
Renita menatap wajah lukis, sesaat dia teringat tentang gimana lukis memperlakukan sri dengan sayang. ada rasa kecewa dalam dirinya, tapi renita juga tidak mau egois hanya karena cemburu dia menjauhi nya.
yuli pergi begitu aja, ada rasa muak dalam dirinya kepada lukis. tapi dia juga tidak berhak ikut campur terlalu jauh tentang hubungan nya dengan renita. sungguh mulut nya sangat gatal sekali, ingin ikut berkomentar tapi apa daya.
lukis duduk di pinggir ranjang dengan renita yang terbaring di sana sambil menggenggam tangan renita dengan harap dan menyesal. sungguh tidak ada niatan lukis untuk berpaling darinya.
" lukis apa kita salah mengambil keputusan untuk bertunangan.? " lukis sedikit kaget mendengar ucapan renita yang menurutnya aneh
" kenapa bicara begitu.? apa karena cowok tadi sehingga kamu mau memutuskan untuk mengakhirinya.? " dengan penuh amarah tapi dia tahan
renita menatap langit- langit dan tersenyum. tapi dirinya tak sadar melakukan itu dengan teman nya sendri. bahkan di hadapan renita langsung.
" entahlah aku juga tidak tau, " cuek dan tak mau menatap lukis
" apa kamu sudah tidak percaya lagi sama aku.? " tanya lukis untuk memastikan
" sebuah hubungan harus di dasari dengan hati, bagaimana kita menaruh sikap kita terhadap lawan jenis nya. bagaimana kita bertanggung jawab mengenai keputusan kita, bagaimana kita harus memposisikan diri kita terhadap tempatnya., bagaimana kita menyayangi pasangan kita dan bagaimana cara kita untuk membahagiakan nya. tak ada harus kebohongan, pengkhianatan, kecurigaan, keegoisan dan kecurangan. dalam diri ku tak sedikit pun untuk mencari yang lebih baik dari pasangan kita. semakin mencari yang lebih semakin pula kita egois. jika aku sudah bertekad berkomitmen terhadap pasangan nya dan pilihan ku pantang bagiku untuk menyentuh laki - laki lain. karena bagi ku laki - laki itu patut di hargai dan menghargai. dan perempuan untuk di hormati dan menghormati satu sama lain. kamu tidak salah dan kamu juga sudah bertanggung jawab. mungkin diriku saja yang egois hanya ingin memilikimu seutuhnya tanpa berbagi dengan yang lain. apa itu salah.? " tanya renita sambil tersenyum kepada lukis
__ADS_1
" aku mau pulang aja, ibu ku sudah di depan menungguku. belajar yang rajin ya, biar tambah sukses." ucap renita sambil berdiri dan mencium pipi lukis. lukis hanya terdiam sambil mencerna ucapan renita. lukis sadar tapi sayang renita sudah pergi, ada rasa bersalah dalam dirinya.
renita sudah sering salah paham dan membuat renita menangis, terakhir di cafe yang membuat dia sampai merenggang nyawanya. dan terakhir pula dia pergi ke bandung.
Berbeda dengan renita yang sudah di jemput dengan ibu nya. kini ibunya heran dengan ke adaan renita sekarang, pagi tadi dia melihat renita baik baik saja kenapa sekarang sakit. dia mengecek suhu tubuh renita dan ternyata panas tinggi, segera ibunya bawa ke klinik.
" permisi mba, dokter nya ada.? " tanya ibu renita
" ada, tapi ibu harus ngantri dulu kalau mau di periksa di sini. " ucap suster itu
" iya mba gak apa - apa kalau gitu saya ngantri. mana nomor nya mba.? "
tak lama suster itu pun memanggil antriannya dan mempersilahkan masuk ke ruangan dokter. saat renita dan ibunya berjalan menuju ruangan dokter, pintu di tarik dari dalam dan muncul lah dokter yang ke bilang masih muda . tatapan dokter itu tertuju pada wajah renita, walau wajah renita pucat tapi dia tetap cantik.
" cantik " ucap dokter tersebut dalam hati.
" silahkan masuk, saya mau ke suster dulu sebentar. " mempersilahkan renita masuk. dan renita pun masuk sedang ibunya duduk
__ADS_1
dokter pun masuk kembali. dia tidak langsung duduk untuk menanyakan keluhan dahulu. tapi dia fokus sama wajah cantik renita sehingga dokter itu menghampiri renita yang sedang berbaring.
" dokter kenapa menatap saya terus.? " tanya renita heran yang dari tadi menatap saja
" oh iya maaf, saya lupa mau ngapain. " merasa malu yang ketahuan oleh renita
dokter memeriksa keadaan renita, ternyata renita harus di rawat 2 hari untuk memulihkan tenaganya. padahal renita demam, dan sakit maag nya kambuh itu juga sudah biasa kalau dia sakit. tapi kenapa harus di rawat segala. pikir renita aneh
" anak ibu telat makan ya. ? dan sangat berbahaya kalau sering seperti itu, kekurangan cairan karena sepertinya dia sulit minum air putih. dan pula karena stres yang berlebihan. harap kurangi aktifitas nya, mau di rawat di sini apa pulang saja.? " tanya dokter itu memberikan pilihan
" di rumah saja dok, " tawar ibu renita
" ya sudah, saya siapkan resepnya dan di minum obat serta vitamin nya ya bu.! " ujar dokter
" iya dok, kalau gitu permisi. "
" silahkan bu lekas sembuh ya. "
__ADS_1
renita dan ibu nya pergi dari ruangan itu dan mengambil obat yang akan di minum oleh renita saat di rumah. setelah itu mereka kembali pulang ke rumah nya. sesampai di rumah renita berbaring di ranjang nya sambil memejamkan matanya.