" udah beres kan daftar nya, kita nongkrong di warung seblak dian yuk, " ajak renita


" lo ngidam ren.? " tanya yuli


" sepertinya, soal nya gue pingin banget makan seblak, kwetiau sama good day cappucino nih. " pinta renita


" busyet banyak amat makan nya. muat kaga tuh perut.? " kata rama


" kan makan nya berdua sama dede bayi. " kata renita sambil mengelus perut nya yang masih rata


" udah deh buruan, gue yang traktir kalian semua itung - itung gue merayakan kehamilan bini gue nih. " ucap lukis


" asyikk, hayu atuh buruan nih kebetulan gue lapar. " kata rama

__ADS_1


" dasar lo aja yang mau nya gratisan. " kata rita


" biarin wlekk.? " kata rama


__ADS_2