
Beberapa jam kemudian heni sudah berjalan menggunakan ojek ketempat di mana mereka janjian. Di situ hesti sudah menunggu ke datangan heni, tak begitu lama orang yang di tunggu pun datang.
Heni memakai pakaian dress warna maroon rambut yang ia gerai sebahu, sementara hesti memakai pakaian yang sama hanya hesti lebih seksi.
" Lama banget sih, " Keluh hesti
" Baru telat dikit udah manyun aja. " Kata heni
" Ya sudah, tuh mereka datang. " Tunjuk hesti kepada dua cowok yang baru saja turun dari mobil.
" Oh itu. " Ucap heni cuek
" Hai sayang. " Kata andre sambil nyosor dikit di bibir nya
" Hai juga, hai ikbal. " Sapa hesti
" Ya. " Ucap ikbal yang terus memandang heni
" Sudah jangan di liat aja, ini heni . " Kata hesti
" Iya tau. "
" Barang kali lupa."
Heni dan ikbal hanya tersenyum karena canggung juga mau berbicara apa. Tapi ikbal mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan heni
" Hai. "
" Hai juga, senang bisa bertemu lagi dengan mu. " Kata ikbal
" Ya sudah lebih baik kita ke dalam aja jangan disini. " Kata andre dan di ikuti keduanya
Andre memesan privat room, serta memesan minum dan makanan ringan agar di bawakan ke ruangan nya . Lalu setelah beres pembayaran mereka di antar menuju tempat paling pojok di mana wc nya pun di dalam ruangan. Sesampainya di dalam belum ada percakapan membiarkan pelayanan menaruh bawaan makanan dan minuman mereka. Setelah pelayan pergi baru hesti mendekati layar monitor yang menampilkan daftar daftar lagu.
Mulailah hesti bernyanyi dan berjoget riang, tak lupa andre yang memeluk hesti dari belakang memepetkan badan nya agar bersentuhan dengan badan hesti. Heni yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala saja.
" Lama kita tidak berjumpa. " Kata ikbal membuka suara
" Ya lama sekali ya, bagaimana kabar mu serta istri dan anak mu. " Tanya heni,
" Ck, aku belum menikah. " Kata ikbal
" Nggak percaya, mana mungkin kamu masih sendiri. " Kata heni yang tak percaya, seorang ikbal yang tampan dan masih muda
__ADS_1
" Serius, aku nggak bohong. Ngapain aku bohong. " Kata ikbal meyakinkan heni
" Masa sih, secara kamu muda dan mapan. " Kata heni yang merasa bahwa ikbal berbohong
" Tanya saja sama andre, "
" Ngapain nanya andre.? " Tanya heni heran
" Katanya nggak percaya, "
Heni melihat ke arah andre yang sudah bergairah nafsu terhadap hesti.ia juga bingung harus ngapain ngobrol sama berondong yang usianya terpaut 5 tahun di bawah nya.
" Gimana kabar mu.? " Tanya ikbal
" Seperti yang kamu liat, " Kata heni ketus
" Tidak bisa kah bersikap lembut sedikit saja. " Kata andre
" Apakah harus.? "
" Terserah kamu, kamu sekarang tambah cantik. " Ucap ikbal
" Nama nya wanita pasti cantik, kalau tampan itu laki-laki. "
Ikbal mendekati heni dan merapat kan duduk nya, sedangkan heni hanya diam tak tau mau apa. apa lagi melihat hesti yang sudah ke mana mana dengan perlakuan andre terhadap hesti.
" Masih banyak gadis di luar sana, kamu berhak dengan yang lain bukan aku yang sudah tua ini. " Kata heni sambil memalingkan wajah nya karena ikbal makin dekat. Tak di pungkiri kalau heni juga merindukan belaian laki laki
Ikbal menarik wajah heni agar melihat nya, " Tapi aku nggak mau yang lain, hanya kamu. " Ucap ikbal sambil menghirup aroma wangi tubuh heni di leher nya
Heni memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh ikbal, heni juga tidak mau munafik kalau ia juga menginginkan nya apa lagi setelah sekian lama ia berpisah dari tyto. Ada desiran yang membuat heni mengikuti apa yang di berikan oleh ikbal, apalagi ikbal sudah jauh bahkan sudah saling bertukar air liur dengan heni. Heni hanya mengalungkan tangan nya di leher ikbal, sedangkan tangan ikbal berjalan jalan ke mana mana.
Heni begitu larut dalam permainan ikbal bahkan ia melupakan kalau ia sedang bersama teman nya, seakan-akan tersadar heni melepaskan nya dan mendorong ikbal kuat sambil mengambil nafas serta Merapi kan pakaian nya.
" Kenapa.? " Tanya ikbal yang masih melihat heni
" Sebaiknya kita tidak usah seperti tadi. " Kata heni
" Emang nya kenapa.? " Tanya ikbal sekali lagi
Heni tidak menjawab dia pergi dan meninggal kan dua sejoli yang ada di hadapan nya. Mereka kaget saat ada yang membuka pintu, bukan ada yang masuk melainkan ada yang keluar.
" Kenapa dia pergi.? ' tanya hesti kepada ikbal, tapi ikbal tak menjawab dia malah pergi gitu saja dan memilih mengejar heni.
__ADS_1
Ikbal mengejar heni, saat sampai di luar parkiran ikbal memegang tangan heni. Setelah itu membawa heni masuk kedalam mobil nya, di dalam mobil heni diam saja.
Ia malu akan dirinya yang mudah terbuai akan perlakuan ikbal padanya seakan-akan ia haus akan belaian laki-laki.
Sementara ikbal tersenyum senang karena bisa mendekati heni. Ikbal melirik sekilas ke arah heni yang hanya memalingkan wajah nya ke arah kaca jendela nya ia paham pasti heni butuh waktu.
Sesampainya di kontrak kan heni, heni turun enggan untuk mengucapkan terimakasih. Ikbal mengunci pintu mobil nya.
" Kenapa kamu kunci.? Aku mau keluar. " Ucap heni kesel dengan tingkah laku ikbal
" Apa kamu marah dengan apa yang aku lakukan padamu.? " Kata ikbal
" Menurut mu.? " Balik nanya
" Maaf aku terbawa suasana, mohon mengerti. " Kata ikbal
" Buka nggak pintu nya.? " Bentak heni
" Nggak. Sebelum kamu maafkan aku. "
" Kenapa.? Kenapa kamu seperti ini. ? " Tanya heni
" Karena aku menginginkan dirimu menjadi istri ku. "
" Jangan gila kamu. ! Aku nggak pantas sama kamu, kamu berhak mendapatkan yang lebih baik. " Kata heni
" Why.? Cinta tak memandang usia jika itu permasalahan nya, yang terpenting kita bahagia dan tidak merepotkan orang lain. "
" Apa kata orang nanti kamu menikah sama orang yang lebih tua dari pada kamu apalagi dia janda. "
" Kenapa harus mikirin perkataan orang , ? Orang saja tidak memikirkan kebahagiaan kita. Mereka hanya bisa mengkritik dan menghina saja. Tanpa tau cerita nya seperti apa jadi please jangan menolak ku lagi. " Kata ikbal
" Tidak segampang itu. Bagaimana dengan orang tua mu.? Maaf aku nggak bisa. " Heni pun pergi meninggalkan ikbal
Ikbal memandang kepergian heni, ia menatap sendu ke arah heni yang sudah menghilang di balik pintu. Setelah itu ikbal menjalankan mobil nya ke arah lain, entah lah hanya dia yang tau.
Sementara hesti dan andres menatap heran kepada sahabat, kenapa mereka pergi. Karena mereka asyik dengan dunia nya sendiri tanpa memikirkan temannya.
" Mereka kenapa.? " Tanya hesti
" Nggak tau . " Sambil terus memainkan apa yang ia dapat dalam diri hesti.
" Lebih baik kita pulang aja yuk, " Ajak hesti
__ADS_1
" Ya sudah ayok, tapi aku nginap di tempat mu ya. ? " Pinta andres
" Iya ayok sayang, " Kata hesti