Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.

Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.
Masa lalu dan ke depan nya.


__ADS_3

Tak terasa suap demi suap makanan yang di beli renita habis. selesai habis menyuapi lukis kini giliran renita yang makan dan lukis main game sambil menemani renita makan. Baru lukis pulang kalau renita selesai makan nya, padahal ini sudah malam tapi lukis masih saja betah main di rumah renita.


" makanannya sudah habis, lebih baik kamu pulang nanti ke buru malam banget. " kata renita


"iya ini mau pulang, oh ya sebelum pulang mau ngobrol dulu sama kamu. alhamdulillah usaha yang pertama kali aku buka bengkel dan cafe itu semakin laris. dan cafe dan bengkel kedua pun sama ramai nya. dan ini tabungan aku dari cafe dan bengkel ke dua nya ini tidak termasuk jatah kamu karena aku udah pisahin . menurut kamu uang ini di apain ya.? apa aku buka usaha baru atau tetap aja. aku bingung sayang. kalau buka usaha baru, usaha apa ya kira-kira nta.? " tanya lukis yang minta pendapat sama renita


" alhamdulillah kalau usaha kamu makin maju dan berkembang, aku harap kamu tidak lupa untuk sedekah ya. ingat -" di potong oleh lukis


" sebagian harta dari milik kita itu ada hak orang lain juga. jadi jangan sombong tetap rendah hati jangan lupakan shalat dan tetap bersyukur. " jawab lukis di anggukkan oleh renita sambil tersenyum


" iya bener banget ternyata kamu sudah hafal. " tanya renita terkekeh geli ternyata dia ingat kata - kata dirinya


" jadi gimana sayang.? aku harus bagaimana.? " tanya lukis penasaran


" kalau menurut aku kamu tetap saja buka bengkel dan cafe. tapi menu nya saja yang ganti, misalnya seblak seafood/ceker/batagor atau baso. sediakan juga makanan mie khas remaja yang toping nya di pilihkan oleh pembeli jangan lupa baso sama mie ayam. kalau perpenyetan kan udah pada cafe ke duanya jadi kita bikin menu baru. minuman nya seperti boba, coklat dan kelapa muda misalnya. kamu buka bengkel dan cafe nya dekat kampus saja sayang kan lumayan, bikin nuansa cafe dan bengkel nya seperti anak muda milenia aja. kan lagi hit makanan dan minuman itu tapi toping dan harga nya yang baru serta terjangkau. " saran renita


" makasih ya sayang kamu sudah mau mensupport aku, dukung aku terus dan selalu ada untuk ku. aku akan cari lokasi nya yang pas dekat kampus kamu mau ikut nggak.? . " ajak lukis


" kamu aja ya, besok aku mau jalan - jalan sama yuli. " kata renita


" baiklah besok hari sabtu kan .? nanti malam aja ketemunya kan kamu mau hangout sama yuli pulang sekolah nya. " lukis tak pernah melarang renita untuk hangout sama temen-temen nya karena bagaimana pun renita perlu Refreshing " kalau gitu aku pulang ya. " kata lukis pamit


" iya sayang hati - hati " kata renita sambil mengantarkan lukis ke depan setelah lukis masuk mobil nya dan pergi meninggalkan halaman rumah nya renita pun masuk dan mengunci pintu nya.


......🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼......


Menjelang pagi renita bangun karena sudah berkumandang adzan subuh. segera renita mengambil air wudhu dan melaksanakan kewajiban nya setelah selesai ia menyiapkan sarapan pagi buat ibunya serta dirinya.


Dirasa cukup maka renita segera menata nya di meja makan lalu bergegas mandi karena sudah pukul 06.00 pagi mengingat hari ini dia masih sekolah dan besok week and.

__ADS_1


Selesai bersiap - siap renita sarapan dengan ibunya, sambil menunggu lukis ibunya renita berkata akan niatan hari ini menikah sirih dulu dengan bapa nya renita. tapi setelah di pikir - pikir semalaman ia urungkan saja niat untuk menikah sirih toh waktu nya seminggu lagi tidak akan terasa lama pikir nya.


" renita semalam bapa kamu nungguin kamu pulang ada yang ingin kami bicara kan, tapi nggak enak nunggu lama sama tetangga jadi bapa mu pulang sebelum kamu datang. " seru ibunya renita


" emang ada apa bu.? " kata renita penasaran


" rencana nya kan kami akan rujuk dan menikah lagi tapi di KUA waktunya seminggu lagi. tapi bapa kamu nggak enak sama tetangga kalau sering main ke sini, dan niat bapa kamu mau menikah sirih dulu sambil menunggu surat - suratnya di proses. tapi semalam ibu pikir waktu seminggu itu nggak lama kan.? " kata ibu renita


" emang untuk menjauhkan fitnah para tetangga nikah sirih dulu, tapi itu dua kali akad. lebih baik sekalian aja nanti nikah langsung nggak banyak biaya juga. kan bapa sekarang sudah punya usaha sendiri pasti dia sibuk jadi nggak mungkin kan tiap hari ke sini. " kata renita mempertanyakan.


" nah iya tuh, tapi bapa mu mau ngomong dulu sama kamu hitung - hitung minta pendapat dari kamu. " tak lama lukis datang


" Assalamu'alaikum. " kata lukis


" Wa'alaikun salam, sini masuk sayang. " kata renita


" iya nak, kamu sudah sarapan belum.? " tanya ibu renita


" udah mah, makasih atas tawaran nya. kamu udah sarapan belum.? " tanya lukis sama renita


" udah, ini baru selesai. bener kamu udah sarapan.? " tanya renita tak percaya


" udah sayang, . " kata lukis menyakinkan renita


" ya udah kita berangkat saja kalau begitu. bu aku pamit ya sama lukis." pamit renita


" hati - hati di jalan nya. "


" Assalamualaikum. " kata renita dan lukis

__ADS_1


" waalaikum salam. "


...🦒🦒🦒🦒🦒🦒🦒...


Dalam perjalanan pun renita bercakap - cakap membahas masalah niatan baik kedua orang tua nya sama lukis. bagaimana pun lukis sudah menjadi bagian dari keluarga nya walaupun belum resmi tapi renita mencoba terbuka sama lukis tentang keluarganya.


" ya bagus dong sayang, kalau mereka pingin secepatnya menikah. dari aku sih tidak ada masalah yang terpenting kita doa kan saja yang terbaik untuk ke dua orang tua kamu sayang. " ucap lukis


" makasih ya sayang, kamu sudah mau dengerin curhatan aku. " kata renita sambil memeluk tangan kiri lukis sedang tangan kanan nya memegang setir kemudi


" sama - sama sayang. oh iya bibi dan paman kamu sudah pindah ya.? " tanya lukis yang tak pernah lagi melihat paman dan bibi renita di rumah itu


" iya, mereka pindah ke rumah nenek dan kakek ku yang dulu lama kosong . aku sempat mendengar bibi minta uang atas dirinya yang merasa mengeluarkan uang untuk sekolah ku saat ibu tak mengirim uang. padahal motor udah habis dua mereka jual dan yang ketiga di bawa mereka, apa lagi saat mereka pindah kulkas, TV lemari plastik, kursi di bawa sama mereka. masih tetap minta uang. aku kesel sama mereka, mereka kan hidup nya juga numpang biaya sama aku. saat ibu ku ngirim uang mereka menikmatinya juga bahkan aku suka tidak tau kalau ibu kirim uang pada bibi dan bibi pun tak pernah bilang. kamu juga tau kan aku minta beli motor maksud aku biar ada tugas ke warnet atau cari bahan sesuatu itu biar gampang eh malah di pakai oleh paman ku sampai sekarang motor nya udah Amburadul tak karuan bentuk nya. " sambil berkata air mata renita mengalir di pipinya. karena merasa ibu nya di manfaatin saat keuangan nya di pegang oleh bibi nya renita. padahal waktu keuangan nya di pegang bapa nya, bisa kebeli rumah, kursi , lemari tv dan renita pun bisa makan buah - buahan serta susu setiap hari. tapi saat sama bibi nya renita tak pernah lagi merasakan makanan enak, hanya makan mie kalau tidak punya uang, dan bekal jajan pun seadanya bahkan jarang juga renita selalu menahan lapar karena jarang masak bibi nya.


" aku tau sayang, begitu sedih nya kamu saat ibu mu merasa di manfaatin sama mereka. mungkin mereka pikir bahwa merawat kamu harus di bayar juga. dari nyuci pakaian makanan serta kamar kamu. kamu ikhlaskan saja allah tidak tidur kan, kamu cukup doakan saja ibu mu sehat dan terganti kan apa yang mereka ambil atau hikmahnya. toh akhirnya bapa kamu di bukan kan pintu rezekinya oleh allah saat bapa mu di fitnah punya lagi istri tapi kenyataan nya belum. dan mungkin uang ibu mu juga bukan buat kamu saja tapi buat kedua orang tua nya. ." kata lukis menenangkan renita


" aku heran sama anak - anak nenek ku, nenek punya anak 5 tapi yang membiayai cuman ibu ku. sampai hutang pun ibu ku yang nanggung . apa lagi biaya rumah sakit saat kakek sakit sampai meninggalnya kakek ku pun semua biaya di tanggung ibu ku. operasi mata nenek juga ibu ku yang nanggung. aku hanya kasian aja sama ibuku bertahun - tahun kerja di LA tapi tidak ada hasil nya. ibu sih tidak mempermasalahkan uang untuk ke dua orang tua nya tapi bibi mana ada nyumbang uang untuk orang tua nya sendiri. paling kakak tertua saja nyumbang beras 1 karung itu pun waktu kakek ku meninggal. yang lain nya apa? hanya kue - kue ringan aja sampai hari ke 7 seterus nya sampai 40 hari meninggal nya kakek pun ibu yang biayai nya. " kecewa renita


" iya aku tau sayang, ya udah sekarang kan yang terpenting ke dua orang tua kamu sudah baikan lagi dan memulai lagi dari nol. tinggal kamu doakan saja mereka sehat usaha nya lancar dan di lindungi oleh allah SWT πŸ˜‡πŸ™. " ucap lukis


" iya, makasih ya sayang. lagi - lagi kamu tau soal permasalahan dalam keluarga ku. " yang tak enak sama lukis


" iya sama - sama sayang, ya udah bentar lagi sampai dan turun hapus air matanya ntar aku lagi yang mereka kira yang bikin kamu nangis. " seru lukis


" iya sayang. " kata renita yang menyadari sudah masuk ke dalam sekolah dan di parkiran.


**Jangan lupa kasih vote dan like ya. πŸ˜‡πŸ˜Šβ˜Ί


Dan berikan hadiahnya jika kalian menyukainya. ,! ! πŸ₯°πŸ˜πŸ€‘**

__ADS_1


__ADS_2