Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.

Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.
keluarga kecil lukis


__ADS_3

Setelah kepergian yuli, reno duduk lemas. Ia tak menyangka kalau ia akan memiliki anak secepat ini tanpa ada status pernikahan.


" Selamat ya bro, sebentar lagi lo bakal punya anak. Tapi menurut gue lo jangan senang dulu takutnya itu bukan anak lo, gue bukan mematahkan kebahagiaan lo. Tapi gue harap lo jaga hati lo, jangan sampai sakit lagi. " Pesan lukis


" Tapi kalau di liat dari perut dan pernikahan nya dengan suami nya nggak mungkin deh soal nya bedanya seperti 2 bulanan. Kalau iya pun pasti 1 bulan atau beberapa minggu aja, gak banget kalau itu anak suami nya . Tapi ada bener nya juga yang dikatakan suami ku, jangan terlalu senang dulu. Takut nya kalau salah malah akan sakit, udah nggak usah di pikir kan. " Kata renita


" Sabar ya, tenang aja. Berdoa sama allah SWT, agar hati dan pikiran kamu tenang. Oh ya gimana kabar rita dan rama serta yeni anwar dan suci, apa kalian slalu kumpul walau tanpa aku.? " Tanya lukis membuat reno dan renita saling pandang.


" Kalau mereka tidak tau, setelah kamu pergi dan sri memberikan penjelasan tentang kesalahan pahaman kamu mereka seperti malu, atas sikap mereka mungkin pada awal nya kamu menyakiti renita tapi pada akhir nya itu hanya salah paham saja. Udah deh setelah itu mereka tidak ada kabar, tapi kalau yeni masih kerja di cafe lo deket kampus. " Kata reno


" Ya ampun padahal mereka tak seharusnya seperti itu, ya udah suruh mereka kumpul di cafe gue aja. Gue gak mau hubungan kita rusak hanya masalah duku. " Ucap lukis


" Oke nanti aku akan kabari. " Kata reno


Setelah itu mereka seperti biasa kembali, lukis kembali bekerja serta reno menjaga salon lukis. Sedang kan renita dan anak nya itu tidur.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Heni dan dede setelah berbincang dan melakukan lagi dan lagi, mereka makan bersama di sofa .


" Kamu mau ke mana setelah ini.? " Tanya heni


" Kok panggil nya aku kamu.? Panggil mas, sayang, ayah abi atau papah . " Goda dede


" Ya sudah mas aja, "


" Nah gitu dong, aku mau pulang dulu mau liat yuli. Takut nya dia nyariin aku, gak apa apa kan.? " Tanya dede


Ada raut tak rela, walau ia sadar itu tidak mungkin terjadi. " Ya gak apa apa pulang aja. " Kata heni


" Oh ya, kamu jangan minum obat pencegah hamil ya, biar kita punya anak. " Ucap dede


" Ya gak bisa gitu, gimana kalau aku hamil tapi orang orang di sini menanyakan siapa ayah nya.? Apa lagi nggak ada ikatan pernikahan. " Kata heni


" Kita akan menikah secara agama dulu, nanti setelah yuli lahiran dan sudah jelas siapa ayah nya aku akan ambil tindakan. "


" Apa kamu akan menceraikan yuli kalau tahu dia bukan anak mu. "


" Iya, karena aku butuh anak penerus ku yang asli. " Kata dede

__ADS_1


" Kenapa kamu nggak anggap saja dia anak mu. ? " Tanya heni


" Nggak bisa, pasti suatu saat ayah nya akan menyadari kalau itu anak nya bukan anak ku. "


" Bagaimana sayang.? " Dede menggenggam tangan heni dan menatap wajah nya. " Dengerin aku sayang, kamu berhak bahagia dan menentukan pilihan mu, tapi aku terserah kamu aku nggak akan memaksakan nya, semua keputusan ada di tangan mu. Mau melanjutkan atau berhenti, tapi jika kamu memilih berhenti aku harap kita masih berhubungan jangan sampai ada kata putus. " Kata dede mengecup dan memeluk nya erat.


" Ya nanti aku akan pikirkan hal ini, sebaiknya kamu pulang takut Istri mu nyariin. " Melepaskan pelukan nya


" Ya kamu diam di rumah jangan ke mana - mana, nanti malam aku ke sini lagi. " Lalu mengecup bibir nya sekilas, setelah itu pergi.


Ada rasa tak rela jika dede pergi, tapi jika dia ingin egois bisa saja heni menyuruh dede untuk menceraikan yuli tapi itu tak mungkin karena yuli anak nya.


Biarkan saja seperti ini, yang penting ia bisa merasakan rasa nya di cintai oleh seorang pria yang ia cintai.


Sementara di rumah yuli, yuli sedang memasak untuk suami nya itu. Saat sedang masak ada tangan yang melingkar di perut nya, yuli tau itu tangan siapa.


" Mas mau makan Sekarang atau nanti. " Tanya yuli


" Kalau mau makan kamu boleh,?? mas sudah lama tidak menjenguk anak kita. " Pinta dede padahal ia sudah dapat jatah dari heni dari pagi sampai siang.


" Maaf ya mas, kalau yuli jarang melayani mas. Kalau itu mau mas, yuli akan melakukan nya sesuai permintaan mas. " Tanpa basa basi dede langsung membawa yuli ke kamar nya, saat sedang melakukan nya ada perasaan berbeda di pikiran dede.


Sedangkan yuli juga sama, memikirkan tentang reno ia membayangkan kalau itu adalah reno. Tapi cepat cepat ia membuang pikiran nya, takdir memang kejam . Pikirnya


πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦


Di tempat lain, kini rita dan rama sedang ada di rumah rita. Mereka sedang membicarakan hubungan nya, karena rama yang sudah tak sabar dengan hubungan nya itu.


" Sayang, mmm bagaimana kalau menikah sekarang aja. " Pinta rama


" Emang kenapa." Tanya rita memandang wajah rama


" Ya, biar anak lukis ada teman nya he he he. " Kata rama sambil tertawa jahat


" Bukan anak lukis kali, tapi dasar kamu nya aja yang nggak mau menunggu. "


" Nah itu kamu tau, ayolah sayang. Masa yang lain udah punya anak kita belom. Yok nikah sayang. " Ajak rama


" Ya sudah kita bicara kan dulu sama keluarga kita masing-masing. Oke. " Kata rita

__ADS_1


" Kalau icip icip boleh.? " Goda rama


" Tumben minta ijin biasanya nyosor aja. " Sindir rita tapi tak lama rama ******* bibir rita juga. Saat rama memperdalam nya tiba-tiba ada telp masuk di handphone rama.


" Hallo. "


......


" Iya nanti kita ke sana. "


.....


Setelah telp berakhir rama memberi kan penjelasan ke rita bahwa lukis meminta mereka untuk datang.


" Siapa sayang.? "


" Reno telp, kalau lukis meminta kita untuk kumpul karena dia sudah pulang atau balikan lagi sama renita. " Kata rama


" Alhamdulillah , kalau gitu kita harus meminta maaf sama lukis. Karena sudah menuduh dia, aku merasa tidak enak sama lukis. " Kata rita


" Iya sayang, kita harus meminta maaf kalau ketemu nanti. " Kata rama mengiyakan ucap rita


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Lukis yang sudah menyelesaikan pekerjaan nya mengajak renita untuk pulang, karena hari sudah siang. Tapi sebelum pulang lukis mengajak istri dan anaknya untuk makan terlebih dahulu.


" Sayang bangun dulu yuk, kamu dan anak kita belum makan. " Kata lukis membangun kan renita


" Mmmm, jam berapa sekarang sayang.? " Tanya renita


" Jam 1 sayang, ayok bangun kasian anak kita belum makan. " Kata lukis


" Iya sayang, "


" Aku udah pesan makanan, kamu tinggal buatkan saja buat anak kita. "


" Baiklah, aku mau buat makanan buat natha dan susu juga. Kamu mau nggak.? " Tanya renita


" Nggak, buat anak kita saja. Jangan lama lama ya. " Kata lukis

__ADS_1


" Iya. "


__ADS_2